<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011</id><updated>2012-01-25T16:01:19.403+07:00</updated><category term='Ekonomi'/><category term='Sejarah'/><category term='Politik'/><category term='Lingkungan Hidup'/><category term='Opini'/><title type='text'>Peduli Indonesia</title><subtitle type='html'>untuk Indonesia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>107</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-5560626892402403893</id><published>2012-01-02T09:58:00.002+07:00</published><updated>2012-01-02T10:06:54.474+07:00</updated><title type='text'>Selamat Tahun Baru 2012</title><content type='html'>Selamat hari Natal bagi Anda semua yg beragama Nasrani, dan selamat Tahun Baru 2012 bagi Anda semua yg berkenan mengunjungi blog sederhana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah mengasihani bangsa yg bodoh dan bebal ini, korup dan intoleran. Semoga kita diampuni, semoga kita dicerahkan (terutama para pemimpin negeri ini).&amp;nbsp; Semoga tahun 2012 membawa secercah harapan baru dan semangat baru, ke arah hidup yg lebih baik, lebih manusiawi, bersih, sejahtera dan aman sentosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2011 telah lewat dengan banyak catatan hitam, terutama pelanggaran atas kehidupan dan kemanusiaan. Dan ironisnya kejahatan itu dilakukan sendiri oleh anak-anak bangsa ini, bukan oleh negara lain seperti pada jaman kolonialisme dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya percaya bahwa masih ada Anda yg peduli dengan negeri ini, masih ada saya yg hanya bisa membuat blog kecil dan sederhana. Tak bisa berbuat banyak, selain menuangkan keprihatinan, gagasan dan cita-cita dalam tulisan-tulisan kecil di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya bahwa Allah masih mencintai negeri ini. Allah masih bekerja meskipunya "hanya" lewat tangan kita yang tak punya daya ini.&amp;nbsp; Masih ada dan selalu ada harapan, untuk Indonesia yang maju, berdaulat, adil dan makmur. &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-5560626892402403893?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/5560626892402403893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2012/01/selamat-tahun-baru-2012.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5560626892402403893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5560626892402403893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2012/01/selamat-tahun-baru-2012.html' title='Selamat Tahun Baru 2012'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-7279386581491392402</id><published>2011-12-13T16:35:00.001+07:00</published><updated>2011-12-21T14:29:25.212+07:00</updated><title type='text'>Ironi Negeri Maling</title><content type='html'>Judul posting ini mungkin terdengar sinis, tapi kalau kita mau jujur, mungkin kita akan setuju dengan pendapat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba sama-sama kita lihat dan amati:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Di banyak supermarket misalnya Giant atau Gelael, jika kita perhatikan di rak: beberapa jenis vitamin atau obat tertentu (misalnya Calcium Redoxon) hanya disediakan kardus kosong. Jika kita ingin membeli obat tersebut, bisa mengambil isinya langsung di kasir.&amp;nbsp; Ini indikasi bahwa banyak pengutil di supermarket yang sering mengambil obat jenis tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Di jalan tol Cipularang, beberapa bagian jalan diberi penerangan menggunakan tenaga matahari. Disediakan juga baterai untuk menyimpan listrik agar energi tetap bisa disimpan untuk keperluan pada malam hari.&amp;nbsp; Yang lucu, tiang beton di mana perangkat itu dipasang diberi lilitan kawat berduri dan besi pelindung.&amp;nbsp; Ini indikasi bahwa perangkat solar cell dan baterai itu rawan pencurian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Indonesia mungkin satu-satunya negara di dunia, dimana orang menggergaji dan merubuhkan menara listrik yg digunakan untuk transmisi tegangan tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bisa jadi juga negara satu-satunya di dunia, dimana orang mengambil baut-baut raksasa yang digunakan untuk mengikat besi pada jembatan (misalnya jembatan Suramadu).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika Anda biasa berkendara di Jakarta, sudah tidak asing bagi kita melihat pengendara mobil atau motor&amp;nbsp; masih berjalan terus meskipun lampu lalu lintas merah sudah menyala.&amp;nbsp; Ini indikasi bahwa banyak pengendara mengambil hak orang lain untuk menggunakan jalan (alias mencuri).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tak terbilang sudah tingginya korupsi di negeri ini, mulai dari pejabat pemerintah daerah, anggota DPR, gubernur, tentara, polisi sampai jaksa dan hakim.&amp;nbsp; Sekali lagi indikasi pencurian yang ini malah dalam skala massal karena biasanya jarang orang korupsi hanya beberapa belas atau puluh juta saja. Biasanya nilainya sampai ratusan juta atau malah puluhan Miliar. Dan ini sudah dikukuhkan dengan predikat Indonesia sebagai negara paling korup di dunia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Coba Anda bandingkan berapa biaya naik haji di Indonesia dengan di Malaysia atau Singapura misalnya.&amp;nbsp; Mana yang lebih besar dan seberapa besar selisihnya ?&amp;nbsp; Kenapa bisa terjadi seperti itu ?&amp;nbsp; Jangan-jangan biaya naik Haji "diberi pajak" oleh Departemen Agama. Menurut saya sih, ini sama saja dengan mencuri ? karena menaikkan biaya untuk kepentingan diri sendiri, apalagi penggunaan dana yg didapat, dilakukan tidak transparan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebetulan sekali beberapa hari lalu di Matraman saya melihat ada sebuah pikup membawa galon-galon air Aqua dan tabung gas 3 kg.&amp;nbsp; Uniknya bagian bak dari pikup tersebut ditutup rapat dengan kerangkeng atau teralis besi, diberi kunci gembok.&amp;nbsp; Baru kali ini saya melihat yg serupa itu, biasanya jika diberi besi sekalipun, hanya untuk penguat pagar saja, kalau ini sungguh-sungguh untuk melindungi galon Aqua dari pencurian.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Seingat saya masih banyak lagi bukti-bukti bahwa kita tinggal di negeri para maling, hanya saja saat mau menuliskan saya lupa. Jika pembaca ada masukan, silakan disampaikan, nanti akan saya tambahkan ke daftar di atas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-7279386581491392402?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/7279386581491392402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/12/ironi-negeri-maling.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/7279386581491392402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/7279386581491392402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/12/ironi-negeri-maling.html' title='Ironi Negeri Maling'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-4150430747418855712</id><published>2011-11-29T08:30:00.001+07:00</published><updated>2011-11-30T09:34:43.559+07:00</updated><title type='text'>Kenapa harus pakai BlackBerry ?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-geFkNKC_-wY/TtWShoW0wKI/AAAAAAAAAJ4/UxYeBx8s2ao/s1600/antri_BB.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="168" src="http://2.bp.blogspot.com/-geFkNKC_-wY/TtWShoW0wKI/AAAAAAAAAJ4/UxYeBx8s2ao/s320/antri_BB.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kenapa harus pakai BlackBerry ? Pertanyaan sederhana, tapi saya kira pas diajukan ke orang Indonesia yg dikenal konsumtif.&amp;nbsp; Apakah memang kita membutuhkan BlackBerry, atau sekedar ingin gaya, gak mau ketinggalan jaman, atau sekedar ikut-ikutan ?&amp;nbsp; Sebandingkah biaya yg harus kita keluarkan dengan gaya yg kita ikuti ?&amp;nbsp; Tidakkah ada kepentingan lain yg lebih mendesak dan perlu dipenuhi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar di atas (diambil dari Harian Kompas) memperlihatkan suasana ketika ribuan orang saling berdesak-desakan berebut 1.000 pesawat Blackberry yg dijual di Pacific Place Jakarta, dengan harga diskon 50%.&amp;nbsp; Ribuan orang berdesakan, banyak yg pingsan, ada yg terinjak-injak, ada yg patah tulang..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin mencap negatif orang-orang yg berdesak-desakan tersebut.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tapi saya prihatin, begitu bodohkan bangsa kita ini, sehingga hanya demi gaya dan gengsi kita rela berdesak-desakan, mengorbankan atau mempertaruhkan keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak anti BlackBerry, saya pun pengguna BB, tapi yg saya gunakan adalah fasilitas kantor, karena untuk kemudahan komunikasi, managemen memutuskan BB sebagai media yg cukup efektif. Tapi hanya sebatas itu saja. Seandainya saya dipecat atau pensiun dini, BB akan saya kembalikan dan saya tidak ada tertarik untuk membeli dengan uang dari kantong sendiri.&amp;nbsp; Betapapun selama satu atau dua tahun saya sdh menikmati berbagai fitur yg tersedia di BB. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, menggunakan produk lokal seperti Flexi sudah cukup. Jika memang dibutuhkan komunikasi dalam kelompok tertutup, ada fasilitas Fleximilis, tentu tampilan dan kenyamanan berbeda jauh dibanding BlackBerry, tapi bagi saya itu sdh cukup.&amp;nbsp; Apalagi sekarang sdh ada pesawat CDMA berbasis Android dengan harga lumayan murah Rp 1,5 Juta saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saya punya uang lebih, tidak ada sedikitpun saya tertarik untuk belanjakan pesawat BlackBerry, lebih tertarik saya gunakan untuk membeli buku-buku yg bisa memperluas pengetahuan dan memperkaya wawasan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-4150430747418855712?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/4150430747418855712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/11/kenapa-harus-pakai-blackberry.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/4150430747418855712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/4150430747418855712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/11/kenapa-harus-pakai-blackberry.html' title='Kenapa harus pakai BlackBerry ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-geFkNKC_-wY/TtWShoW0wKI/AAAAAAAAAJ4/UxYeBx8s2ao/s72-c/antri_BB.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-6838481958023312066</id><published>2011-11-18T12:47:00.000+07:00</published><updated>2011-11-18T11:01:52.621+07:00</updated><title type='text'>Logika berpikir SBY</title><content type='html'>Sebagai warga negara Indonesia, boleh dong kita berharap mempunyai pemimpin yang cerdas, berani, jujur, punya visi jauh ke depan, sederhana, bersih dst dst.  Dan juga tentu pemimpin yg punya alur berpikir yg runtut dan jelas, sistematis dan masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa mau dikata, mungkin harapan saya terlalu tinggi.  Headline Harian Kompas, Kamis, 20 Oktober 2011, judulnya pernyataan: SBY: Uang Negara Dirampok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-IvD_99F1Jo8/TsXS7Eu3l7I/AAAAAAAAAJk/kpgqOlt9VDo/s1600/Logika%2BSBY1.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676174817694816178" src="http://3.bp.blogspot.com/-IvD_99F1Jo8/TsXS7Eu3l7I/AAAAAAAAAJk/kpgqOlt9VDo/s400/Logika%2BSBY1.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 199px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logiskah pernyataan SBY itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, tidak perlu menjadi orang cerdas untuk bisa memahami bhw itu pernyataan yang tdk masuk akal.   Sebagai presiden, tentu SBY punya otoritas penuh untuk menugaskan Kapolri, Ketua KPK, Jaksa Agung, bahkan bila perlu Angkatan Bersenjata untuk menangkap pelaku perampok uang negara dan menyeretnya ke pengadilan.  Tapi bukan itu yg dilakukan presiden, melainkan membuat pernyataan di depan publik: uang negara dirampok !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timun bertanya (Kompas Minggu, 23 Oktober 2011) : "Kenapa sih pak ? Bapak kenal rampoknya, Bapak rikuh, sungkan ? atau Bapak takut ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Yl0njsREc0k/TsXUWz-BiMI/AAAAAAAAAJw/0uT9vIozFPA/s1600/Logika%2BSBY2.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676176393742944450" src="http://4.bp.blogspot.com/-Yl0njsREc0k/TsXUWz-BiMI/AAAAAAAAAJw/0uT9vIozFPA/s400/Logika%2BSBY2.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 191px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-6838481958023312066?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/6838481958023312066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/10/logika-berpikir-sby.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6838481958023312066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6838481958023312066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/10/logika-berpikir-sby.html' title='Logika berpikir SBY'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-IvD_99F1Jo8/TsXS7Eu3l7I/AAAAAAAAAJk/kpgqOlt9VDo/s72-c/Logika%2BSBY1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-850512532043717203</id><published>2011-10-08T20:57:00.009+07:00</published><updated>2011-10-08T21:11:14.722+07:00</updated><title type='text'>SBY vs Obama</title><content type='html'>Boleh gak atau fair gak kalau kita membandingkan SBY dengan Obama ?&lt;br /&gt;Kenapa tidak ? Keduanya kan sama-sama presiden, cuma bedanya yg satu negara adidaya yg satu lagi dari negara terbelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan Anda perhatikan dua cuplikan berita dari Harian Kompas yg sy tampilkan di sini.  Anda bisa simpulkan sendiri, mana dari kedua presiden ini yg lebih berpihak pada kaum miskin dan berkekurangan, mana yg lebih peduli pada rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: pernyataan Sri Mulyani disampaikan pada saat ybs masih menjabat Menteri Keuangan dibawah Presiden SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan cermati dan buat penilaian Anda. Obama dengan berani mengambil risiko mengusulkan kebijakan tidak populer hendak mengenakan pajak lebih tinggi pada orang kaya, sekaligus membuktikan bahwa dirinya bersih dan tidak berkolusi dengan warga kaya Amerika. Bandingkan dengan pemerintahan SBY yg bukan saja tidak tegas dan tidak melakukan tindakan apapun untuk memberantas mafia pajak dengan korupsinya yg tak terhitung, tapi masih pula berdalih sulitnya menarik pajak dari orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-a4K2P7PpvoU/TpBXmDsHB3I/AAAAAAAAAJM/kkiQ2LJ_Ry0/s1600/Obama%2BPajak%2BOrg%2BKaya.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 401px; height: 152px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-a4K2P7PpvoU/TpBXmDsHB3I/AAAAAAAAAJM/kkiQ2LJ_Ry0/s400/Obama%2BPajak%2BOrg%2BKaya.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5661121042941675378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-9xD07BqwQaQ/TpBX4PGqqfI/AAAAAAAAAJU/r8WoL8gQQWs/s1600/Sri%2Bsulit%2Btarik%2Bpajak%2Borg%2Bkaya.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 306px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-9xD07BqwQaQ/TpBX4PGqqfI/AAAAAAAAAJU/r8WoL8gQQWs/s400/Sri%2Bsulit%2Btarik%2Bpajak%2Borg%2Bkaya.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5661121355243497970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-850512532043717203?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/850512532043717203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/10/sby-vs-obama.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/850512532043717203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/850512532043717203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/10/sby-vs-obama.html' title='SBY vs Obama'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-a4K2P7PpvoU/TpBXmDsHB3I/AAAAAAAAAJM/kkiQ2LJ_Ry0/s72-c/Obama%2BPajak%2BOrg%2BKaya.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-6266486100193355611</id><published>2011-09-14T13:48:00.003+07:00</published><updated>2011-09-14T15:51:42.618+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Hidup'/><title type='text'>Sukacita kelahiran bayi Harimau Sumatra</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8X3wIte7b2g/TnBOr1JmtPI/AAAAAAAAAJE/D71U-7Ue_vQ/s1600/anak%2Bharimau%2Bsumatra.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652104047258678514" src="http://4.bp.blogspot.com/-8X3wIte7b2g/TnBOr1JmtPI/AAAAAAAAAJE/D71U-7Ue_vQ/s400/anak%2Bharimau%2Bsumatra.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 223px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gambar dari Harian Kompas, 13 September 2011)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, peristiwa kelahiran selalu merupakan momen yg membahagiakan, sekalipun bukan sanak saudara kita, bahkan "hanya" seekor harimau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah berbagai berita yg menyedihkan terkait harimau Sumatra, yg konon sudah hampir punah. Berita kelahiran tiga ekor bayi Harimau Sumatra di Kebon Binatang Medan sungguh membawa kegembiraan bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa kelahiran membawa semangat baru, bahwa meskipun kita tidak bisa berharap banyak pada pemerintah, tapi masih ada orang-orang yg peduli di luar sana. Semangat baru dan harapan baru, semoga terketuk pintu hati kita untuk mensyukuri anugerah Allah yg begitu indah dan berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga anak cucu kita kelak, masih bisa melihat dan mendengar auman harimau ini, bukan hanya dari cerita dan film.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-6266486100193355611?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/6266486100193355611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/09/sukacita-kelahiran-bayi-harimau-sumatra.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6266486100193355611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6266486100193355611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/09/sukacita-kelahiran-bayi-harimau-sumatra.html' title='Sukacita kelahiran bayi Harimau Sumatra'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-8X3wIte7b2g/TnBOr1JmtPI/AAAAAAAAAJE/D71U-7Ue_vQ/s72-c/anak%2Bharimau%2Bsumatra.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-7697976463070221240</id><published>2011-09-08T21:07:00.011+07:00</published><updated>2011-09-08T22:04:19.586+07:00</updated><title type='text'>Logika berpikir Gumilar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-qgn6NR8vKSE/TmjMsOWsLII/AAAAAAAAAI8/ftZ0FKGq314/s1600/gumilar.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 361px; height: 375px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-qgn6NR8vKSE/TmjMsOWsLII/AAAAAAAAAI8/ftZ0FKGq314/s400/gumilar.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649990792675863682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(foto dari Harian Koran Tempo, edisi 4 September 2011)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya kalau seorang Rektor dari Universitas terkemuka di negeri ini bersama dengan seorang Dirjen Pendidikan Tinggi tidak punya logika berpikir yg runtut dan jelas, tidak bisa menangkap apa yg menjadi aspirasi publik, tidak bisa memahami apa yg dimaksud pihak lain dan kemudian menyampaikan argumentasi yg tdk masuk akal ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yg terjadi dengan Gumilar Rusliwa Somantri bersama dengan Djoko Santoso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terkait kasus pemberian gelar Doctor Honoris Causa ke Raja Arab Saudi. Berita di Harian Koran Tempo tanggal 4 September 2011 melaporkan bahwa pemerintah telah melakukan pengecekan atas pemberian gelar Doctor HC ke Arab Saudi dan menyimpulkan bahwa gelar tersebut tidak mungkin dicabut kembali karena sudah sesuai dengan prosedur yg benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yg perlu dicermati:&lt;br /&gt;1. Bahwa yg menjadi keberatan banyak pihak adalah pemberian gelar ini telah mengingkari rasa keadilan dan kemanusiaan masyarakat, karena begitu buruknya perlakuan yg diterima oleh tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi.  Pemerintah Arab Saudi bahkan secara resmi telah menolak tuntutan pemerintah Indonesia agar memberi perlindungan hukum yang pantas kepada para tenaga kerja dari Indonesia.&lt;br /&gt;2. Bahwa tidak pernah sekalipun ada tuntutan kepada Rektor Universitas Indonesia untuk mencabut kembali gelar Doctor HC yg telah diberikan kepada Raja Arab Saudi tersebut. Tidak perlu pintar untuk memahami bahwa hal tersebut mustahil, tentu akan berdampak sangat buruk pada hubungan antar kedua negara.&lt;br /&gt;3. Bahwa yg dituntut dari Rektor Universitas Indonesia adalah permintaan maaf, bahwa tindakannya memberikan gelar tersebut telah menyakitkan hati ribuan tenaga kerja Indonesia yg diperlakukan semena-mena di Arab Saudi (dan dibiarkan saja oleh Pemerintah Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini logika bengkok dari Gumilar dan Djoko:&lt;br /&gt;1. Klaim Djoko bahwa pemberian gelar ini sdh sesuai dengan prosedur yg berlaku perlu dicek kebenarannya. Coba bandingkan dengan pendapat Prof. Emil Salim (Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia) pada artikelnya di Harian Kompas.&lt;br /&gt;2. Seandainya prosedur pemberian itu salah, adalah tidak mungkin mencabut kembali gelar tersebut dari Raja Arab Saudi (yg sudah diantarkan langsung ke Arab Saudi).  Apakah pemerintah Indonesia akan melakukan hal tersebut ?&lt;br /&gt;3. Seandainyapun prosedur sdh dianggap benar, maka prosedur itu harus direvisi karena menghasilkan keputusan yg tdk tepat dalam arti mengingkari rasa keadilan dan kemanusiaan masyarakat.&lt;br /&gt;4. Klaim Gumilar bahwa penetapan &lt;a href="http://www.tribunnews.com/2011/09/05/rencana-pemberian-gelar-raja-arab-sebelum-kasus-ruyati"&gt;pemberian gelar sdh diputuskan sebelum dijatuhkannya hukuman mati kepada Ruyati&lt;/a&gt; merupakan pernyataan menggelikan.  Kasus penindasan hak asasi manusia atas tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi bukan hanya terkait Ruyati saja, masih ada ratusan atau ribuan kasus lainnya. Sehingga ini menjadi argumen yg tidak masuk akal.&lt;br /&gt;5. Seandainya benar klaim Gumilar bhw penetapan sudah dilakukan sebelum hukuman mati kepada Ruyati, maka pertanyaannya kenapa keputusan itu tidak dibatalkan ?  perlu dicatat bahwa &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2011/06/19/124055/1663347/10/kronologi-pemancungan-ruyati"&gt;keputusan hukuman mati Ruyati adalah Mei 2011 dan dieksekusi Juni 2011.&lt;/a&gt; Sedangkan penyerahan gelar dilakukan menjelang hari raya Idul Fitri 1432H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan detik ini saya masih belum bisa memahami logika berpikir Gumilar.  Seorang teman bertanya kepada saya melalui pesan singkat sms, apa sih sebetulnya keuntungan atau tujuan Universitas Indonesia memberikan gelar tersebut kepada Raja Arab Saudi ?  Satu pertanyaan yg hanya bisa dijawab sendiri oleh Gumilar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-7697976463070221240?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/7697976463070221240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/09/logika-berpikir-gumilar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/7697976463070221240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/7697976463070221240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/09/logika-berpikir-gumilar.html' title='Logika berpikir Gumilar'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-qgn6NR8vKSE/TmjMsOWsLII/AAAAAAAAAI8/ftZ0FKGq314/s72-c/gumilar.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-647196250797860710</id><published>2011-09-05T16:04:00.002+07:00</published><updated>2011-09-05T16:35:04.478+07:00</updated><title type='text'>Katakan "TIDAK" pada Gumilar Rusliwa Somantri</title><content type='html'>Sebetulnya saya tidak ingin menjadikan blog ini menjadi sesuatu yg personal sifatnya. Apalagi melakukan kritik langsung pada orang perorang tertentu.&amp;nbsp; Tapi harus diakui sejak lama saya menyampaikan banyak kritik langsung kepada pemerintah (baca: presiden).&amp;nbsp; Karena bagi saya presiden seharusnya menjadi &lt;i&gt;leader&lt;/i&gt; yg sesungguhnya. Yang terdepan dan yang pertama mempunyai visi tentang Indonesia yg bersih, jujur, adil dan makmur dan tentu saja berdaulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam posting ini saya menyampaikan kritik langsung pada Gumilar Rusliwa Somantri dalam posisinya sebagai Rektor Universitas Indonesia.&amp;nbsp; Kenapa hal ini begitu penting ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya masih berkeyakinan bhw institusi pendidikan tinggi haruslah tetap mempunyai idealisme yg tinggi dalam menjunjung nilai-nilai akademis, kejujuran, demokrasi, kemanusiaan, keadilan.&amp;nbsp; Jika institusi sekelas Universitas Indonesia saja tidak bisa menjunjung nilai-nilai tersebut, apalagi yang bisa diharapkan dari bangsa ini.&amp;nbsp; (Kita sudah lama paham bahwa pemerintah termasuk aparat hukum dan keamanan sdh tdk bisa diharapkan lagi, hanya institusi pendidikan yg masih bisa diharapkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan &lt;b&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompas.com/read/2011/09/01/18412360/Inilah.Alasan.UI.Beri.Gelar.HC.Raja.Abdullah"&gt;pemberian gelar Doctor Honoris Causa untuk Raja Arab Saudi: Abdullah bin Abdul Aziz.&amp;nbsp; &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;Alasan yg diberikan oleh Gumilar tidak bisa diterima karena tidak masuk akal. Terlebih jika kita kaitkan dengan perlakuan Arab Saudi terhadap puluhan atau ratusan ribu TKI dan TKW Indonesia yg bekerja di Arab Saudi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber ternyata terkuak bhw kasus pemberian gelar Dr HC kepada Raja Arab Saudi ini hanyalah salah satu saja dari begitu banyak kasus di Universitas Indonesia dibawah kepemimpinan Gumilar, di antaranya seperti &lt;a href="http://edukasi.kompas.com/read/2011/09/05/15291845/Kisruh.UI.Menegakkan.Kebenaran.adalah.Wajib"&gt;diungkap oleh Faisal Basri (Dosen FEUI)&lt;/a&gt; adalah pembukaan gerai Starbucks Coffee di Perpustakaan Pusat UI, lalu sikap diam UI menghadapi kasus plagiat yg diduga dilakukan oleh Siti Fadilah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-647196250797860710?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/647196250797860710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/09/katakan-tidak-pada-gumilar-rusliwa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/647196250797860710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/647196250797860710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/09/katakan-tidak-pada-gumilar-rusliwa.html' title='Katakan &quot;TIDAK&quot; pada Gumilar Rusliwa Somantri'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-5078596861809008848</id><published>2011-09-05T09:18:00.005+07:00</published><updated>2011-09-06T09:39:26.165+07:00</updated><title type='text'>Mohon maaf lahir batin, Selamat Idul Fitri 1432H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-K6z3nPOzg5Y/TmWHfPete1I/AAAAAAAAAI0/knI4E_hw-ys/s1600/Koruptor%2Bmohon%2Bmaaf.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 248px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-K6z3nPOzg5Y/TmWHfPete1I/AAAAAAAAAI0/knI4E_hw-ys/s400/Koruptor%2Bmohon%2Bmaaf.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649070278407191378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir batin, Selamat Idul Fitri 1432H &lt;span style="font-size:85%;"&gt;(karikatur oleh GM Sudarta diambil dari Harian Kompas, 3 September 2011).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks Indonesia, Idul Fitri kali ini (sama dengan tahun-tahun yg telah lewat) masih diwarnai dengan hal-hal yg memprihatinkan.  Angka pemudik yg terus meningkat (termasuk angka kecelakaan dan korban tewas), jumlah penduduk arus balik yg lebih besar lagi (ditambah dengan para pemuda pemudi yg baru masuk usia kerja).  Antrian kendaraan hingga puluhan kilometer, kemacetan, ribuan penumpang yg terlantar di pelabuhan penyeberangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menonton TV, hati akan miris rasanya melihat saudara-saudara kita harus menderita begitu besar untuk bertemu dengan sanak saudara di kampung, merayakan Hari Kemenangan setelah berpuasa satu bulan penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak kita juga membaca berita di koran, remisi yg diberikan kepada para narapidana termasuk koruptor kelas kakap.  Sekali lagi hati terasa miris melihat kenyataan ini, para koruptor yang sudah dengan semena-mena mengambil milik rakyat untuk kepentingan sendiri, dengan enaknya menikmati remisi seolah apa yg mereka lakukan hanyalah satu kesalahan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apapun pedih dan sakit hati kita melihat kenyataan-kenyataan di atas, dalam Idul Fitri kita diajak untuk tetap mengendalikan diri, bukan pada tempatnya kita dikuasai oleh emosi dan amarah. Tidak layak kita mengeluarkan kata-kata kasar dan sumpah serapah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Idul Fitri membawa kedamaian dalam hati kita, perjuangan tetap dilanjutkan tapi dengan kepala dingin dan hati yg sejuk.  Bukan dengan semangat menghakimi atau balas dendam, tapi mencari kebaikan untuk semua sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri 1432H.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-5078596861809008848?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/5078596861809008848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/09/mohon-maaf-lahir-batin-selamat-idul.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5078596861809008848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5078596861809008848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/09/mohon-maaf-lahir-batin-selamat-idul.html' title='Mohon maaf lahir batin, Selamat Idul Fitri 1432H'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-K6z3nPOzg5Y/TmWHfPete1I/AAAAAAAAAI0/knI4E_hw-ys/s72-c/Koruptor%2Bmohon%2Bmaaf.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-2251374844747206642</id><published>2011-08-25T08:59:00.008+07:00</published><updated>2011-08-25T09:25:01.864+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Hidup'/><title type='text'>Cintai tanahmu, cintai hutanmu dan harimaunya</title><content type='html'>Saya termasuk salah satu dari tidak banyak orang yg boleh bersyukur bisa menikmati saluran TV Kabel di rumah.  Beberapa hari lalu nonton di NatGeo Wild, acaranya berjudul &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Deep Jungle, New Frontiers&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita berkisar sejumlah orang yg menggunakan berbagai metode baru (termasuk dan terutama teknologi baru yang canggih) untuk melakukan eksplorasi, menyelidiki, tenggelam masuk ke dalam hutan dan mencoba menguak rahasia yg tersembunyi di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya soal teknologinya yang menarik, tapi bahwa ternyata hutan-hutan di Sumatra dan Kalimantan yg menjadi salah satu area yg dikunjungi dan diselidiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeremy Holden bersama dengan seorang temannya dengan sejumlah digital kamera, sensor gerak dan sebagainya mencoba menangkap gambar harimau Sumatra. Lokasi tepatnya di Taman Nasional Kerinci Seblat, Sumatra.   Setelah perjuangan panjang dengan tekun dan sabar, selama berhari-hari, akhirnya mereka berhasil mendapatkan rekaman gambar harimau tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini memperlihatkan - sekali lagi - betapa kayanya tanah Indonesia, dengan hutan hujan yg lebat penuh dengan aneka ragam tumbuhan dan hewan liar.   Sepatutnya kita syukuri,  rawat dan pelihara dengan baik.  Jangan sampai anak cucu kita kelak hanya bisa melihat hutan dan harimau lewat buku-buku dan film saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah berhenti berharap pada pemerintah, sekarang saya mengajak Anda yg berkenan mengunjungi blog ini, mari cintai tanah kita, hutan dan harimau kita.  Bisa mulai dari pekarangan rumah kita sendiri, tanami dengan tumbuhan hijau, jika memungkinkan buatlah lubang resapan biopori.  Jika ada rezeki lebih, marilah kita sumbangkan sebagian ke LSM lingkungan hidup yang berjuang langsung untuk melestarikan alam kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-2251374844747206642?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/2251374844747206642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/08/cintai-tanahmu-cintai-hutanmu-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2251374844747206642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2251374844747206642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/08/cintai-tanahmu-cintai-hutanmu-dan.html' title='Cintai tanahmu, cintai hutanmu dan harimaunya'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-4424133028538689991</id><published>2011-08-24T11:29:00.010+07:00</published><updated>2011-08-24T14:27:39.937+07:00</updated><title type='text'>Belajar anti-korupsi dari Hong Kong</title><content type='html'>Dalam hal kerukunan beragama, layak kita belajar dari &lt;a href="http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/12/selamat-natal.html"&gt;Mesir&lt;/a&gt;.  Dalam hal memberantas korupsi, kita bisa belajar (antara lain) dari Hong Kong, tentu dengan catatan pemerintah punya itikad baik untuk melakukan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara dengan Tony Kwok Man-wai Ketua ICAC (Independent Commision Against Corruption), semacam badan antikorupsi di Hong Kong, dimuat dalam mingguan Tempo edisi 22-28 Agustus 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yg disampaikan oleh Tony Kwok ini, menarik kita simak:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tony Kwok setuju bahwa memberantas korupsi harus dimulai dengan komitmen dari atas (pemerintah/presiden, Kepala Kepolisian, Jaksa Agung dsb.)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;bahwa memberantas korupsi seharusnya tidak membutuhkan waktu lama (tidak sampai 10 tahun misalnya, kasus Hong Kong mereka hanya butuh 3 tahun)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;bahwa korupsi sekecil apapun tidak bisa ditolerir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;perlunya program perlindungan saksi bagi (antara lain) para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;whistleblower&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;kultur antikorupsi harus ditanamkan sedini mungkin (kasus Hong Kong sejak Taman Kanak-Kanak), bandingkan dengan Indonesia yg sejak di SD sudah diajari nyontek dengan bocoran jawaban UAN.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Lembaga Antikorupsi sebagai satu-satunya pihak yg berhak melakukan penyidikan kasus korupsi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Menyimak pernyataan Tony Kwok ini, Anda bisa lihat sendiri bagaimana sikap dan komitmen pemerintah Indonesia. Polisi yang seharusnya berada di barisan paling depan, seharusnya menjadi institusi pertama yg bersih atau dibersihkan. Kenyataannya kasus rekening gendut para Jenderal Polisi hingga saat ini tidak jelas tindak lanjutnya.  Presiden SBY sendiri yg bahkan memberi kesan tidak mendukung KPK (membiarkan perseteruan KPK dengan Polri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walahualam, sebagai orang beriman, betapapun kondisi negara kita seperti ini, kita diajak untuk tetap optimis bhw ada masa depan yg baik buat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-4424133028538689991?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/4424133028538689991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/08/belajar-anti-korupsi-dari-hong-kong.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/4424133028538689991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/4424133028538689991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/08/belajar-anti-korupsi-dari-hong-kong.html' title='Belajar anti-korupsi dari Hong Kong'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-6501802444844858195</id><published>2011-08-19T14:29:00.005+07:00</published><updated>2011-08-19T15:30:38.581+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>HOS Cokroaminoto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Nsb0-NboiBw/Tk4aBkwa2uI/AAAAAAAAAIs/ZWApe6J66bc/s1600/cokroaminoto.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 128px; height: 171px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Nsb0-NboiBw/Tk4aBkwa2uI/AAAAAAAAAIs/ZWApe6J66bc/s400/cokroaminoto.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642475997490764514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pepatah lama berbunyi: Bangsa yg besar adalah Bangsa yg bisa menghargai Pahlawannya.  Masalahnya bagaimana kita bisa menghargai para pahlawan, kalau kita tdk mengenal mereka, tidak tahu apa yg sudah mereka lakukan dan tidak sadar betapa besar jasa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang saya bisa ingat dari pelajaran sejarah waktu masih sekolah dulu.  Tapi sekarang kita patut bersyukur bahwa majalah ternama seperti Tempo membuat reportase yang cukup lengkap tentang para tokoh bangsa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edisi Khusus Proklamasi Kemerdekaan 2011 membahas tentang HOS Cokroaminoto.  Jujur saja saya tidak kenal tokoh ini.  Tapi setelah saya baca reportase Tempo, terbanyak banyak hal yang bisa kita pelajari dari tokoh ini....... (bersambung)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-6501802444844858195?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/6501802444844858195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/08/hos-cokroaminoto.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6501802444844858195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6501802444844858195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/08/hos-cokroaminoto.html' title='HOS Cokroaminoto'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Nsb0-NboiBw/Tk4aBkwa2uI/AAAAAAAAAIs/ZWApe6J66bc/s72-c/cokroaminoto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-519996334019952375</id><published>2011-08-19T13:17:00.005+07:00</published><updated>2011-08-19T13:48:13.868+07:00</updated><title type='text'>Negara Ajaib (2)</title><content type='html'>Praduga bersalah yg saya paparkan pada posting terdahulu soal alasan kenapa harus menggunakan pesawat charter seharga Rp 4 Milyar untuk memulangkan Nazarudin bisa jadi benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita di Koran Tempo Kamis kemarin (18 Agustus 2011) terang-teranganya menyebutkan Nazarudin mengajukan kompromi ke SBY.   Nazarudin berjanji untuk tidak melibatkan atau mengungkit keterlibatan para pembesar Partai Demokrat kalau aparat keamanan juga bersedia untuk tidak menangkap dan memproses hukum istrinya, Neneng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh bin ajaib bahwa seorang tersangka kasus korupsi berani mengutarakan kebusukan seperti itu secara terbuka.  Pernyataannya disampaikan langsung oleh pengacaranya sendiri, OC Kaligis.  Apa nggak hebat tuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari benar atau tidaknya pernyataan Kaligis, secara resmi dan terbuka hampir pasti SBY akan menolak (atau memberi kesan menolak) tawaran Nazarudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita telaah lebih dalam, ada dua kemungkinan di sini, kemungkinan pertama pernyataan Kaligus itu benar, kemungkinan kedua pernyataan bohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pernyataan bohong Nazarudin menghadapi risiko besar karena dia kemungkinan besar akan dituntut dengan tuduhan pencemaran nama baik, bukan hanya oleh petinggi Demokrat tapi bahkan oleh SBY sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pernyataan benar, ada dua kemungkinan lagi, kemungkinan 1: Nazarudin dituntut telah  mencemarkan nama baik oleh Partai Demokrat dan SBY, namun saya kira peluang ini kecil karena baik Demokrat maupun SBY akan sulit juga membuktikan bahwa mereka tidak terlibat. Kemungkinan kedua Nazarudin tidak dituntut oleh baik Demokrat maupun SBY, karena kekhawatiran Demokrat dan SBY upaya memperkarakan justru menjadi bumerang membuka borok-borok pada diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa sederhana menyimpulkan bahwa peluang kemungkinan pernyataan Nazarudin itu benar (bukan bohong) lebih besar karena jika Nazarudin berbohong risikonya sangat besar dan tidak ada keuntungan yang didapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan sesungguhnya adalah kenapa Kaligis dengan sengaja membeberkan kebusukan itu ke hadapan publik. Saya kira Kaligis bukan pengacara amatir, dia bukan orang bodoh.  Saya yakin Kaligis sudah melakukan perhitungan matang, untung rugi dia membuat pernyataan seperti itu secara terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan apa yang bisa diambil dari kasus ini ?, sekali lagi membuktikan bahwa negeri ini adalah Negara Ajaib, bahkan seorang tersangka kasus korupsi dengan beraninya mengajukan tawaran kompromi langsung kepada Kepala Negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan kita kepada SBY adalah secara tegas memproses hukum Nazarudin, tidak peduli proses tersebut akan mengorbankan para pemimpin Partai Demokrat.  Jika SBY tidak tegas, jangan-jangan tuduhan Nazarudin memang benar, jangan-jangan memang ini Negeri Ajaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-519996334019952375?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/519996334019952375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/08/negara-ajaib-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/519996334019952375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/519996334019952375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/08/negara-ajaib-2.html' title='Negara Ajaib (2)'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-24196508402046787</id><published>2011-08-16T07:55:00.015+07:00</published><updated>2011-08-16T13:17:13.564+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Negara Ajaib</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5C670341%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;Sebetulnya saya senang menulis, itu sebabnya saya membuat blog ini. Dan karena syukur saya sebagai orang Indonesia, topik tentang Indonesia yg saya pilih menjadi thema. Masalahnya berita di negara ini hampir semuanya bukan berita yg menyenangkan membanggakan. Tapi&lt;br /&gt;sebaliknya lebih banyak yg membuat hati miris, prihatin, sedih campur marah dan geram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya saya juga jadi malas menulis, sebab apa yg saya tulis nantinya hanya akan berkisar soal kritik, kecaman, keprihatinan dst dst tentang Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita ingat-ingat berita apa saja yg muncul di Kompas minggu-minggu atau bulan-bulan terakhir ini, lebih banyak berita yg menyedihkan daripada yg menyenangkan. Salah satunya yang paling membuat hati saya miris adalah berita matinya seekor harimau Sumatra, beberapa hari kemudian ada lagi berita di Kompas, bhw 20 ekor harimau Sumatra mati setiap tahunnya. Tapi sudahlah untuk apa kita bicara tentang harimau, sedangkan manusianya saja tidak dihargai di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul posting ini saya cuplik dari komentar Onno W. Purbo di tweeternya, bahwa negara ini ajaib, karena orang bisa ditangkap polisi dan masuk penjara hanya karena tdk menyediakan buku manual berbahasa Indonesia untuk gadget yang dijualnya lewat kaskus. Sementara para koruptor kakap dibiarkan lalu lalang di depan hidung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Nasarudin, (Bendahara Umum Partai Golkar yg terlibat kasus korupsi Wisma Atlet Palembang), semakin mengukuhkan premis Onno Purbo bahwa ini negara ajaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaib betul, bahwa orang seperti Nasarudin yg sdh begitu jelas dan nyata melakukan tindak korupsi, bahkan terang-terangan melarikan diri ke negara lain, masih diakui eksistensinya oleh Partai Demokrat pimpinan SBY. Statusnya sebagai anggota DPR belum dicabut berarti ybs masih berhak mendapatkan gaji anggota DPR yg berpuluh juta itu.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt; &lt;u1:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/u1:smarttagtype&gt;&lt;u1:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/u1:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;u2:worddocument&gt;   &lt;u2:view&gt;Normal&lt;u2:zoom&gt;0&lt;u2:compatibility&gt;      &lt;u2:breakwrappedtables/&gt;      &lt;u2:snaptogridincell/&gt;      &lt;u2:wraptextwithpunct/&gt;      &lt;u2:useasianbreakrules/&gt;      &lt;u2:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/u2:browserlevel&gt;     &lt;/u2:compatibility&gt;    &lt;/u2:zoom&gt;   &lt;/u2:view&gt;  &lt;/u2:worddocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;Sewaktu Nasarudin ditangkap polisi Colombia, ajaib bin aneh bahwa pernyataan SBY yang muncul adalah :”...jaga keselamatan Nasarudin...”. Saya bertanya-tanya tidak habis pikir, kenapa hal itu yang menjadi pokok pemikiran SBY, jika keselamatan Nasarudin dikhawatirkan, tentu ada yang mengancamnya, lalu siapa yang mengancam..... Jika kita cermati pernyataan-pernyataan Nasarudin yang hampir semuanya memojokkan para petinggi Partai Demokrat yang dipimpin SBY, apakah logis jika kita simpulkan ancaman ke Nasarudin berasal dari jajaran Partai Demokrat ??......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;Bagi saya jauh lebih masuk akal jika SBY buat pernyataan seperti ini: ”....jaga ketat Nasarudin, jangan sampai melarikan diri, sita semua hasil korupsinya, periksa seluruh aliran dana korupsi yang disalurkan Nasarudin, tidak peduli ditujukan ke mana, bahkan ke Partai Demokrat sekalipun......” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;Ajaib bin tidak masuk akal berikutnya adalah upaya pemulangan Nasarudin ke Indonesia. Dengan alasan keamanan, pemerintah menggunakan pesawat charter untuk membawa Nasarudin ke Indonesia. Biaya yg dihabiskan tidak kurang dari Rp 4 Milyar. Pertanyaan saya pertama keamanan seperti apa yg dimaksud pemerintah. Kedua apakah dengan pesawat charter menjadi lebih aman (di aspek apa lebih aman). Ketiga apakah sebanding keamanan yg ingin dipastikan tadi dengan biaya yg harus dikeluarkan ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;Coba kita berandai-andai apakah Nasarudin seorang veteran pasukan komando yg mampu melumpuhkan penjaganya, atau mampu merakit bom untuk diledakkan di pesawat ? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Apakah dia berencana membajak pesawat yg akan membawanya ke &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt; ? &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;Dengan cara apa dia bisa membajak pesawat, hal tersebut tidak mungkin dilakukan sendiri toh ? Lho, apakah petugas polisi penjemput ada kemungkinan membelot (karena disuap) dan berbalik berupaya membebaskan Nasarudin ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Saya tidak menemukan relevansi alasan keamanan Nasarudin dengan penggunaan pesawat charteran seharga Rp 4 Milyar tersebut. Coba kita lakukan pengandaian yang lain......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Dengan pesawat charteran, suasana lebih nyaman, lebih relax, privat, tidak ada penumpang umum yang lain dan tidak dikenal. Pesawat charteran bisa berangkat sembarang waktu, bisa transit dimanapun (yang penting biaya OK). Suasana nyaman dan privat, orang menjadi lebih bebas berbicara, diskusi, tukar pikiran. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Peluang untuk membuat deal dan kesepakatan juga terbuka lebar....... tergantung apa yang mau diperjual-belikan, apakah harga disepakati.....&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;Itu hanya pengandaian saja, di Negara Ajaib konon apapun bisa terjadi dan itu sudah terbukti....... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-24196508402046787?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/24196508402046787/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/08/negara-ajaib.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/24196508402046787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/24196508402046787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/08/negara-ajaib.html' title='Negara Ajaib'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-2667063000996061353</id><published>2011-02-10T15:00:00.007+07:00</published><updated>2011-02-10T15:55:20.795+07:00</updated><title type='text'>"Allahu Akbar" oleh Gus Mus</title><content type='html'>Sedih rasanya setiap hari membaca berita tentang Indonesia, selalu hal-hal buruk yg mengemuka, mulai dari banjir, bencana alam, korupsi, Gayus, rekening Polri, KPK, kerusuhan lalu korupsi lagi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu terakhir berita tentang kekerasan antar umat beragama, bahkan sampai jatuh korban jiwa, lalu kasus Temanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin detail membahas kasus-kasus tersebut, saya hanya ingin share satu puisi doa karangan KH Mustofa Bisri (Gus Mus), kebetulan dikirim oleh seorang teman ke BB saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kutip seadanya dari BB tanpa mengubah apapun sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ALLAHU AKBAR&lt;br /&gt;oleh Simbah Kakung/Gus Mus&lt;br /&gt;(KH Mustofa Bisyri, Rembang)&lt;br /&gt;07 Februari 2011 jam 6:24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumuat kembali sajakku ini untuk kalian:&lt;br /&gt;Allahu Akbar!&lt;br /&gt;Pekik kalian menghalilintar&lt;br /&gt;Membuat makhluk-makhluk kecil tergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar! Allah Maha Besar! Urat-urat leher kalian membesar meneriakkan Allahu Akbar dan dengan semangat jihad nafsu kebencian kalian membakar apa saja yang kalian anggap mungkar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar, Allah Maha Besar! Seandainya 5 Milyar manusia penghuni bumi sebesar debu ini sesat semua atau saleh semua, tak sedikitpun akan mempengaruhi kebesaranNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keganasan kalian aku yakin kalian belum pernah bertemu Ar-Rahman Yang kasih sayangNya meliputi segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kau begitu berani mengatasnamakanNya ketika dengan pongah kau melibas mereka yang sedang mencari jalan menujuNya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kalau mereka memang pantas masuk neraka tidak kalian biarkan saja Tuhan mereka yang menyiksa mereka. Kapan kalian mendapat mandat dan wewenang dariNya untuk menyiksa dan melaknat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar!&lt;br /&gt;Syirik adalah dosa paling besar, Dan syirik yg paling akbar adalah mensekutukanNya dengan mempertuhankan diri sendiri. Dengan memutlakkan kebenaran sendiri.&lt;br /&gt;Laa ilaaha illaLlah!&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;2005&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-2667063000996061353?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/2667063000996061353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/02/allahu-akbar-oleh-gus-mus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2667063000996061353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2667063000996061353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2011/02/allahu-akbar-oleh-gus-mus.html' title='&quot;Allahu Akbar&quot; oleh Gus Mus'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-6607472496415069997</id><published>2010-12-08T13:16:00.003+07:00</published><updated>2010-12-08T13:24:37.770+07:00</updated><title type='text'>Saya Muak</title><content type='html'>Aku muak melihat wajahmu&lt;br /&gt;Aku muak mendengar pidatomu&lt;br /&gt;Aku tak tertarik membaca buku-bukumu dan mendengarkan musikmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku heran ketika kau permasalahkan monarki&lt;br /&gt;pada saat banyak hal lain perlu dapat prioritas, korupsi yang terjadi di depan hidungmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku muak baca berita, warung kecil hendak kau kenai pajak&lt;br /&gt;pada saat kau biarkan aparat pajakmu merajalela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendak kau kemanakan kami, jika sikapmu seperti itu&lt;br /&gt;mudah-mudahan mereka sadar telah salah memilihmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku muak lihat sikap marahmu pada kami&lt;br /&gt;sementara negara tetangga menginjak kepalamu, kau diam saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku muak mendengar keluhanmu dan tetesan air matamu&lt;br /&gt;air mata kami sudah kering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aku punya sekarang tinggal satu puisi kosong dengan sumpah serapah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-6607472496415069997?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/6607472496415069997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/12/saya-muak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6607472496415069997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6607472496415069997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/12/saya-muak.html' title='Saya Muak'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-6752140223812639307</id><published>2010-12-01T13:13:00.008+07:00</published><updated>2010-12-01T13:44:04.662+07:00</updated><title type='text'>Ngobama ?</title><content type='html'>Masih segar dalam ingatan, ketika Obama datang ke Indonesia belum lama ini. Konon sambutan publik sangat positif, memang Obama pandai menempatkan dirinya sesuai konteks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah syahdan Obama berkunjung ke kampus Universitas Indonesia di Depok dan memberikan orasi di depan ratusan mahasiswa dan sivitas akademika UI. Lalu terjadilah &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/2010/11/13/02454821/ngobama"&gt;&lt;strong&gt;dialog imajiner&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; karangan Budiarto Shambazi wartawan Kompas, ketika pada saat dialog, para hadirin mengajukan banyak pertanyaan ke Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cuplik curhat khayalan Shambazi di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Curhat pertama begini. ”Bapak dua kali membatalkan lawatan ke sini karena bencana kebocoran minyak Teluk Meksiko dan memperjuangkan RUU jaminan kesehatan. Kenapa para pemimpin/politisi kami malah ke luar negeri saat ada bencana di Wasior, Mentawai, dan Merapi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curhat nomor dua lain lagi. ”Bapak warga minoritas, tapi bisa jadi presiden. Kok bisa? Sukar dibayangkan itu terjadi di sini karena hampir semua etnis dan agama minoritas dimusuhi atau diserbu. Pemerintah berpangku tangan saja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang curhat nomor tiga. ”Pak, apa benar mau membantu pemberantasan korupsi? Kalau benar, tolong cepat-cepat kirim agen-agen FBI menyidik korupsi Century. Kalau bisa, kerja sama kemitraan strategis mencakup pula bantuan ahli-ahli AS mengurai banjir dan macet Jakarta!”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan ini hanya khayalan di dunia maya, saya ingin menambah curhatnya dengan uneg-uneg sebagai berikut:&lt;br /&gt;Uneg-uneg 4: &lt;em&gt;"Bagaimana sih pak Obama kiat bapak bisa bersikap tegas dalam mengambil keputusan, termasuk keputusan yg tidak populer di masyarakat, pada saat penduduk New York menolak rencana pembangungan Mesjid di Ground Zero, bapak dengan tegas menyatakan dukungan atas rencana tersebut. Di negara kami hal tersebut mustahil terjadi, pemimpin kami ragu-ragu bersikap dalam menyelesaikan berbagai kasus kekerasan atas nama agama di negeri kami"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uneg-uneg 5: &lt;em&gt;"Bagaimana sih kiat bapak bisa bersikap tegas pada staf bapak, contohnya pada saat panglima Anda di Afganistan bersikap tidak loyal bahkan mempertanyakan kebijakan Anda (Jendral Stanley Mc Chrystal), langsung Anda panggil dan tak lama kemudian Anda ganti. Pemimpin kami tidak pernah bersikap tegas seperti itu, bukannya membenahi malah mengeluhkan kinerja stafnya ke publik"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uneg-uneg 6: &lt;em&gt;"Ini pertanyaan pak, bagaimana pendapat bapak dengan pemimpin yg suka menangis di depan publik, perasaannya begitu halus dan mudah tersentuh, hingga menangis dan menitikkan air mata. Masalahnya menangis tinggal menangis, tidak ada solusi bagi rakyat. Apa saran bapak kepada kami bagaimana bersikap terhadap pemimpin seperti itu ?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;He he he sebetulnya masih banyak uneg-uneg kami yang lain, tapi karena keterbatasan tempat mungkin kami cukupkan sampai sekian dulu saja, jangan-jangan nanti pembaca malah menjadi muak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-6752140223812639307?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/6752140223812639307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/12/ngobama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6752140223812639307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6752140223812639307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/12/ngobama.html' title='Ngobama ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-5128726420988524154</id><published>2010-10-24T01:35:00.005+07:00</published><updated>2010-10-28T10:16:47.176+07:00</updated><title type='text'>Mahalnya sebuah kebodohan</title><content type='html'>Tentu hal yg lumrah dan wajar jika kita mengeluarkan biaya mahal dan banyak uang untuk menjadi pandai. Namun bagaimana jika biaya sangat mahal sudah dikeluarkan dan dikorbankan tapi hanya untuk suatu kesia-siaan, karena tidak ada perkembangan, tidak ada perubahan menuju ke arah yg lebih baik, tidakkah itu sebuat kebodohan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang pandai bisa saja melakukan hal bodoh, tapi saya kira hanya orang bodoh saja yg melakukan hal-hal bodoh dalam jangka waktu yg lama, berulang-ulang tanpa pernah bisa belajar, mengevaluasi diri dan introspeksi. Berarti bangsa kita bangsa yg bodoh ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan yg menyakitkan, tapi saya khawatir itu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-5128726420988524154?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/5128726420988524154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/10/mahalnya-kebodohan-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5128726420988524154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5128726420988524154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/10/mahalnya-kebodohan-indonesia.html' title='Mahalnya sebuah kebodohan'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-221385956809529278</id><published>2010-10-18T07:04:00.010+07:00</published><updated>2011-08-19T14:34:15.873+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Apa yang terjadi 1965 (4)</title><content type='html'>Ini adalah posting saya yang keempat menggunakan judul yg sama, terakhir tanggal &lt;a href="http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/07/apa-yang-terjadi-1965-3.html"&gt;29 Juli 2008 &lt;/a&gt;ketika saya membahas buku karangan &lt;a href="http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/07/apa-yang-terjadi-1965-3.html"&gt;John Roosa&lt;/a&gt;, yang belakangan dilarang beredar oleh Kejaksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini beredar buku baru karangan Julius Pour, wartawan Kompas. Saya coba cari buku tersebut di toko buku, tapi ternyata saya mendapatkan buku lain yg tidak kalah menariknya, buku karangan Asvi WarmanAdam berjudul "1965 Orang-orang dibalik Tragedi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini buku terbitan 2009, tidak terlalu baru, tapi yang lebih penting adalah apa info yg disampaikannya. Seperti kita tahu, setelah reformasi 1998, kita masuk dalam era informasi yg lebih terbuka, orang lebih berani berekspresi dan menyampaikan opininya. Sejalan dengan itu terbitlah banyak sekali buku yg membahas tragedi 1965. Uniknya setiap buku ini menampilkan opini atau teori yg berbeda tentang kasus 1965, sebagian pro versi pemerintah yang jelas-jelas menyalahkan PKI, sebagian lagi versi alternatif, ada juga yg menyalahkan Bung Karno. Disinilah saya kira kita perlu bersikap kritis, kita harus ekstra hati-hati mempelajari dan mendalami hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya ini, Warman Adam mencoba menampilkan beberapa kejanggalan yang ada pada beberapa buku yg membahas tragedi 1965, antara lain pada buku karangan Antoni CA Dake yg berjudul &lt;em&gt;Sukarno File, Berkas-berkas Sukarno 1965-1967, Kronologi Suatu Keruntuhan, terbitan Aksara Karunia, Jakarta 2005&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi saya ingin mengajak Anda untuk secara kritis mempelajari/menganalisa apa yg terjadi pada 1965.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa 1965 begitu penting ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena 1965 adalah satu momen waktu yg sangat penting dalam sejarah Indonesia modern. Ketika Indonesia mendadak berubah dari semula pemimpin gerakan non blok yg independen dan disegani menjadi murid yg patuh dari Blok Barat (baca: Amerika) yg kemudian secara perlahan-lahan terjebak dalam hutang dan korupsi dan akhirnya sekarang ini telah menjadi negara yg terpuruk dalam kemiskinan dan kebodohan dan dipandang sebelah mata oleh negara lain bahkan oleh negara yg dulu tidak diperhitungkan seperti Malaysia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-221385956809529278?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/221385956809529278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/10/apa-yang-terjadi-1965-4.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/221385956809529278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/221385956809529278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/10/apa-yang-terjadi-1965-4.html' title='Apa yang terjadi 1965 (4)'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-8128203821635234424</id><published>2010-09-20T13:58:00.009+07:00</published><updated>2010-09-22T13:18:01.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Presiden prihatin, rakyat apalagi !</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/TJmfjXvwD4I/AAAAAAAAAIM/3gnlTzbsY2o/s1600/komik.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519618248337788802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 184px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/TJmfjXvwD4I/AAAAAAAAAIM/3gnlTzbsY2o/s400/komik.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/TJmd3JZlIyI/AAAAAAAAAIE/zKirwt8gnIA/s1600/komik.JPG"&gt;&lt;/a&gt;Di harian Kompas, edisi Sabtu, 18 September 2010, presiden SBY menyampaikan keprihatinannya atas pemberantasan korupsi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pernyataan presiden tersebut sungguh aneh, karena dalam pemahaman saya, selaku presiden, justru SBY adalah salah satu orang yg paling bertanggung-jawab dalam pemberantasan korupsi di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang yg dapat saya amati, justru banyak kebijakan presiden yg tidak tegas dalam soal pemberantasan korupsi, misalnya bagaimana baru-baru ini presiden memberikan remisi hukuman kepada para koruptor kakap. Juga bagaimana dalam kasus Century dan perseteruan KPK-Polri presiden tidak bersikap tegas, padahal KPK sudah membuktikan kesungguhan dan prestasi luar biasa dalam memberantas korupsi. Perseteruan KPK-Polri justru menunjukkan kesan adanya rekayasa pemerintah untuk melemahkan KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir adalah kasus rekening gendut para Jenderal Polisi. Seperti kita tahu bahwa polisi sebetulnya yg menjadi harapan kita dalam memberantas korupsi. Seharusnya polisi berada di barisan terdepan dalam memberantas korupsi. Tapi kenyataan berbicara lain. Kasus rekening gendut menunjukkan bahwa polisi tidak transparan. Tidak transparannya polisi membuka peluang terjadinya penyimpangan. Dan penyimpangan itu adalah pelanggaran hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kurang tepat rasanya kalau presiden prihatin atas korupsi, lebih tepat presiden prihatin pada dirinya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-8128203821635234424?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/8128203821635234424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/09/presiden-prihatin-rakyat-apalagi.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/8128203821635234424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/8128203821635234424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/09/presiden-prihatin-rakyat-apalagi.html' title='Presiden prihatin, rakyat apalagi !'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/TJmfjXvwD4I/AAAAAAAAAIM/3gnlTzbsY2o/s72-c/komik.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-7334491128792972175</id><published>2010-09-14T13:12:00.005+07:00</published><updated>2010-09-14T13:45:14.394+07:00</updated><title type='text'>Adakah kepekaan dalam hati kita ?</title><content type='html'>Jika kita bicara Indonesia, kita bicara dalam konteks yg besar, satu negara, satu bangsa, satu tanah air. Sebuah negara dengan lebih dari 13.000 pulau dan (mungkin) 200 juta penduduk ?Indonesia sebagai sebuah wadah di mana kita hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebelum kita sampai ke dalam lingkup satu negara, terlebih dahulu kita harus punya kemauan dan kemampuan untuk bicara dalam lingkup yg kecil. Karena satu hal besar terbentuk atas banyak sekali perkara kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara hal kecil, kita harus punya kepekaan, karena sesuatu yg kecil biasanya tidak begitu tampak menyolok, suaranya lirih nyaris tak terdengar, sosoknya kecil hingga seolah-olah terinjak-injak oleh massa yg besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersentak membaca kisah tewasnya seorang tuna netra di depan Istana. Seorang tuna netra yang menunggu dari pagi hingga sore, bersama dengan puluhan atau ratusan orang lainnya, menunggu belas kasihan, menunggu rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sependapat dengan Ikrar Nusa Bakti yg menyampaikan opininya di Harian Seputar Indonesia, edisi 14 September 2010. Pokok pikiran Ikrar Nusa Bakti yg utama saya kira adalah bhw budaya membagi-bagi uang kepada rakyat jelata (seperti yg terjadi di Istana) sebetulnya sama saja dg melanggengkan feodalisme, menempatkan rakyat dlm posisi pihak tak berdaya yg perlu ditolong dan di lain pihak membutuhkan kebaikan, kemurahan hati dan belas kasihan sang pemberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini saya kira ada dua hal yg bisa menjadi permenungan:&lt;br /&gt;1. budaya memberi dengan pola seperti di atas di satu sisi memberi kesan bahwa sang pemberi adalah manusia berhati mulia&lt;br /&gt;2. di lain pihak pada saat yg sama, si pemberi tadi juga sekaligus "menipu" rakyat jelata, karena menampilkan dirinya sebagai sosok suci namun sebetulnya apa yg dilakukannya tidak mempunyai nilai apa-apa dibandingkan dengan yang seharusnya dia berikan kepada rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua ini akan semakin kentara jika sang pemberi sekaligus adalah juga penguasa. Penguasa yg punya wewenang, kekuatan, kekuasaan, legitimasi dan sederet otoritas yg lainnya.  Penguasa yg &lt;strong&gt;&lt;em&gt;jika dia bekerja dengan tulus&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; -misalnya memberantas korupsi- maka bisa memberikan kepada rakyatnya bukan hanya "angpau" Rp 100 ribu atau Rp 200 ribu untuk seorang tuna netra miskin yg menunggu dari pagi, namun dia bisa mengupayakan kesejahteraan untuk ratusan atau ribuar orang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-7334491128792972175?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/7334491128792972175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/09/adakah-kepekaan-dalam-hati-kita.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/7334491128792972175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/7334491128792972175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/09/adakah-kepekaan-dalam-hati-kita.html' title='Adakah kepekaan dalam hati kita ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-6801924033645794770</id><published>2010-09-10T06:15:00.004+07:00</published><updated>2010-09-14T13:11:56.791+07:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431H</title><content type='html'>Pada hari yg penuh berkah ini, saya ingin mengucap selamat hari raya Idul Fitri 1431 H, Mohon Maaf Lahir &amp;amp; Batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga ingi mengajak kita semua untuk merenungi hari raya ini, pertama-tama bukan dari sudut pandang agama tapi lebih dari aspek sosial ekonomi. Bahwa setiap hari raya Idul Fitri di Indonesia kita selalu melihat fenomena mudik. Jumlah pemudik yg terus meningkat dari tahun ke tahun, fasiltas angkutan para pemudik yg sangat tidak memadai, tingginya trafik mudik yg menyebabkan kemacetan berkilo-kilometer panjangnya dan tingginya kecelakaan dan korban tewas karena mudik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira sudah waktunya ini menjadi fokus perhatian pemerintah. Fenomena mudik ini sebetulnya menunjukkan kepada kita bhw hingga saat ini masih terjadi ketimpangan pembangunan antara desa dan kota.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah terbesarnya saya kira adalah:&lt;br /&gt;1. ketimpangan pembangunan terhubung langung dengan besarnya kesenjangan antara kaya dan miskin, rakyat miskin di pedesaan semakin terpinggirkan dan tidak punya kesempatan untuk memperbaiki nasib&lt;br /&gt;2. masalah di atas merembet ke masalah lain seperti arus urbanisasi tak terbendung, kota-kota besar menjadi terlalu padat, berujung ke kemacetan, polusi, angka kriminalitas tinggi, masalah kesehatan dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu ini bukan perkara mudah untuk mengatasinya, yg terpenting saya kira adalah adanya itikad baik yg tulus dari pemerintah untuk mensejahterakan rakyat, dan itu hanya bisa dicapai jika ada kesungguhan untuk memberantas korupsi.  Korupsi menghambur-hamburkan uang negara untuk kepentingan pribadi, itu harus dihentikan, uang negara tersebut seharusnya disalurkan kembali ke rakyat, terutama rakyat kecil untuk peningkatan kesehatan, pendidikan murah dsb.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-6801924033645794770?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/6801924033645794770/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431h.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6801924033645794770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6801924033645794770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431h.html' title='Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431H'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-425123700803225326</id><published>2010-09-08T16:24:00.010+07:00</published><updated>2010-09-08T17:25:17.927+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Halo Polisi (2) ?</title><content type='html'>Iseng-iseng saya amati, sejak blog ini saya terbitkan tahun 2006 isu yang paling menarik dalam blog ini adalah yang terkait dengan polisi. Indikasi terlihat dari:&lt;br /&gt;1. report dari google/analytics&lt;br /&gt;2. komentar yg masuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi banyak kritik cukup keras dari masyarakat pembaca, di lain sisi ada krisis kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian yang sekaligus memperlihatkan sebetulnya betapa besar harapan masyarakat terhadap polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira itu suatu hal yg sangat masuk di akal, karena tentu orang berharap akan hidup yang aman dan nyaman, orang butuh perlindungan, masyarakat mengharapkan adanya kepastian hukum dan ... keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, kita sendiri melihat bagaimana kinerja atau performansi pihak kepolisian. Polisi yg seharusnya melindungi dan melayani (seperti slogan yg tertera di mobil patrolinya), dalam kenyataannya jauh sekali dari citra seperti itu. Kesan yg muncul justru seringkali polisi lebih dilihat sebagai "pemeras" atau "oknum pungli". Yang paling parah adalah kesan bhw aparat kepolisian bersekongkol dengan penguasa atau pengusaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kasus yang terjadi semakin menguatkan citra itu, saya sebut saja:&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2010/06/29/brk,20100629-259301,id.html"&gt;kasus rekening gendut para Jenderal Polisi &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://id.news.yahoo.com/antr/20100907/tid-polisi-terduga-pemeras-segera-jalani-f9ffe45.html"&gt;kasus pemerasan oleh 7 oknum polisi terhadap tersangka narkoba yg ternyata polisi yg sedang menyamar &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. kasus pengadilan ketika tiba-tiba pihak polisi menyatakan tdk punya rekaman pembicaraan tersangka&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2009/11/10/15232262/Williardi.Akui.Dapat.Petunjuk.Atasan..Antasari.Terharu"&gt;kasus rekayasa pada pengadilan Antasari Azhar dimana Komisaris Polisi Wiliardi Wizard mengaku dipaksa membuat kesaksian palsu yang memberatkan Antasari &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kasus di atas mungkin masih ada ratusan atau ribuan kasus lainnya, termasuk kisah-kisah yg Anda alami sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat beberapa tahun yang lalu, saya mematri kaca mata saya yg patah ke seorang tukang emas di seberang terminal Pasar Senen. Waktu itu di seberang terminal Senen berjejer cukup banyak kios tukang emas yang melayani jual beli emas dan melebur emas. Sementara saya menunggu kaca mata saya dipatri, tiba-tiba datang seseorang terengah-engah dan tergopoh-gopoh habis berlari, menyerahkan kalung dan gelang emas minta dilebur. Pada awalnya saya tidak sadar, belakangan baru saya tahu bhw orang tersebut adalah penjambret yg baru saja melebur emas hasil rampasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak masuk akal bagi saya bhw kegiatan itu tidak diketahui polisi, bhw jajaran tukang emas di seberang terminal Senen itu sebetulnya "satu ekosistem kejahatan" dengan para pencopet dan penjambret yg beroperasi di terminal Senen. Jika polisi punya itikad baik dan tulus memberantas kriminalitas tentu tidak sulit menggrebek para tukang emas yg berfungsi sebagai tukang tadah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kisah nyata yg saya alami sendiri beberapa tahun lalu, mungkin Anda pembaca punya pengalaman yg lain....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya adalah bagaimana kita bisa berharap lingkungan kita aman, bagaimana kita berharap ada kepastian hukum, bagaimana kita berharap Indonesia bisa maju bebas dari korupsi jika aparat penegak hukum yang seharusnya berada di posisi terdepan justru menjadi pelaku atau otak atau bersekongkol dengan penjahat itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan Indonesia akan seperti ini, wallahualam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-425123700803225326?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/425123700803225326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/09/halo-polisi-2.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/425123700803225326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/425123700803225326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/09/halo-polisi-2.html' title='Halo Polisi (2) ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-6795977419890819019</id><published>2010-08-31T16:16:00.005+07:00</published><updated>2010-08-31T16:36:46.300+07:00</updated><title type='text'>Apa yang Anda pikirkan, Tuan ? (2)</title><content type='html'>Posting saya yg terakhir sebelum ini dengan judul yg sama, membuat saya merasa surprised. Pertama karena ada yg memberi komentar, meski dengan nada sinis, terima kasih kepada Sdr. yella ojrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, karena ada satu artikel di Harian Kompas edisi Senin, 30 Agustus 2010 yg menguatkan opini saya. Artikelnya berjudul Diplomasi Tumpul, ditulis oleh Kiki Syahnakri (Letnan Jenderal Purnawirawan, Ketua Bidang Pengkajian Persatuan Purnawirawan AD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ringkasnya saya kutip saja paragraf ketiga dari terakhir dari tulisan Jenderal Syahnakri sbb:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dalam kasus aktual dengan Malaysia, tidak bisa lagi kebijakan dan langkah penanganan diserahkan kepada para pejabat kementerian yang justru saling menampik dan menyalahkan. Lemahnya koordinasi antarpejabat tinggi justru menguak kelemahan bangsa dan negara keluar. &lt;strong&gt;Saatnya Presiden sebagai kepala negara tampil menunjukkan kewibawaan bangsa, menunjukkan sikap dengan tak sekadar mengedepankan kesantunan berkata- kata, tetapi juga penuh ketegasan, kejelasan, ketajaman, dan kekuatan karakter.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Paragraf terakhir dari tulisan Jenderal Syahnakri juga menarik bagi saya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketiga, perlu sungguh-sungguh melakukan pembenahan di dalam negeri, terutama peningkatan kekuatan pertahanan, setidaknya pemerkuatan pengamanan di wilayah perbatasan dengan Malaysia. Perlu percepatan untuk memodernisasi alutsista militer kita karena sudah tertinggal jauh dibandingkan negara tetangga sehingga tidak lagi memancarkan deterrent power.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Paragraf terakhir ini perlu digaris-bawahi, peningkatan kekuatan pertahanan hanya bisa dilakukan jika negara punya cukup kekuatan ekonomi. Dan kekuatan ekonomi hanya bisa dicapai jika sumber-sumber daya alam dan sumber-sumber ekonomi kita dikelola dengan baik dan bersih, dan bukan dengan korupsi, kolusi dan penyalahgunaan kekayaan negara untuk kepentingan sekelompok elite penyelenggara negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tanggapan Anda, Tuan ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-6795977419890819019?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/6795977419890819019/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/08/apa-yang-anda-pikirkan-tuan-2.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6795977419890819019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6795977419890819019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/08/apa-yang-anda-pikirkan-tuan-2.html' title='Apa yang Anda pikirkan, Tuan ? (2)'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-5975096882791222638</id><published>2010-08-27T13:07:00.008+07:00</published><updated>2010-08-27T14:04:06.144+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Apa yang Anda pikirkan, Tuan ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/THdbzMi5iAI/AAAAAAAAAHk/6LacVhWU-rg/s1600/SBY2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509973604210149378" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 250px; CURSOR: hand; HEIGHT: 250px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/THdbzMi5iAI/AAAAAAAAAHk/6LacVhWU-rg/s320/SBY2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Kadang-kadang saya berandai-andai, apa sih yang dipikirkan oleh Presiden kita pak SBY. Apa yang menjadi fokus pikirannya, apa yg menjadi keprihatinannya. Bagaimana opini beliau, misalnya melihat daya saing industri lokal kita yg semakin merosot dengan diterapkannya ACFTA (ASEAN China Free Trade Area). Atau misalnya bagaimana reaksi beliau terhadap maraknya ledakan tabung gas, yg sudah merenggut nyawa puluhan orang. Atau misalnya tentang seorang bocah yg nekat bunuh diri karena ingin sekolah tapi orang tuanya tidak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu banyak pertanyaan saya tidak terjawab, karena tidak mungkin Presiden memberikan pernyataan atas seluruh isu yg beredar di masyarakat. Tapi menurut saya ada sejumlah isu yg sangat krusial yg harus ditanggapi langsung oleh Presiden, misalnya (sekali lagi menurut saya) isu rekening gendut para Jenderal Polisi. Kenapa harus Presiden turun tangan ? karena tidak ada satupun institusi hukum di Indonesia yg punya wewenang dan keberanian untuk mengusut kasus ini. Di lain pihak kasus ini tetap harus diusut, karena Polisi sekalipun tidak berdiri di atas hukum. Sekali lagi menurut saya, Presiden harus turun tangan, karena hanya beliau yg secara hukum berwenang, karena POLRI berada dibawah Presiden dan bertanggung-jawab kepada Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu lain misalnya adalah sengketa Indonesia - Malaysia. Sekali lagi menurut saya Presiden harus menunjukkan sikapnya. Kenapa ? Karena persoalan Indonesia - Malaysia ini sudah menyangkut harga diri bangsa Indonesia, bertahun-tahun kita dilecehkan dan diinjak-injak oleh Malaysia, dan kita diam saja ? Tidak cukup hanya DEPLU yg membuat pernyataan protes, jika perlu tarik sementara Duta Besar Indonesia dari Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering saya berharap-harap Presiden SBY mengeluarkan pernyataan tegas atas berbagai isu penting menyangkut bangsa ini, tapi harapan saya menjadi harapan kosong saja. Alih-alih menyatakan sikapnya, Presiden SBY (mungkin) malah asyik menggubah lagu memetik gitar, atau menerbitkan buku untuk anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Presiden berpikir semakin menjadi tanda tanya bagi saya ketika membaca berita di Kompas, tanggal 24 Agustus 2010, Presiden SBY menilai para menterinya lambat merespons isu yg berkembang di masyarakat. Demikian antara lain ditulis oleh Kompas: &lt;em&gt;Presiden meminta para menteri tidak tinggal diam, bersembunyi, atau tak mau repot untuk menjelaskan kebijakan pemerintah yang harus mereka pertanggungjawabkan. Presiden mengingatkan, tak semua isu harus dijelaskan Presiden. Sebagian isu akan lebih tepat dijelaskan dan dikomunikasikan menteri kepada masyarakat. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju bahwa tidak semua isu harus dijelaskan oleh Presiden. Tapi saya kira Presiden juga harus terlebih dahulu kritis dan peka. Ada isu-isu tertentu yang bahkan seorang menteripun tidak akan berani berkomentar, karena memang bukan menjadi otoritasnya. Jika mereka berani berkomentar justru akan menjadi tanda tanya karena dinilai melewati batas kewenangannya. Itulah isu Rekening Jenderal Polisi dan sengketa Indonesia - Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Tuan membaca posting ini, apa yang Anda pikirkan, Tuan ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-5975096882791222638?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/5975096882791222638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/08/apa-yang-anda-pikirkan-tuan.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5975096882791222638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5975096882791222638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/08/apa-yang-anda-pikirkan-tuan.html' title='Apa yang Anda pikirkan, Tuan ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/THdbzMi5iAI/AAAAAAAAAHk/6LacVhWU-rg/s72-c/SBY2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-4992663010884867520</id><published>2010-08-23T14:02:00.013+07:00</published><updated>2010-08-24T12:41:22.647+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Dibutuhkan Itikad Baik yang Tulus</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/THNbcz9nsHI/AAAAAAAAAHU/qd1FZ3N43pA/s1600/timun_080810-2.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508847319747375218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 180px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/THNbcz9nsHI/AAAAAAAAAHU/qd1FZ3N43pA/s400/timun_080810-2.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/THNbFm4CbcI/AAAAAAAAAHE/qZVHEnmB2I4/s1600/timun_080810-2.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/THNacT6ozLI/AAAAAAAAAG8/dJhVxVLb5YI/s1600/timun_080810-2.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/THNZkFd2zdI/AAAAAAAAAG0/rhexGlAkvIM/s1600/timun_080810.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika Anda tinggal di Jakarta, tentu Anda akan merasakan sendiri betapa saat ini kondisi lalu lintas di Jakarta sungguh tidak layak. Kemacetan terjadi hampir di semua tempat dan sudah sampai pada level yang "tidak masuk di akal".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak masuk di akal" dalam arti bahwa tidak dapat dimengerti bahwa tingkat kemacetan sudah sampai seburuk ini tapi masih belum ada tindakan nyata dari Pemerintah. Solusi Bus TransJakarta dengan jalur khusus yg disebut Busway, menurut saya tidak banyak membantu, malah menambah kemacetan. Karena jalur yg digunakan busway bersifat dedicated, tidak boleh lagi digunakan kendaraan umum atau pribadi lainnya. Di lain pihak, jumlah busnya juga tidak cukup banyak, penumpang berjubel, dan ... tentunya membuat jalan yg sdh dialokasikan untuk busway menjadi tidak terutilisasi secara efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita telaah lebih jauh, kerugian yg ditimbulkan akibat kemacetan sungguh besar, mulai dari pemborosan energi BBM, polusi udara, tingginya kecelakaan dsb. Koran Seputar Indonesia edisi 9 Agustus 2010 menyebut bhw menurut studi Yayasan Pelangi pada 2005, angka &lt;strong&gt;kerugian ekonomi yg diderita akibat kemacetan di Jakarta senilai Rp 12,8 Trilyun pertahun&lt;/strong&gt; yg mencakup nilai waktu, biaya bahan bakar dan biaya bahan bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada edisi yg sama, Seputar Indonesia menyebutkan bahwa dibutuhkan "kebijakan yg radikal untuk mengatasi kemacetan di Jakarta". Saya tidak sependapat dg gagasan ini, menurut saya yang dibutuhkan adalah "itikad baik yg tulus", sesederhana itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itikad baik yg tulus" adalah satu hal yg sederhana saja tapi datang dari dalam hati yg tulus dengan niat mulia untuk mengatasi satu masalah yg dihadapi bersama. Tidak dibutuhkan aturan macam-macam atau teknologi yg canggih, tidak perlu monorail segala macam. Sudah jelas bahwa solusi masalah kemacetan ini adalah penyediaan transportasi massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah transportasi massal type apa yg layak di Jakarta ?. Kereta bawah tanah jelas tidak mungkin karena biayanya kelewat tinggi. Apakah monorail cocok ? saya tidak yakin, selain teknologinya baru bagi kita, kereta monorail juga belum bisa diproduksi sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita tidak berpikir untuk mengoptimalkan teknologi KRL yg sdh digunakan saat ini untuk jalur Jakarta-Bogor-Bekasi ? selain teknologinya sederhana, kita sudah mampu memproduksi sendiri kereta ini. Pengadaan kereta produksi dalam negeri selain akan mendorong tumbuhnya industri lokal, juga akan banyak menghemat devisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada edisi tersebut, Seputar Indonesia juga menyebutkan bhw &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;angka pertambahan kendaraan bermotor di Jakarta adalah 240 unit mobil dan 890 unit sepeda motor setiap hari&lt;/span&gt;.&lt;/strong&gt; Saya kira ini satu angka yg mengerikan, bagaimana dapat dibayangkan kondisi lalu lintas di Jakarta satu, dua atau tiga tahun ke depan ? Tidakkah pemerintah tergerak hatinya untuk segera mengambil langkah antisipasi ? tidak perlu jauh-jauh studi busway ke Bogota atau menggunakan monorail seperti di Bangkok, cukuplah menggunakan teknologi sederhana dan kereta listrik buatan Madiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi yg dibutuhkan adalah itikad baik yang tulus.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-4992663010884867520?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/4992663010884867520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/08/dibutuhkan-itikad-baik-yang-tulus.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/4992663010884867520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/4992663010884867520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/08/dibutuhkan-itikad-baik-yang-tulus.html' title='Dibutuhkan Itikad Baik yang Tulus'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/THNbcz9nsHI/AAAAAAAAAHU/qd1FZ3N43pA/s72-c/timun_080810-2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-1075420977686184005</id><published>2010-07-29T11:13:00.003+07:00</published><updated>2010-07-29T13:30:20.113+07:00</updated><title type='text'>Quo Vadis Polisi Indonesia ?</title><content type='html'>Quo Vadis Polisi Indonesia, Mau kemana polisi Indonesia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bicara bagaimana memberantas kejahatan, salah satu kata kuncinya adalah polisi. Seperti ungkapan: "Jika mau menyapu, pastikan dulu sapunya bersih, tentu jika sapunya kotor, alih-alih menjadi bersih, lantai malah jadi tambah kotor".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/2010/07/12/03071695/memberantas..korupsi..polisi"&gt;Memberantas korupsi Polisi&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-1075420977686184005?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/1075420977686184005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/07/quo-vadis-polisi-indonesia.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/1075420977686184005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/1075420977686184005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/07/quo-vadis-polisi-indonesia.html' title='Quo Vadis Polisi Indonesia ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-7741540188245251513</id><published>2010-06-08T11:02:00.010+07:00</published><updated>2010-06-08T11:42:59.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Saya tidak bangga dengan Sri Mulyani</title><content type='html'>Terkait dengan pengangkatan Sri Mulyani menjadi salah satu Direktur Bank Dunia yg berkantor di New York, banyak orang Indonesia yg bangga, tidak terkecuali Presiden SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sepakat bahwa bukan hal mudah untuk bisa menjadi Direktur di Bank Dunia, tentu dibutuhkan keahlian, kompetensi dan pengalaman, yang tidak hanya diakui di Indonesia tapi juga di tingkat internasional. Kita juga tentu sepakat bahwa sangat sedikit orang di Indonesia yang mampu mencapai tingkatan kemampuan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pokok persoalan bukan di situ, banyak orang pandai di negeri ini, doktor lulusan luar negeri jumlahnya tak terhitung, tapi seberapa banyak yg benar-benar peduli dengan Indonesia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Sri Mulyani, banyak hal tidak pantas terkait dengan pernyataan, sikap atau kebijakan beliau pada saat masih menjabat sebagai Menteri Keuangan.&lt;br /&gt;1. kasus mafia pajak di Departemen Keuangan&lt;br /&gt;2. skandal Bank Centuty&lt;br /&gt;3. pernyataan Sri Mulyani tentang menarik pajak dari orang kaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait kasus mafia pajak pasca penangkapan Gayus Tambunan, saya belum melihat adanya tindakan nyata dan tegas dari Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan. Lebih menyakitkan lagi melihat fakta bahwa standar gaji di Departemen Keuangan sdh dibuat jauh lebih tinggi dibanding instansi lain untuk mencegah korupsi, nyatanya kasus korupsi masih terjadi. Selain itu tidak masuk akal bahwa seorang Gayus dari Golongan III.A bisa melakukan tindakannya secara independen, pastilah melibatkan banyak pejabat di level yg lebih tinggi. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaannya: tindakan tegas apa yg sudah dilakukan Sri Mulyani untuk memberantas mafia pajak ini ?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terkait Bank Century, proses penyelidikan belum selesai atau malah belum dimulai ? hasil penyelidikan awal oleh Pansus DPR menyimpulkan bahwa kasus ini perlu ditindaklanjuti secara hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir adalah pernyataan Sri Mulyani yang dimuat di &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/14/04512252/sri.mulyani.sulit.tarik.pajak.dari.orang.kaya."&gt;Kompas, 14 Mei 2010, bahwa sulit menarik pajak dari orang kaya&lt;/a&gt;. Bagi saya ini pernyataan tidak bertanggung-jawab dan menyakitkan. Apa maksud Sri Mulyani dengan pernyataan ini ?, apakah dia bermaksud mengatakan bahwa menarik pajak dari orang miskin itu mudah, karena orang miskin bodoh dan tidak berdaya, tidak mampu membayar/menyuap mafia pajak. Jadi orang miskin dan melarat yang hidupnya sudah sengsara itu wajib membayar pajak jika tidak mau berurusan dengan hukum. Sedangkan orang kaya tidak perlu khawatir karena dengan uangnya yang banyak itu bisa ber-kongkalikong dengan mafia pajak untuk dibebaskan dari kewajiban pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pernyataan Sri Mulyani ini kita bisa menyimpulkan macam-macam:&lt;br /&gt;1. Sri Mulyani bisa saja &lt;strong&gt;&lt;em&gt;tidak peduli&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dengan kondisi dimana orang miskin tanpa kecuali wajib membayar pajak, orang kaya bisa bebas pajak, tergantung kesepakatan dengan mafia pajak&lt;br /&gt;2. Sri Mulyani &lt;strong&gt;&lt;em&gt;tidak mampu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; mengatasi dan mengendalikan mafia pajak yg bercokol di Departemen Keuangan yg dia pimpin&lt;br /&gt;3. Sri Mulyani &lt;strong&gt;&lt;em&gt;tidak mau&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; mengatasi dan memberantas mafia pajak di Departemen Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika yang pertama yg terjadi berarti Sri Mulyani tidak punya hati, tidak punya belas kasihan dan tidak punya rasa keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika yang kedua yang terjadi berarti Sri Mulyani tidak punya keberanian, tidak mampu, tidak sanggup menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika yang terakhir yg terjadi, hal ini menimbulkan pertanyaan baru, kenapa tidak mau ?, apakah Sri mendapat keuntungan dari kondisi itu ? apakah Sri merupakan bagian dari Mafia Pajak ?, atau ada kekuatan lain yg lebih besar lagi yg mengendalikan Sri ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan fakta-fakta di atas, apakah Anda masih akan bangga dengan Sri sebagai salah satu putri terbaik bangsa ini ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-7741540188245251513?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/7741540188245251513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/06/saya-tidak-bangga-dengan-sri-mulyani.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/7741540188245251513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/7741540188245251513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/06/saya-tidak-bangga-dengan-sri-mulyani.html' title='Saya tidak bangga dengan Sri Mulyani'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-5723143541400926169</id><published>2010-03-31T17:20:00.006+07:00</published><updated>2010-03-31T17:41:28.760+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Hidup'/><title type='text'>Gajah... oh Gajah...</title><content type='html'>Entah kenapa saya punya kecintaan tersendiri pada hewan gajah. Hewan yg bagi saya memberi kesan kuat tapi lembut..... Yang patut disyukuri adalah bahwa gajah ini adalah salah satu jenis hewan yg banyak terdapat di Indonesia, tapi jumlahnya terus menyusut karena kejahatan dan keserakahan manusia Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita di &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/31/03500822/Sudah.Empat.Gajah.Mati."&gt;Kompas, hari Rabu ini, 31 Maret 2010 &lt;/a&gt;mengejutkan saya, selama bulan Maret ini saha empat gajah telah mati: satu di Pusat Latihan Gajah di Minas, Riau dan sisanya di Taman Nasional Tesso Nilo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita ini mengingatkan pada posting serupa tahun &lt;a href="http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/06/duka-cita-atas-pembunuhan-gajah-kapan.html"&gt;7 Juni 2009&lt;/a&gt; lalu. Sedih rasanya hati ini melihat hewan-hewan yg langka dan tak bersalah ini terus dibantai manusia serakah yg tak pernah belajar bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan saya masih sama dengah setahun yang lalu, kapankah kita bisa mensyukuri kekayaan alam ini, kapankah kita bisa menghargai kemurahan dan kelimpahan yg sudah dianugerahkan Allah kepada negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, aparat pemerintah, aparat keamanan dan kepada semua yg berwenang, dimanakah kepedulian Anda semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berandai-andai, jika uang Rp 25 Milyar yg dikorupsi oleh Gayus Tambunan dan rekan-rekan digunakan untuk mengelola, merawat dan memelihara gajah-gajah di Sumatra, mungkin gajah-gajah ini akan bisa hidup dan berkembang biak dengan baik, sehingga anak cucu kita kelak berkesempatan untuk melihat gajah hidup bukan hanya di dalam foto atau film saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-5723143541400926169?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/5723143541400926169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/03/gajah-oh-gajah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5723143541400926169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5723143541400926169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/03/gajah-oh-gajah.html' title='Gajah... oh Gajah...'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-8799359283568057147</id><published>2010-03-30T17:20:00.008+07:00</published><updated>2010-03-30T17:47:29.552+07:00</updated><title type='text'>Membayar Pajak ?</title><content type='html'>Hari Senin kemarin tanggal 30 Maret 2010 saya ke Kantor Pajak untuk menyerahkan SPT tahunan. Masuk ke kantor pajak yg gedungya cukup megah dan bagus. Di dalam saya lihat beberapa orang antri menunggu giliran mengurus SPT. Jika saya lihat sepintas orang-orang yg antri tersebut kelihatannya bukan dari kalangan berduit/kaya. Penampilan sederhana seadanya, mungkin gajinya juga tidak seberapa. Saya salut pada mereka di jaman yg serba susah seperti ini, masih mau punya kesadaran tinggi untuk menyisihkan gajinya untuk membayar pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda dengan saya yg pajak penghasilan sudah dibayarkan langsung oleh perusahaan ke Kantor Pajak, orang-orang ini punya kesadaran tinggi untuk membayar pajak. Trenyuh rasanya hati ini melihat ketulusan orang-orang ini membayar pajak, jika kita bandingkan dengan para oknum pajak, aparat dan pemerintah yg dengan sewenang-wenang menyalahgunakan uang negara untuk kepentingan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah keadilan, jika kita yg bekerja susah payah sebagai karyawan setiap tahun harus membayar pajak, dipotong dari gaji yg tidak seberapa, dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan besar yg pendapatannya milyaran, dan gaji eksekutifnya puluhan juta rupiah perbulan, tapi &lt;em&gt;ngemplang&lt;/em&gt; pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah keadilan jika seorang oknum pajak bernama Gayus Tambunan, pegawai golongan IIIA berusia 30 tahun, yg gajinya &lt;em&gt;"hanya"&lt;/em&gt; Rp 12 juta perbulan tapi punya rumah seharga milyaran rupiah di Kelapa Gading dibiarkan kabur ke Singapura, padahal didakwa terlibat korupsi senilai Rp 25 Milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah ketegasan dan rasa keadilan Kapolri, pada saat Susno Duadji melaporkan adanya dugaan korupsi yg dilakukan sejumlah Jenderal Polisi bersama dengan Gayus Tambunan, justru Susno yg diperiksa dengan tuduhan melanggar aturan disiplin internal Polri, sementara Gayus dibiarkan melenggang ke Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah ketegasan Presiden SBY melihat kinerja kepolisian yg seperti itu, setelah kasus KPK dan Bank Century yang sekarang malah tenggelam. Tidakkah pak SBY tergerak hatinya untuk mengambil tindakan tegas dan berani untuk melakukan pembersihan institusi kepolisian dari oknum-oknum Jenderal tak bertanggung-jawab ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih layakkah kita membayar pajak di negeri ini ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-8799359283568057147?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/8799359283568057147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/03/membayar-pajak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/8799359283568057147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/8799359283568057147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/03/membayar-pajak.html' title='Membayar Pajak ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-6859644805079674484</id><published>2010-02-10T13:08:00.008+07:00</published><updated>2010-02-10T15:42:59.130+07:00</updated><title type='text'>Punya Pesawat Kepresiden Sendiri Lebih murah ?</title><content type='html'>Belum jelas nih, apakah keinginan pemerintah memiliki pesawat kepresidenan sendiri itu didasari pada gaya hidup mewah atau memang pertimbangan ekonomis ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudi Silalahi mengatakan bahwa &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2010/02/04/brk,20100204-223643,id.html"&gt;membeli pesawat kepresidenan akan menghemat pengeluaran sebesar Rp 100 Milyar&lt;/a&gt;. Hitungan sederhananya seperti ini: harga sewa pesawat Rp 180 Milyar pertahun jadi untuk 5 tahun butuh Rp 900 Milyar, sedangkan harga pesawat US $ 85,4 Juta atau sekitar Rp 800 Milyar. Sehingga untuk kurun waktu 5 tahun, kita bisa berhemat Rp 100 Milyar dan pesawat masih bisa dipakai oleh presiden berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menghitung Sudi sepintas kelihatannya betul tapi sesungguhnya kurang tepat. Secara mikro atau dalam jangka pendek, mungkin benar, tapi secara makro atau jangka panjang masih bisa diperdebatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, jika sewa pesawat, pemerintah menyewanya dari Garuda yg adalah perusahaan milik pemerintah, membayar pajak dan dividen ke pemerintah selaku pemilik saham. Artinya tidak ada istilah rugi di sini, karena bisa diibaratkan uang yg dibayarkan untuk sewa sekedar berpindah kantung saja dari anggaran kepresidenan masuk sebagai pendapatan Garuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, jika membeli pesawat, sudah pasti membelinya dari perusahaan luar negeri, mungkin Boeing atau Airbus. Justru di sini uang yg dikeluarkan pemerintah mengalir ke luar negeri, bukan ke kantung milik perusahaan sendiri. Meskipun dalam jangka waktu 5 tahun, total uang yang dikeluarkan lebih sedikit tapi uang tersebut mengalir ke Boeing atau Airbus. Sedangkan bila menggunakan pola sewa, uang sewa yg dikeluarkan bisa jadi lebih besar tapi mengalir masuk ke perusahaan milik sendiri yaitu Garuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, dengan pola sewa biaya Rp 180 Milyar bertahun tentunya sudah bersifat nett/bersih. Bagaimana dengan pola membeli, selain biaya pembelian sebesar Rp 900 Milyar tentu ada biaya lain seperti biaya awak pesawat, bahan bakar, pemeliharaan, suku cadang, sewa hanggar dan sebagainya. Apakah komponen biaya ini sudah dihitung oleh Sudi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat&lt;/strong&gt;, seberapa tinggi intensitas presiden melakukan perjalanan dengan pesawat terbang ? seminggu sekali ?, sebulan sekali ?, hal ini tentu juga harus dipertimbangkan. Tentu harus diperhatikan juga bagaimana status pesawat pada saat tidak digunakan oleh presiden ?, apakah akan diparkir saja di hanggar ? Jika menggunakan pesawat sewa tidak akan muncul isu seperti ini, pesawat sewa adalah pesawat yg sehari-hari dioperasikan oleh Garuda, sehingga tentu bersifat produktif (ada penggunaan). Sedangkan pesawat kepresidenan jika presiden tidak ada perjalanan keluar maka pesawat hanya akan menganggur saja diparkir di hanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada mempertimbangkan hal ini, tidakkah lebih baik pemerintah fokus pada hal lain yang jauh lebih penting, misalnya bagaimana strategi menghadapi serbuan produk China paska diberlakukannya ACFTA ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-6859644805079674484?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/6859644805079674484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/02/punya-pesawat-kepresiden-sendiri-lebih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6859644805079674484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6859644805079674484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/02/punya-pesawat-kepresiden-sendiri-lebih.html' title='Punya Pesawat Kepresiden Sendiri Lebih murah ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-7659357698851211264</id><published>2010-02-05T09:00:00.012+07:00</published><updated>2010-02-05T14:23:02.711+07:00</updated><title type='text'>Karakter Manusia Indonesia</title><content type='html'>Seperti apakah karakter manusia Indonesia ? Apakah ada yg bisa menjawab ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mochtar Lubis pernah mencoba menjawab pertanyaan ini 33 tahun yang lalu, rumusan Lubis kemudian dibukukan dengan judul "Manusia Indonesia"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya, Lubis menyebutkan ada enam ciri karakter manusia Indonesia yaitu: 1. hipokritis alias munafik, 2. segan bertanggung-jawab, 3. berjiwa feodal, 4. percaya takhayul, 5. artistik, 6. watak lemah, karakter kurang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin akan kecewa pada Lubis karena dari 6 penilaiannya, mayoritas bersifat negatif. Saya sendiri tidak terlalu kecewa atau "kurang senang" atas penilaian Lubis. Siapapun boleh saja melakukan hal seperti itu. Penilaian itu juga belum tentu valid dan menggambarkan mayoritas manusia Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijinkanlah saya juga membuat penilaian atas manusia Indonesia, dari hasil pengamatan saya selama ini. Supaya tidak terlalu luas, saya batasi hanya terhadap para penyelenggara negara seperti anggota DPR, polisi, pejabat pemerintah, tentara dsb. Dari batasan tersebut jelas tidak termasuk para buruh, rakyat miskin, rakyat di pelosok pedalaman, para karyawan, pengusaha dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh-jauh saya coba berangkat dari tulisan Mochtar Lubis, ternyata selain 6 ciri yg sdh disebutkan di atas, Lubis masih menyebutkan ciri-ciri lainnya. Saya meng-kombinasikan apa yg dikatakan Lubis dengan pendapat saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;: manusia Indonesia cenderung boros, lebih suka rumah mewah, mobil mewah, pesta besar, barang luar negeri dsb. Saya kira ini cocok sekali dengan fakta yg kita lihat saat ini, bagaimana para menteri disediakan mobil Toyota Crown Royal Saloon seharga Rp 1,2 Milyar. &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/05/05373782/mobil.baru.gubernur.dan.wakilnya..rp.56.miliar"&gt;Gubernur Kalimantan Timur dan Wakilnya menggunakan mobil dinas Toyota Land Cruiser VXV8 seharga total Rp 5,6 Milyar&lt;/a&gt;. Dua kasus yg saya sebutkan hanya contoh sebagai pembukaan, tentu di luar hal tersebut masih ada ratusan atau ribuan contoh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;: mau cepat kaya tanpa berusaha keras. Ini ciri yg sangat menonjol kita lihat pada para penyelenggara negara. Indikasi paling mudah adalah Indonesia sebagai salah satu negara paling korup di dunia. Sedemikian korupnya sehingga korupsi terjadi hampir di semua lini dari yang paling atas sampai paling bawah. Mulai dari membuat KTP, mengurus paspor, mengurus ijin usaha, sampai proses pengadilan tidak ada yg lepas dari korupsi. Sedemikian korupnya sampai-sampai Badan Antikorupsi seperti KPK bahkan mau diberangus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;: ciri ketiga manusia Indonesia adalah berpikir pendek, tidak punya visi jauh ke depan. Hal ini terkait erat dengan dua ciri di atas, mau cepat kaya supaya bisa hidup mewah dan boros, tapi di lain pihak tidak mau bekerja keras. Jadilah berpikiran pendek dan tidak punya visi. Saya ingin beri contoh, khususnya terkait pengembangan benih padi hibrida. &lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/02/04/08283780/Lampu.Kuning.untuk.Beras.Lokal."&gt;Indonesia tidak mau mengembangkan benih padi hibrida, karena lebih senang jalan pintas yaitu membeli benih dari China&lt;/a&gt;. Dalam jangka panjang pola seperti ini jelas tidak ada manfaatnya, karena menyebabkan ketergantungan kita pada China. Hal ini bisa terjadi karena tidak adanya visi tentang masa depan. Tentu selain contoh ini Anda bisa mendapatkan ribuan contoh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat&lt;/strong&gt;: yang terakhir ini bisa dikatakan menjadi rangkuman atas tiga ciri sebelumnya: karena ingin mewah dan boros, jadi perlu banyak uang alias harus cepat kaya tanpa usaha, hal ini membuat manusia Indonesia jadi berpikir pendek dan tidak punya visi. Apabila ketiga hal ini terpenuhi jadilah manusia Indonesia makhluk yg bodoh. Anda bisa melihat sendiri bagaimana Indonesia yang kaya raya dengan hasil tambang emas, minyak, tembaga, kaya dengan tanah yang subur dan hasil bumi, kaya dengan budaya yang beragam, kaya dengan hutan raya berikut flora faunanya. Saat ini menjadi bangsa yg terpuruk, terjerat hutang, bergantung pada negara lain, dilecehkan oleh negara tetangga.  Hal itu hanya bisa terjadi kalau manusia Indonesia itu bodoh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-7659357698851211264?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/7659357698851211264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/02/karakter-manusia-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/7659357698851211264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/7659357698851211264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/02/karakter-manusia-indonesia.html' title='Karakter Manusia Indonesia'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-55334079988498653</id><published>2010-02-03T14:31:00.010+07:00</published><updated>2010-03-30T17:50:37.548+07:00</updated><title type='text'>SBY mau Apa ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/S2ko040IAsI/AAAAAAAAAFk/EZBWbm17wx8/s1600-h/SBY_Musuh_Rakyat.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433919314468537026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 153px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/S2ko040IAsI/AAAAAAAAAFk/EZBWbm17wx8/s200/SBY_Musuh_Rakyat.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Boediono menginginkan tindakan elegan, lain lagi dengan SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rapat kerja para menteri dan gubernur se-Indonesia hari Selasa kemarin (2/02/2010) Presiden SBY mengutarakan kekecewaannya atas pelaksanaan demonstrasi/unjuk rasa akhir-akhir ini di berbagai daerah di Indonesia (&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/03/03540113/presiden.apakah.unjuk.rasa.harus.seperti.itu"&gt;Kompas, 3 Feb 2010&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unjuk rasa dinilai oleh presiden sudah keterlaluan karena&lt;strong&gt;,"Ada yg bawa kerbau, SBY badannya besar, malas dan bodoh seperti kerbau".&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Menurut saya, rakyat dan para pendemo yg mewakili rakyat itu, sudah bosan, muak dan jijik dengan pemerintah, yang tidak pernah bertindak tegas atas berbagai permasalahan bangsa, yang ujung-ujungnya menyengsarakan rakyat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kasus KPK-Polri, kasus Bank Century dimana negara dirugikan Rp 6,7 Trilyun, kasus Antasari dimana kuat dugaan adanya rekayasa, kasus pembalakan liar (penjarahan hutan), kasus semakin lemahnya daya saing kita dengan berlakunya ACFTA, kasus Munir dan ribuan kasus lainnya. Semua masalah tidak ada yg teratasi dengan tuntas karena tidak adanya tindakan nyata, tegas dan berani dari pemerintah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya kira sudah waktunya SBY berhenti mengeluh dan curhat ke sana-sini. Berhentilah mengeluh dan berhentilah bersikap seolah-olah menjadi korban yg perlu dikasihani. Bahwa diperlakukan seperti itu oleh rakyat dan para pendemo, mawas dirilah. Saya yakin rakyat punya alasan yg kuat hingga bertindak seperti itu. Sekaranglah saat yg tepat untuk menunjukkan kepemimpinan, ketegasan dan komitmen kepada rakyat.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-55334079988498653?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/55334079988498653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/02/sby-mau-apa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/55334079988498653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/55334079988498653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/02/sby-mau-apa.html' title='SBY mau Apa ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/S2ko040IAsI/AAAAAAAAAFk/EZBWbm17wx8/s72-c/SBY_Musuh_Rakyat.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-2453246446044400820</id><published>2010-02-02T07:45:00.013+07:00</published><updated>2010-02-02T09:09:02.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Boediono mau Elegan ?</title><content type='html'>Wakil Presiden RI Boediono mengatakan bahwa dirinya siap kehilangan jabatan sebab dirinya hanya mengabdi bagi kepentingan dan kesejahteraan bangsa dan negara, namun Boediono mengingatkan hendaknya ditempuh cara yg elegan (&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/30/02351230/wapres.ingatkan.cara.yang.elegan."&gt;Kompas, 30 Januari 2010&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira pernyataan ini menarik, setidaknya kita menjadi tahu bahwa Boediono bukan tipe orang yg mengejar jabatan, dan beliau mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadinya. Selain itu beliau juga mengedepankan cara-cara yang elegan dalam bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bila kita mengikuti jalannya diskusi pada saat Boediono dipanggil oleh Pansus Century tanggal 12 Januari 2010 lalu, kesan yg ditimbulkan sangat berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama bahwa terhadap banyak pertanyaan Boediono hanya bisa menjawab tidak tahu, lupa, atau "...mohon dicek ke menteri keuangan...". Yang paling aneh adalah ketika Pansus Century menanyakan apakah uang LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) yg dipakai untuk bail out Century sebesar lebih dari Rp 6 Milyar adalah uang negara. Boediono hanya menjawab: "Itu saya serahkan ke ahli hukum".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak masuk akal bahwa Boediono selaku mantan Gubernur Bank Indonesia tidak tahu bahwa dana tersebut adalah &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/01/29/17400373/BPK.Uang.LPS.adalah.Uang.Negara"&gt;uang negara&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Boediono berpendapat bahwa &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/13/03084257/boediono.century.dirampok"&gt;Bank Century dirampok &lt;/a&gt;oleh pemiliknya sendiri yaitu Robert Tantular, anehnya Boediono tidak pernah mengupayakan penangkapan Polisi atas Tantular. Inisiatif itu justru datang dari Jusuf Kalla (Wapres saat itu). Hal ini diakui sendiri oleh Boediono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua hal tersebut di atas, Anda bisa menilai sendiri apakah Boediono bertindak elegan ?, Karena kesan yg tampak adalah melempar tanggung-jawab dengan kedok lupa, tidak tahu atau menyerahkan pertanyaan ke ahli hukumnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-2453246446044400820?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/2453246446044400820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/02/boediono-mau-elegan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2453246446044400820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2453246446044400820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/02/boediono-mau-elegan.html' title='Boediono mau Elegan ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-262056578362931555</id><published>2010-01-28T17:23:00.022+07:00</published><updated>2010-02-01T18:51:12.044+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Koruptor itu Kafir</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/S2JX6aF4ZaI/AAAAAAAAAFc/pM_msiAUzLM/s1600-h/koruptor+kafir.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432000761510258082" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 164px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/S2JX6aF4ZaI/AAAAAAAAAFc/pM_msiAUzLM/s200/koruptor+kafir.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;Saya selalu merasa sedih jika masih ada orang Indonesia yg memberi cap "kafir" kepada orang lain. Orang yg menyebut orang lain kafir, tentulah merasa imannya sendiri yang paling benar, paling suci, tidak ada salah. Pada saat yang sama orang tersebut menutup mata terhadap adanya keberagaman, pluralitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya sangat terkesan dengan ucapan Haidar Bagir di majalah Tempo edisi khusus, Desember 2009: "Koruptor itu Kafir"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.vx50.com/mulla-sadra/haidar-bagir-koruptor-itu-kafir/"&gt;Wawancara lengkap Tempo dengan Bagir bisa Anda baca di sini&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Orang berbeda iman dengan kita, bukanlah kafir, tapi dia mengenal Tuhan dengan caranya sendiri, tentu punya alasan dan latar belakangnya sendiri, dia bertanggung-jawab atas keyakinan imannya, dan dia menanggung sendiri akibat dari kepercayaan yg dianutnya itu. Orang berbeda iman dengan kita &lt;em&gt;bisa jadi&lt;/em&gt; orang yang baik, pekerja keras yang jujur dan ulet. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Bagaimana dengan koruptor ? Sekalipun dia seorang yang taat beribadah menurut agamanya, apakah itu Islam, Kristen, Hindu, Budha, tapi jika dia koruptor, maka secara praktis dia tidak mengenal Tuhan dan tidak peduli dengan sesamanya. Istilah kerennya &lt;em&gt;atheis praktis&lt;/em&gt;, secara legal formal dia beragama, tercatat di KTP dan aktif dalam kegiatan ibadah, sholat, bersembahyang, berpuasa, tapi secara praktis dia tidak peduli dengan itu semua. Pada saat dia korupsi, dia tidak melihat realitas di sekitarnya, orang-orang miskin yg kelaparan, rakyat yg dia ambil haknya, anak-anak terlantar yg seharusnya mendapatkan pendidikan yang lebih baik, dst. dst.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-262056578362931555?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/262056578362931555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/01/koruptor-itu-kafir.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/262056578362931555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/262056578362931555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/01/koruptor-itu-kafir.html' title='Koruptor itu Kafir'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/S2JX6aF4ZaI/AAAAAAAAAFc/pM_msiAUzLM/s72-c/koruptor+kafir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-980012678812415277</id><published>2010-01-28T14:33:00.009+07:00</published><updated>2010-01-28T17:19:16.375+07:00</updated><title type='text'>Konspirasi Menghancurkan Antasari - KPK</title><content type='html'>Saya selalu berkeyakinan bahwa akar dari segala akar keterpurukan negeri ini adalah korupsi. Korupsi yg merusak sendi-sendi kehidupan bernegara. Korupsi yg menyebabkan kita terjebak dalam hutang. Korupsi yang membuat negeri ini semakin hari semakin bodoh dan miskin. Korupsi yang membuat negeri ini lemah dan mandul, kehilangan kehormatannya, dianggap sebelah mata oleh negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya adalah, justru pada saat KPK - lembaga antikorupsi bentukan pemerintah - telah berhasil menunjukkan prestasi luar biasa dalam perang melawan korupsi, justru pemerintah sendiri yg "seakan-akan" berkehendak menghentikan KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama adalah penangkapan Antasari Azhar yg tidak lama kemudian diikuti dengan proses hukum terhadap Bibit Waluyo dan Chandra Hamzah. Berbeda dengan Bibit dan Chandra yg akhirnya terbebas dari proses pengadilan karena memang terbukti tak bersalah, kasus Antasari terus berlanjut ke pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah kita bisa melihat - jika Anda cukup jeli - mengikuti proses persidangan Antasari, akan Anda lihat betapa banyaknya kejanggalan dan keanehan. Kejanggalan paling besar saya kira adalah adanya pengakuan dari &lt;strong&gt;Komisaris Polisi Wiliardi Wizard, yang mengaku dipaksa oleh Institusi POLRI untuk membuat pengakuan yg menyudutkan Antasari&lt;/strong&gt;. Kejanggalan besar kedua adalah kesaksian Komisaris Jenderal Susno Duaji (mantan Kabareskrim) yang meringankan Antasari. Kesaksian Susno ini membuat "kegaduhan" di tubuh POLRI, tidak lama kemudian POLRI menarik segala fasilitas jabatan yg masih dipakai Susno seperti mobil dinas, supir dan pengawal. Hebatnya lagi setelah itu Susno menerima ancaman-ancaman yg disampaikan lewat sms dan telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu jadi tanda tanya bagi kita semua, apakah betul bahwa pimpinan POLRI merasa gerah dan terganggu dengan kesaksian Susno ? Apakah ada hubungan antara kesaksian Susno (yang meringankan Antasari) dengan tindakan POLRI menarik mobil dinas, supir dan pengawalnya ? Apakah ada kaitan antara kesaksian Susno dengan ancaman yg diterimanya pertelepon dan sms ? Apakah pihak yg tidak suka dengan Susno itulah yg mengirimkan ancaman ? Siapakah di negeri ini yang berani mengancam seorang Jenderal Polisi berbintang tiga ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejanggalan besar yang terakhir adalah tuntutan hukuman mati yang diajukan oleh Jaksa. Bagaimana mungkin dengan kejanggalan-kejanggalan fakta yg jelas sekali terungkap di pengadilan, jaksa tetap bersikukuh bahwa Antasari bersalah dan layak dihukum mati ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-980012678812415277?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/980012678812415277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/01/konspirasi-menghancurkan-antasari-kpk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/980012678812415277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/980012678812415277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/01/konspirasi-menghancurkan-antasari-kpk.html' title='Konspirasi Menghancurkan Antasari - KPK'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-1035390442990034258</id><published>2010-01-04T13:54:00.002+07:00</published><updated>2010-01-04T14:14:27.248+07:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan Gus Dur</title><content type='html'>Menjelang pergantian tahun 2009 – 2010 banyak isu menarik yg muncul, yg terbesar mungkin adalah kasus Bank Century, lalu kontroversi buku karangan George Junus Aditjondro yg berjudul Gurita Cikeas. Tapi semua isu tadi seolah lenyap tak berbekas setelah wafatnya mantan Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur adalah sosok kontroversial yang kerapkali berseberangan paham dengan apa yg dianut oleh kebanyakan orang.   Pada saat banyak orang berdemo anti zionisme, Gus Dur justru pergi ke Israel,  pada saat orang cenderung membela agama sendiri dan (diam-diam atau terang-terangan) menjelekkan agama lain, Gus Dur justru dengan keras menyampaikan otokritiknya pada Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pribadi Gus Dur sungguh tokoh yang luar biasa karena keberpihakannya pada mereka yg minoritas, yg tertindas, yg terpinggirkan.  Semangat kemanusiaan Gus Dur saya kira sungguh patut menjadi teladan bagi bangsa Indonesia.  Justru di sinilah letak masalahnya, sepeninggal Gus Dur, banyak tokoh memuji-muji Gus Dur sebagai tokoh terdepan yg memperjuangkan pluralitas di Indonesia.  Tapi pertanyaannya: siapa yg akan menjadi penerus beliau ? bahkan mereka yg memuji semangat pluralisme Gus Dur sekalipun mungkin belum tentu sepaham dengan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian saya tetap optimis, bahwa benih yg ditabur Gus Dur akan berkembang subur, setidaknya di kalangan generasi muda NU, dan semoga pada segenap generasi muda Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-1035390442990034258?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/1035390442990034258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/01/selamat-jalan-gus-dur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/1035390442990034258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/1035390442990034258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2010/01/selamat-jalan-gus-dur.html' title='Selamat Jalan Gus Dur'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-5412345974628501295</id><published>2009-12-23T16:31:00.014+07:00</published><updated>2010-02-01T18:51:30.844+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Selamat Natal</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SzHlxsNzuyI/AAAAAAAAAFU/na5snQ77FWg/s1600-h/selamat_natal-cr2.JPG"&gt;&lt;/a&gt;Saya seringkali prihatin bahwa di Indonesia ini bahkan mengucapkan selamat hari raya kepada umat beragama lain saja diperdebatkan dan menjadi masalah yg peka. Dalam konteks berbangsa dan bernegara - juga beragama - bagi saya pribadi melakukan hal seperti itu justru merupakan tindakan positif dan terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang Muslim mengucapkan Selamat Natal kepada sahabatnya yg beragama Kristen, apakah itu berarti berkurang kadar imannya ?, hal serupa jika seorang Nasrani mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada sahabat Muslimnya, apakah berkurang kadar imannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita lihat di negara-negara Timur Tengah, bahkan Siria, Irak dan Palestina, gereja Kristen Koptik sebagai minoritas bisa hidup damai di tengah masyarakat Muslim. Almarhum Yasser Arafat dulu bahkan setiap malam Natal ikut mengikuti misa Natal di Betlehem, apakah itu mengurangi keislaman beliau ? saya kira tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 19 Desember 2009 lalu di harian Kompas, saya baca sebuah &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/19/02582247/selamat.natal"&gt;artikel menarik&lt;/a&gt; yg ditulis oleh Hasibulah Satrawi, seorang alumnus dari Universitas di Kairo. Terkait dg hal tersebut di atas Satrawi antara lain menyatakan kekagumannya pada sejumlah agamawan Mesir, demikian rumusannya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;...sejumlah agamawan terkemuka di Mesir, seperti Grand Syeikh Al-Azhar Kairo, Sayyid Muhammad Thanthawi, tak hanya membolehkan seorang Muslim turut merayakan hari raya Natal. Lebih daripada itu, mereka memberikan keteladanan baik dengan menghadiri undangan perayaan Natal umat Kristen (Koptik) di sana. Momen-momen damai seperti ini digunakan oleh sejumlah agamawan di Mesir untuk mengukuhkan tali persaudaraan kebangsaan, mengukuhkan bangunan perdamaian, dan menghormati segala jenis perbedaan....&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SzHkr9yEcSI/AAAAAAAAAFM/yTfZfGWlbtk/s1600-h/selamat_natal-cr.JPG"&gt;&lt;/a&gt;Saya kira sudah waktunya juga bagi kita di Indonesia untuk belajar dari Mesir bagaimana hidup berdampingan antar umat agama yg berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin bahwa umat beragama lain bukanlah ancaman dan musuh kita, musuh kita adalah korupsi, yg akhir-akhir ini semakin nyata dipertontonkan oleh para petinggi negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Natal bagi Anda yg merayakannya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-5412345974628501295?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/5412345974628501295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/12/selamat-natal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5412345974628501295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5412345974628501295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/12/selamat-natal.html' title='Selamat Natal'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-6899185425737926800</id><published>2009-11-25T16:57:00.005+07:00</published><updated>2010-02-01T18:51:53.169+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Pernyataan Presiden; penutup Antiklimaks</title><content type='html'>Pernyataan Presiden SBY pada 23 Nopember 2009 yang ditunggu-tunggu rakyat Indonesia&lt;br /&gt;akan menyelesaikan kisruh tak berujung pangkal antara KPK-POLRI dan KEJAGUNG ternyata tak lebih dari sebuah penutup antiklimaks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi Tim 8 yg dibentuk sendiri oleh presiden, dinilai banyak kalangan sebagai rekomendasi yg tepat dan komprehensif untuk mengatasi masalah ini. Sy sendiri menilainya sebagai rekomendasi "sempurna". Namun dari sejumlah butir rekomendasi yg disampaikan oleh Tim 8, hanya satu butir saja yg secara jelas dinyatakan oleh presiden, yaitu bhw "kasus Bibit - Chandra, ini seyogyanya tidak dibawa ke pengadilan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini pandangan saya atas pernyataan Presiden SBY tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. kebijakan SBY agar kasus Bibit-Chandra tidak perlu dilanjutkan ke pengadilan baik namun tidak cukup tegas dan jelas untuk mengatasi persoalan KPK ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. bila Presiden SBY sungguh-sungguh ingin menegakkan keadilan dan memberantas habis mafia peradilan yang melecehkan kedaulatan negara ini, seharusnya KAPOLRI dan JAKSA AGUNG diganti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. POLRI harus bisa menjelaskan bagaimana mereka tanpa bukti cukup secara sewenang-wenang memperkarakan Bibit dan Chandra bahkan sempat melakukan penahanan, POLRI juga harus bisa menjelaskan kasus testimoni Wiliardi Wizard yg mengaku dipaksa membuat BAP yg menjebak Antasari, POLRI juga harus bisa menjelaskan kasus rekaman pembicaraan telepon dimana di dalamnya disinggung juga petinggi POLRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. demikian pula JAKSA AGUNG juga harus bisa menjelaskan bagaimana dengan kondisi tidak ada bukti mereka masih bersikeras hendak memperkarakan Bibit dan Chandra ke pengadilan, JAKSA AGUNG juga harus bisa menjelaskan keterlibatan personilnya dalam kasus rekaman telepon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. POLRI harus segera menahan Anggodo yg terbukti secara jelas dan meyakinkan dalam rekaman pembicaraan telepon "mengatur" jalannya peradilan untuk menjebak petinggi KPK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Presiden SBY harus membuktikan komitmennya untuk melakukan pemberantasan korupsi secara tegas antara lain dg memberikan dukungan penuh kepada KPK dan melakukan rehabilitasi nama baik Bibit dan Chandra dan segera mengaktifkan kembali mereka sebagai Ketua KPK&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-6899185425737926800?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/6899185425737926800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/11/pernyataan-presiden-penutup-antiklimaks.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6899185425737926800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6899185425737926800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/11/pernyataan-presiden-penutup-antiklimaks.html' title='Pernyataan Presiden; penutup Antiklimaks'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-5309842062639485126</id><published>2009-11-16T17:12:00.002+07:00</published><updated>2010-02-01T18:51:53.169+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Menunggu ketegasan Presiden SBY</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SwEl8OOZvNI/AAAAAAAAAE8/Cn0mZxPT2yU/s1600/bebaskan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404642744362187986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 174px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SwEl8OOZvNI/AAAAAAAAAE8/Cn0mZxPT2yU/s200/bebaskan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Drama perseteruan antara KPK melawan POLRI (yg didukung Kejaksaan Agung), harusnya segera berakhir dengan selesainya laporan dan rekomendasi yg disusun oleh Tim Delapan.  Tim Delapan dibentuk sendiri oleh Presiden sehingga seyogyanya beliau akan mempertimbangkan rekomendasi dari tim ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kita tunggu tindakan nyata dan tegas dari Presiden SBY atas kasus ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-5309842062639485126?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/5309842062639485126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/11/menunggu-ketegasan-presiden-sby.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5309842062639485126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5309842062639485126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/11/menunggu-ketegasan-presiden-sby.html' title='Menunggu ketegasan Presiden SBY'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SwEl8OOZvNI/AAAAAAAAAE8/Cn0mZxPT2yU/s72-c/bebaskan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-333469316642183699</id><published>2009-11-05T12:00:00.004+07:00</published><updated>2010-02-02T09:10:28.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>SBY, wahai SBY.......</title><content type='html'>SBY, wahai SBY, apa tindakan Anda memberantas korupsi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari terakhir ini, berita di media TV dan koran ramai sekali memberitakan kisah pemberantasan KPK (bukan korupsi !). Bagaimana aparat kepolisian kelihatan sekali mencari-cari alasan untuk memperkarakan dua pimpinan KPK Chandra Hamzah &amp;amp; Bibit Samad Rianto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan beredarnya rekaman pembicaraan telepon seluler antara orang-orang yg terkait kasus KPK ini, jelas sekali bagaimana rekayasa dibuat untuk menghancurkan KPK. Jadi unik sekali, pada saat KPK sdh membuktikan komitmennya memberantas korupsi justru pemerintah dan aparat kepolisian melakukan tindakan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana nih pak SBY, komitmen Anda memberantas korupsi ???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-333469316642183699?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/333469316642183699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/11/sby-wahai-sby.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/333469316642183699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/333469316642183699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/11/sby-wahai-sby.html' title='SBY, wahai SBY.......'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-6567992790404887421</id><published>2009-10-17T22:19:00.004+07:00</published><updated>2010-02-01T18:51:53.169+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Betapa Dahsyatnya Korupsi</title><content type='html'>Dalam posting saya pada &lt;a href="http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/11/perang-melawan-pornografi-perang.html"&gt;12 Nopember 2008&lt;/a&gt;, saya gelisah dengan penetapan RUU Poronografi dan keyakinan saya bahwa penyakit pornografi merusak akhlak tapi penyakit korupsi merusak segala-galanya termasuk akhlak. Oleh karena itu, perang melawan korupsi haruslah didahulukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca satu berita kecil di harian Kompas, edisi 14 Oktober 2009 yg berjudul &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/14/03505040/korupsi.lebih.merusak.daripada.terorisme"&gt;"Korupsi Lebih Merusak daripada Terorisme"&lt;/a&gt; saya merasa &lt;em&gt;"happy"&lt;/em&gt; bahwa ternyata ada juga orang lain yang berpikir tentang betapa dahsyatnya bahaya korupsi, hingga bahkan lebih berbahaya dibandingkan korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah yg dikatakan oleh Kol. Udara. Adjie Suradji dalam bedah buku di Kantor Setwapres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri semakin hari semakin sadar bahwa korupsi adalah akar dari segala akar kejahatan bangsa ini atas dirinya sendiri,  yang pada gilirannya nanti akan meruntuhkan sendi-sendi negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yg paling memprihatinkan adalah tidak adanya komitmen pemerintah Presiden SBY dalam memberantas korupsi ini.  Bahkan dalam perseteruan antara POLRI dengan KPK, SBY jelas-jelas bersikap memihak POLRI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-6567992790404887421?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/6567992790404887421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/10/betapa-dahsyatnya-korupsi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6567992790404887421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6567992790404887421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/10/betapa-dahsyatnya-korupsi.html' title='Betapa Dahsyatnya Korupsi'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-6571237837531647622</id><published>2009-10-09T07:37:00.002+07:00</published><updated>2010-02-01T18:51:53.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Cintailah (tidak hanya) Batik !</title><content type='html'>Setelah menjadi "bahan rebutan", akhirnya UNESCO menetapkan bahwa Batik adalah warisan budaya Indonesia.  Ini tentu berita baik, tapi jangan keburu &lt;em&gt;senen&lt;/em&gt;g dulu, karena masih banyak warisan budaya lainnya yang perlu diperjuangkan agar diakui sebagai milik Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-6571237837531647622?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/6571237837531647622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/10/cintailah-tidak-hanya-batik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6571237837531647622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6571237837531647622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/10/cintailah-tidak-hanya-batik.html' title='Cintailah (tidak hanya) Batik !'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-8429501195219096593</id><published>2009-09-24T11:59:00.003+07:00</published><updated>2010-02-01T18:51:53.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Orang Indonesia yang Beragama</title><content type='html'>Anda mungkin akan tergelitik membaca judul posting ini. Saya sendiri menuliskannya setelah tergelitik oleh sebuah kolom di majalah Tempo, tulisan A. Mustofa Bisri yg berjudul &lt;a href="http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/09/21/LU/mbm.20090921.LU131466.id.html"&gt;Kiai dan Pesantren Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Intinya Bisri mau mengatakan bahwa sebagai orang beragama, seyogyanya pertama-tama kita menyadari "keIndonesiaan" kita. Demikian rumusannya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Para kiai ”model dulu” selalu menanamkan kepada santrinya bahwa mereka adalah orang Indonesia yang beragama Islam; bukan orang Islam yang kebetulan berada di Indonesia. Orang Islam yang kebetulan di Indonesia boleh jadi tidak peduli apa pun yang menimpa Indonesia, tapi orang Indonesia yang beragama Islam tidak bisa tidak memikirkan dan berjuang bagi kebaikan Indonesia. Kecuali mungkin orang yang terbalik akalnya. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Hal yg sama saya kira juga berlaku bagi umat beragama lain baik Katolik, Kristen, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-8429501195219096593?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/8429501195219096593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/09/orang-indonesia-yang-beragama.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/8429501195219096593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/8429501195219096593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/09/orang-indonesia-yang-beragama.html' title='Orang Indonesia yang Beragama'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-2518334513349144540</id><published>2009-09-16T07:37:00.005+07:00</published><updated>2010-02-02T09:10:28.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Seberapa berani SBY Memberantas Korupsi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SrA3V02er7I/AAAAAAAAAE0/PJpd-pLOX0c/s1600-h/KPK-POLRI160909cr2.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381862402811670450" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 104px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SrA3V02er7I/AAAAAAAAAE0/PJpd-pLOX0c/s200/KPK-POLRI160909cr2.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya punya satu keyakinan bahwa akar masalah dari keterpurukan negara ini adalah korupsi. Citra Indonesia sebagai negara terbelakang dan bagaimana Indonesia dipandang sebelah mata oleh negara lain (misalnya dan terutama oleh Malaysia) disebabkan karena kelemahan pertahanan negara ini. Dan kelemahan pertahanan disebabkan karena keterbatasan anggaran yg sdh habis terserap oleh korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya seberapa berani dan seberapa besar komitmen Presiden SBY memberantas korupsi ? Jangan-jangan benar tuduhan banyak pihak bahwa SBY penakut, peragu dan tidak tegas ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisruh antara KPK dengan POLRI saya kira bisa menjadi salah satu contoh indikasi hal tersebut.&lt;br /&gt;Berita yg lebih detail bisa dibaca di harian Kompas hari ini berjudul &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/09/16/03204395/presiden.perlu.segera.turun.tangan.."&gt;"Presiden Perlu Segera Turun Tangan"&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-2518334513349144540?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/2518334513349144540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/09/seberapa-berani-sby-memberantas-korupsi.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2518334513349144540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2518334513349144540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/09/seberapa-berani-sby-memberantas-korupsi.html' title='Seberapa berani SBY Memberantas Korupsi'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SrA3V02er7I/AAAAAAAAAE0/PJpd-pLOX0c/s72-c/KPK-POLRI160909cr2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-690160785173937308</id><published>2009-09-12T16:38:00.005+07:00</published><updated>2009-09-12T17:07:42.164+07:00</updated><title type='text'>Menghadapi ancaman Scorpene Malaysia</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Sqtw6P_XgKI/AAAAAAAAAEs/h-Vv0TMcHQg/s1600-h/Scorpene+-+Malaysia.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380518325851226274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 133px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Sqtw6P_XgKI/AAAAAAAAAEs/h-Vv0TMcHQg/s200/Scorpene+-+Malaysia.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada &lt;a href="http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/06/sengketa-ambalat-indonesia-bisa-apa.html"&gt;posting bertanggal 10 Juni 2009 &lt;/a&gt;sdh saya singgung soal kapal selam Scorpene milik Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harian Kompas edisi hari ini memuat artikel berjudul &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/09/12/05103783/scorpene.dan.demam.kapal.selam"&gt;"Scorpene dan demam Kapal Selam&lt;/a&gt;", bhw di kalangan para pengamat militer kapal selam masih dianggap sebagai senjata maut yg mematikan dan menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan datangnya Scorpene, ancaman dari Malaysia terhadap kepulauan Indonesia menjadi semakin nyata. Dua kapal selam mutakhir dengan torpedo berat Black Shark tersebut jelas bukan tandingan kapal-kapal TNI AL. Sedangkan kapal selam Indonesia juga sudah ketinggalan jaman (dua buah type 209 ex Jerman tahun 1981). Seperti kita tahu pepatah mengatakan bhw cara terbaik menghadapi kapal selam adalah menggunakan kapal selam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan Indonesia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah korupsi, korupsi membuat negara menjadi miskin terjebak hutang. Korupsi mendorong ketergantungan kita ke luar negeri, korupsi menyia-nyiakan devisa dan uang rakyat. Bila negeri ini bebas korupsi, saya yakin Indonesia masih punya sisa anggaran cukup untuk pengadaan persenjataan yang memadai.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-690160785173937308?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/690160785173937308/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/09/menghadapi-ancaman-scorpene-malaysia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/690160785173937308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/690160785173937308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/09/menghadapi-ancaman-scorpene-malaysia.html' title='Menghadapi ancaman Scorpene Malaysia'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Sqtw6P_XgKI/AAAAAAAAAEs/h-Vv0TMcHQg/s72-c/Scorpene+-+Malaysia.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-1488408598417269785</id><published>2009-09-12T15:39:00.005+07:00</published><updated>2009-09-16T07:59:14.830+07:00</updated><title type='text'>SBY vs Munir</title><content type='html'>Mungkin Anda akan tertawa membaca judul posting ini. SBY lawan Munir, memangnya siapakah Munir itu sehingga bisa dibandingkan dengan SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munir bukan siapa-siapa, bukan pejabat, bukan jenderal, bukan orang kaya dan tidak punya kuasa. Sosoknya kecil kurus dan tidak menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dibalik itu semua, ada hati yang tulus, tekadnya untuk menegakkan keadilan dan hak asasi manusia. Ada semangat untuk membela kebenaran dan kemanusiaan. Dan lebih lagi ada keberanian dan nyali setebal baja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu wawancara, Munir menceritakan bagaimana dia menghadapi berbagai teror dan ancaman pembunuhan, tidak hanya Munir yang diteror tapi juga orang tua dan keluarganya. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Semua teror dan ancaman yang dialami Munir tidak pernah diceritakan atau diungkapnya ke publik.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Alasan Munir, "...kalau saya ceritakan ke orang lain, maka si pen-teror itu telah berhasil menyebarkan teror dan ketakutan ke banyak orang..." begitu kira-kira katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman yang dihadapi Munir bukan main-main dan bohong, terbukti akhirnya dia mati dibunuh dengan racun arsen dalam penerbangan ke Amsterdam, lima tahun yg lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munir sudah mati, tapi saya yakin cita-cita luhur dan keberaniannya tidak pernah mati, justru semakin hidup dan berkobar di dalam hati kita semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-1488408598417269785?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/1488408598417269785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/09/sby-vs-munir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/1488408598417269785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/1488408598417269785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/09/sby-vs-munir.html' title='SBY vs Munir'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-2730457431131523222</id><published>2009-09-10T14:04:00.003+07:00</published><updated>2009-09-12T15:39:11.308+07:00</updated><title type='text'>Mengenang Munir - Ia yang Senantiasa Hadir</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Sqtdw7GamKI/AAAAAAAAAEc/nTkWGORz6Bg/s1600-h/munir-makam.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380497274903894178" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 166px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Sqtdw7GamKI/AAAAAAAAAEc/nTkWGORz6Bg/s200/munir-makam.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tanggal 7 September lima tahun yang lalu adalah hari wafatnya Munir, seorang sederhana bersosok kecil namun bernyali baja dan bercita-cita mulia akan keadilan dan penghormatan atas hak asasi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya ingin mengutip pernyataan Munir yg dimuat di satu kolom di Kompas hari ini 10 September 2009 (halaman 4), sebagai kenangan dan penghormatan atas Munir.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SqtdrD4NVpI/AAAAAAAAAEU/2S_weTTHnaE/s1600-h/munir-bis.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380497174181009042" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 124px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SqtdrD4NVpI/AAAAAAAAAEU/2S_weTTHnaE/s200/munir-bis.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Hak asasi manusia dalam konteks solidaritas kemanusiaan telah menciptakan bahasa universal dan setara yang melampaui ras, gender, sekat-sekat etnik atau agama. Itulah jalan di mana kita berada di pintu gerbang untuk berdialog bersama dengan semua orang dari berbagai kelompok sosial dan ideologi" (Munir, 1965-2004).&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Sqtd2AAqkEI/AAAAAAAAAEk/EKBTvVba22o/s1600-h/munir-suci.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380497362121297986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 136px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Sqtd2AAqkEI/AAAAAAAAAEk/EKBTvVba22o/s200/munir-suci.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-2730457431131523222?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/2730457431131523222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/09/mengenang-munir-ia-yang-senantiasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2730457431131523222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2730457431131523222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/09/mengenang-munir-ia-yang-senantiasa.html' title='Mengenang Munir - Ia yang Senantiasa Hadir'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Sqtdw7GamKI/AAAAAAAAAEc/nTkWGORz6Bg/s72-c/munir-makam.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-6078941743608536764</id><published>2009-09-07T12:27:00.010+07:00</published><updated>2009-09-26T10:32:27.916+07:00</updated><title type='text'>Indonesia 2025</title><content type='html'>Sebuah bangsa bisa menjadi bangsa yg besar, jika berani punya mimpi besar dan -tentu saja-keberanian dan tekad baja untuk mewujudkan mimpi besar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidato kenegaraan di depan DPR, 14 Agustus 2009 lalu, presiden SBY menawarkan sebuah mimpi tentang Indonesia di tahun 2025. Telah ditetapkan 10 sasaran yg hendak dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam &lt;a href="http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/08/24/KL/mbm.20090824.KL131200.id.html"&gt;kolomnya di majalah Tempo, Ignas Kleden&lt;/a&gt;, seorang ahli sosiologi mengkritisi cita-cita dan mimpi Presiden SBY. Paparan dan argumennya sangat menarik dan mengena menurut saya. Dalam posting ini saya tidak ingin menelaah lebih jauh visi tersebut, tapi saya ingin sampaikan pengamatan langsung secara sederhana atas apa yg terjadi di hadapan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menyoroti beberapa saja dari kesepuluh butir cita-cita SBY tersebut. &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, penegakan hukum dan ketertiban secara konsisten (butir no. 4). Seberapa besar komitmen pemerintahan SBY dalam menegakkan hukum ?, terbukti hingga saat ini masih banyak kasus pelanggaran HAM berat yg tidak ada penyelesaian hukumnya, termasuk kasus pembunuhan Munir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;: pertumbuhan ekonomi yg terus terjaga dengan kemampuan yg makin mandiri (butir no. 5). Lagi seberapa besar komitmen pemerintah SBY dalam meningkatkan kemandirian ekonomi ?, terbukti seliuruh kebijakan pemerintah yg ada saat ini justru tidak memberi peluang atas berkembangnya ekonomi rakyat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;: tata kelola pemerintahan yg baik dan pemberantasan korupsi (butir no. 7). Sekali lagi seberapa besar komitmen dan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;keberanian&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; presiden SBY dalam menegakkan tata kelola pemerintahan yg baik dan pemberantasan korupsi. Dua kasus besar yg baru terjadi akhir-akhir ini menjadi indikasi atas ketidak-tegasan presiden SBY: kasus Bank Century dan kasus penggembosan KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira cukup 3 contoh kasus di atas menjadi dasar untuk mempertanyakan komitmen presiden SBY. Akhirnya mimpi sebesar, setinggi dan seindah apapun tidak ada artinya bila tidak dibarengi dengan tekad kuat untuk mewujudkannya. Akhirnya jadi seperti si Kabayan yang mimpi di siang bolong sambil tiduran di pinggir ladang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-6078941743608536764?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/6078941743608536764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/09/indonesia-2025.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6078941743608536764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6078941743608536764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/09/indonesia-2025.html' title='Indonesia 2025'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-231368909978378819</id><published>2009-09-07T12:09:00.004+07:00</published><updated>2010-02-01T18:55:33.552+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Perlu kebijakan Berani</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SqSY34BIwKI/AAAAAAAAAEM/e_kPkgRUyGM/s1600-h/kompas_250809r.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378591940684595362" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 105px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SqSY34BIwKI/AAAAAAAAAEM/e_kPkgRUyGM/s200/kompas_250809r.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Menyambung posting saya per-25 Agustus 2009. Harian Kompas pada tanggal tersebut menurunkan headline yg saya kutip menjadi judul posting ini. Perlu kebijakan berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menerbitkan kebijakan yang pro rakyat dan yang memberi peluang tumbuhnya ekonomi rakyat, sebetulnya hanya dibutuhkan satu hal yaitu niat baik dan keberanian. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Apakah pemerintah punya niat dan punya keberanian untuk itu ?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kita dengar dan lihat bahwa selama ini Presiden SBY sering dituduh sebagai: peragu, penakut. lamban dsb. Sekarang akan kita lihat sendiri apakah hal-hal yg dituduhkan itu benar adanya, atau sekedar tuduhan tanpa dasar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-231368909978378819?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/231368909978378819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/09/perlu-kebijakan-berani.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/231368909978378819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/231368909978378819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/09/perlu-kebijakan-berani.html' title='Perlu kebijakan Berani'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SqSY34BIwKI/AAAAAAAAAEM/e_kPkgRUyGM/s72-c/kompas_250809r.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-4443291741962626939</id><published>2009-08-25T12:29:00.006+07:00</published><updated>2010-02-01T18:55:33.552+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>RI terjebak Impor Pangan</title><content type='html'>Waktu kecil dulu, di SD saya diajari bahwa Indonesia adalah negara agraris, mayoritas rakyatnya hidup dari pertanian. Indonesia tanahnya subur, apapun yang ditanam akan tumbuh dan menghasilkan buah berlimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran itu nyaris sudah tidak ada sekarang. Warga desa tak ada lagi yang mau jadi petani, rakyat berbondong-bondong ke kota mencari nafkah. Kebijakan pemerintah juga idem dito alias sami mawon sama saja. Tidak ada kebijakan pemerintah yg mendorong terciptanya kemandirian pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul posting ini adalah headline news di harian Kompas edisi 24 Agustus 2009, Senin kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompas menulis demikian: &lt;em&gt;".... Kebijakan pembangunan ekonomi nasional yang bias industri mengabaikan pengembangan potensi pangan lokal dan pemenuhan kebutuhan pangan warga. Akibatnya Indonesia kian terjebak dalam arus impor pangan. Lebih dari 5 Miliar Dolar AS atau setara Rp 50 Triliun lebih devisa setiap tahun terkuras untuk mengimpor pangan"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih ironis lagi garam sekalipun -produk murah meriah- yg bisa dibuat sendiri dengan mudah oleh masyarakat (karena bahan baku tersedia di alam secara cuma-cuma) ternyata harus diimpor juga. Nilainya gak tanggung-tanggung 1,58 juta ton setara Rp 900 Milyar setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan para penyelenggara negeri ini akan terbuka mata hatinya melihat ironi ini ? Masihkah Indonesia Merdeka ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-4443291741962626939?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/4443291741962626939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/08/ri-terjebak-impor-pangan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/4443291741962626939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/4443291741962626939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/08/ri-terjebak-impor-pangan.html' title='RI terjebak Impor Pangan'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-8904716858992634381</id><published>2009-08-23T20:08:00.010+07:00</published><updated>2010-02-01T19:03:57.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Masihkah Indonesia Merdeka ?</title><content type='html'>Baru saja kita merayakan ulang tahun kemerdekaan yang ke-64. Anak saya kelas 6 SD ikut pawai di sekolahnya. Di kampung-kampung dilakukan macam-macam perayaan perlombaan. Batang pinang didirikan dengan hadiah sepeda di puncaknya. Bendera merah putih dikibarkan di rumah-rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kemudian, pesta usai, perayaan satu tahun sekali selesai. Tak lama kemudian bendera akan segera diturunkan. Saya merenung, sudah 64 tahun kita merdeka, sudah 64 kali kita mengulang perayaan ini. Masihkah kita merdeka ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika 64 tahun lalu kita merdeka dari pendudukan Jepang dan Belanda, layaklah kita berpesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana saat ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saya terkesan sinis, dan mudah-mudahan saya keliru. Mudah-mudahan kita tidak lagi dijajah oleh kebodohan kita sendiri, oleh korupsi dan ketamakan, oleh kepicikan dan primordialisme. Dirgahayu Republik Indonesia Tercinta !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-8904716858992634381?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/8904716858992634381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/08/masihkah-indonesia-merdeka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/8904716858992634381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/8904716858992634381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/08/masihkah-indonesia-merdeka.html' title='Masihkah Indonesia Merdeka ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-4252743356647560745</id><published>2009-07-08T18:19:00.001+07:00</published><updated>2010-02-01T19:03:57.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Antiklimaks “Pesta” Demokrasi Indonesia</title><content type='html'>Hasil quick count sementara hari Rabu, 8 Juli 2009 sore ini bahwa SBY hampir dipastikan terpilih kembali sebagai Presiden RI bagi saya merupakan sebuah antiklimaks dari sebuah prosesi “pesta demokrasi”. Saya beri tanda kutip, karena memang Pemilu Indonesia tidak layak disebut sebagai pesta demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama bahwa penyelenggaraan Pemilu kali ini adalah yang paling kacau dalam sejarah Indonesia pasca reformasi. Persiapan KPU yang kacau balau dengan DPT yang kisruh, nama calon pemilih yang muncul dobel, banyak muncul nama orang yang sudah meninggal, di lain pihak banyak warga namanya tidak tercantum dalam DPT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bahwa tidak nampak adanya upaya dari KPU atau pemerintah untuk melakukan pembenahan atas berbagai laporan kejanggalan DPT dan keanehan-keanehan lainnya (contoh kasus misalnya surat suara yang belum dipakai ternyata sudah dicontreng). Hal ini menggoda kita untuk menduga bahwa pemerintah (baca presiden incumbent) membiarkan kekacauan tersebut karena mengambil keuntungan darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bahwa nampaknya rakyat Indonesia belum bisa menetapkan pilihan secara logis dan didasari pertimbangan yang matang. Sejauh ini saya coba “mencari tahu” apa yang menjadi pilihan masyarakat. Ternyata banyak orang yang saya tanyai memilih SBY dengan alasan bhw beliau ganteng dan gagah (setidaknya bila dibandingkan dengan JK).&lt;br /&gt;Banyak orang menolak Megawati karena beliau perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira itu bukan pertimbangan logis dalam memilih seorang pemimpin. Sulit masuk akal sehat bagaimana memilih seorang calon presiden hanya karena perawakan ganteng dan gagah. Atau menolak seorang hanya karena dia perempuan atau karena perawakan kecil dan tidak menarik. Hal yang sama terjadi pada saat Gus Dur menjadi presiden, saya ingat banyak sekali orang mencemoohkan beliau hanya karena buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya bangsa Indonesia belum bisa menggunakan hak pilih secara bijak, bagaimana menentukan pilihan dengan pertimbangan logis. Saya kira akan lebih tepat bila kita menilai seorang bukan dari fisik tapi dari visi dan misinya, gagasan-gagasan, ide dan konsepnya. Bila kita cermati rangkaian debat antar capres yang ditayangkan di TV, maka saya kira bukan SBY yang menjadi pemenang dalam kompetisi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang terjadi, “pesta” sudah usai, pemimpin sudah dipilih, tak ada guna menyesal karena tak akan mengubah keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kaum bodoh akan memilih pemimpin bodoh, hanya kaum penakut akan memilih pemimpin penakut. Mudah-mudahan bangsa Indonesia bukan bangsa bodoh dan penakut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-4252743356647560745?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/4252743356647560745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/07/antiklimaks-pesta-demokrasi-indonesia.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/4252743356647560745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/4252743356647560745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/07/antiklimaks-pesta-demokrasi-indonesia.html' title='Antiklimaks “Pesta” Demokrasi Indonesia'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-1078038739122319810</id><published>2009-06-10T15:46:00.017+07:00</published><updated>2010-02-01T19:03:57.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Sengketa Ambalat - Indonesia bisa apa ?</title><content type='html'>Minggu-minggu terakhir ini kita kembali dibuat jengkel dengan kasus Ambalat. Setelah berhasil merampas Sipadan-Ligitan, mengklaim reog Ponorogo sebagai budaya asli Malaysia, bersikap sewenang-wenang terhadap para TKI di Malaysia. Sekarang Malaysia berulah lagi dengan mencoba merampas Blok Ambalat yang kaya minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang Indonesia tentu kita bertekad mempertahankan Ambalat, itu suatu hal yang sudah jelas, tidak perlu dipertanyakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pertanyaannya adalah: apakah yang bisa kita lakukan ? seberapa kuat kita ? seberapa mampu kita ? seberapa beraninya kita ? Melihat ribuan TKI dihina dan diperlakukan sebagai binatang juga pemerintah tidak berbuat apa-apa, menanggapi reog Ponorogo yang diklaim sebagai budaya Malaysia juga pemerintah tidak bereaksi. Melihat manuver kapal Malaysia di perairan Ambalat, TNI AL sudah mencoba menghalau tapi akan mampu seberapa jauh ? Sedangkan persenjataan kita mungkin hanya separuh saja yang masih layak digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira ada dua hal yang perlu menjadi pokok pemikiran kita semua:&lt;br /&gt;1. Seberapa besar tekad kita untuk menjaga dan mempertahankan harkat dan martabat bangsa&lt;br /&gt;2. Seberapa besar kekuatan/kemampuan kita untuk menjaga dan mempertahankan harkat dan martabat bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal di atas merupakan prasyarat mutlak untuk menjaga kedaulatan kita sebagai bangsa dan negara. Keduanya merupakan aspek yang sangat erat berkaitan satu sama lain. Kekuatan tekad tentu akan berdampak langsung pada kekuatan kita, tapi tekad saja tidak cukup. Karena kekuatan mencakup dimensi yang sangat luas, mulai dari ekonomi, ideologi sampai ke kekuatan fisik angkatan bersenjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah kita perlu prihatin. Ekonomi negara kita ambur adul, pembangunan berbasis hutang menyebabkan ketergantungan pada pihak asing dan Indonesia sudah terperangkap dalam jerat hutang negara-negara asing. Secara ekonomi kita sudah sangat lemah. Berhadapan dengan Malaysia, kita sudah "dijajah" secara ekonomi. Perusahaan telco yang mempunyai peranan sangat vital (XL) sudah dikuasai Malaysia, belum lagi perbankan. Bank CIMB Niaga dikuasai Malaysia lewat Bumiputera-Commerce-Holding-Berhad (BCHB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ekonomi terpuruk, tidak ada anggaran cukup untuk memelihara angkatan bersenjata yang kuat. Karena tidak ada angkatan bersenjata yang kuat, maka kita tidak mampu berbuat apa-apa, ketika maaf -tetangga buang kotoran di pekarangan kita-. Itulah yang sudah terjadi saat ini, kapal-kapal perang Malaysia sudah berlalu lalang seenaknya di perairan Ambalat, tanpa takut sedikitpun pada patroli TNI AL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin berandai-andai, tapi pepatah mengatakan "siapa yg ingin damai harus siap berperang". Bahasa kasarnya mungkin begini, "bila Anda tidak siap perang, maka lawan akan menjajahmu dan Anda tidak bisa hidup damai". Marilah kita jujur, dengan kondisi bangsa seperti sekarang apakah kita siap berperang ?, kondisi persenjataan sudah usang dan tidak layak lagi. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir saja sudah berapa pesawat terbang dan helikopter yang jatuh.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Si-NmM1rxUI/AAAAAAAAADU/FL28Uk-PeAU/s1600-h/ambalat.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345646970133005634" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 281px; CURSOR: hand; HEIGHT: 182px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Si-NmM1rxUI/AAAAAAAAADU/FL28Uk-PeAU/s200/ambalat.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan pengamat militer dan tidak tahu perimbangan kekuatan bersenjata Indonesia-Malaysia. Yang saya tahu kapal-kapal TNI AL sudah berusia lanjut, yang baru hanyalah beberapa korvet dari Belanda. Kapal selam seingat saya hanya ada dua type 209 ex Jerman. Di lain pihak Malaysia baru saja menerima dua kapal selam baru kelas Scorpene dari Perancis. &lt;a href="http://www.roslihanip.com/technology/first-malaysian-scorpene-submarine"&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Scorpene adalah kapal selam type baru yang bisa menyelam hingga kedalaman 300 meter.&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;Seandainya terjadi perang laut di perairan Ambalat, saya tidak yakin Indonesia mampu menjaga harkat dan martabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar diambil dari Harian Kompas, 4 Juni 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-1078038739122319810?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/1078038739122319810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/06/sengketa-ambalat-indonesia-bisa-apa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/1078038739122319810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/1078038739122319810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/06/sengketa-ambalat-indonesia-bisa-apa.html' title='Sengketa Ambalat - Indonesia bisa apa ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Si-NmM1rxUI/AAAAAAAAADU/FL28Uk-PeAU/s72-c/ambalat.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-918523478498807191</id><published>2009-06-07T00:31:00.010+07:00</published><updated>2010-02-01T19:03:04.882+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Hidup'/><title type='text'>Duka Cita atas Pembunuhan Gajah - Kapan kita akan bersyukur ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Sivht-BGerI/AAAAAAAAADM/UdSedIYwwNo/s1600-h/gajah_mati.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 192px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Sivht-BGerI/AAAAAAAAADM/UdSedIYwwNo/s200/gajah_mati.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344613562663205554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah negara yang kaya raya dengan sumber daya alam yg berlimpah-limpah.  Pertambangan minyak, emas, batu bara, kandungan gas alam dan panas bumi. Belum lagi keanekaragaman hayati, ribuan jenis species hewan liar dan tumbuhan hidup di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali bahwa kekayaan alam yang berlimpah-limpah itu tidak disyukuri, tapi justru disia-siakan. Tambang emas dan minyak dijual murah ke negara asing. Demikian pula sumber daya alam lainnya, bahkan pulaupun dijual.  Hutan rimba belantara dijarah untuk kepentingan segelintir orang saja. Sementara pemerintah dan aparat keamanan tutup mata, entah karena tidak tahu, tidak mau tahu atau justru pemerintah dan aparat keamanan sendirilah yang mengambil keuntungan dari situ ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi seharusnya kita patut bersyukur bahwa di hutan-hutan di Sumatra Selatan, Jambi, Bengkulu masih hidup hewan-hewan liar seperti gajah. Tapi entah apa yang ada dalam benak orang Indonesia ini, gajah-gajah liar tak berdosa ini bukannya dilindungi, dipelihara dan dijaga supaya tidak punah, tapi justru banyak dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bulan Mei-Juni 2009 ini saja, tercatat sekurang-kurangnya 4 ekor gajah telah mati dibunuh (pls cek harian Kompas edisi 30 Mei, 2 Juni dan 6 Juni 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih dan miris rasanya hati ini membaca berita seperti itu.  Dan ternyata ini bukan peristiwa pertama, kasus-kasus ini sudah terjadi sejak bertahun-tahun yang lalu, dan mungkin sudah puluhan gajah yang tewas menjadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin menyedihkan lagi bahwa ternyata gajah ini bukan satu-satunya hewan yang menjadi korban. Beberapa bulan lalu juga beredar berita harimau Sumatra yang mati dibunuh, ada lagi kasus bayi harimau yang dicuri dari induknya.  Saya jadi teringat beberapa tahun yang lalu sekelompok peneliti dan pencinta alam mencoba mencari sisa-sisa harimau Jawa. Tapi mereka tidak pernah menemukan hewan malang tersebut, yang ditemukan hanya sisa-sisa kotorannya saja, kalau saya tidak salah di Taman Nasional Meru Betiri ?  Akhirnya "secara resmi" dinyatakan bahwa harimau Jawa sudah punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah gajah dan harimau Sumatra juga akan mengalami nasib yang sama ?  Tidakkah pemerintah terpanggil untuk melestarikan sisa-sisa kekayaan hayati ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar di atas memperlihatkan seekor gajah jantan yang mati diracun di Riau, 8 Mei 2009, sumber:  &lt;a href="http://foto.detik.com/readfoto/2009/05/08/095223/1128173/157/1/"&gt;http://foto.detik.com&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-918523478498807191?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/918523478498807191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/06/duka-cita-atas-pembunuhan-gajah-kapan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/918523478498807191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/918523478498807191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/06/duka-cita-atas-pembunuhan-gajah-kapan.html' title='Duka Cita atas Pembunuhan Gajah - Kapan kita akan bersyukur ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Sivht-BGerI/AAAAAAAAADM/UdSedIYwwNo/s72-c/gajah_mati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-1479368952101564507</id><published>2009-06-05T14:58:00.003+07:00</published><updated>2010-02-02T09:10:48.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Pemimpin seperti apa yang dibutuhkan Indonesia ?</title><content type='html'>Pertanyaan mendasar utama bangsa ini: apa yg dibutuhkan Indonesia, sdh terjawab. Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang tepat, yang mampu membangun kembali Indonesia bangkit dari keterpurukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan lanjutan muncul, pemimpin seperti apa yang dibutuhkan oleh Indonesia ? Pertanyaan ini sangat aktual saat ini, menjelang Pemilu Presiden, Juli mendatang. Apa figur pemimpin yang kita butuhkan sudah ada dalam karakter para calon presiden yang ada ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya boleh mereka-reka, menurut saya pemimpin ideal Indonesia seharusnya mempunyai karakter:&lt;br /&gt;1. tulus, jujur dan bersih &gt;&lt;br /&gt;2. berani dan tegas namun adil &gt;&lt;br /&gt;3. tenang dan diplomatis &gt;&lt;br /&gt;4. cerdas dan peka &gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-1479368952101564507?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/1479368952101564507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/06/pemimpin-seperti-apa-yang-dibutuhkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/1479368952101564507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/1479368952101564507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/06/pemimpin-seperti-apa-yang-dibutuhkan.html' title='Pemimpin seperti apa yang dibutuhkan Indonesia ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-6133764772945738485</id><published>2009-05-29T12:30:00.007+07:00</published><updated>2010-02-02T09:10:48.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Apa yang dibutuhkan Indonesia</title><content type='html'>Pasca Pemilu Legislatif kemarin, iklim politik di Indonesia sekarang menghangat lagi menjelang Pemilu Presiden-Wakil Presiden.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira Indonesia tidak bisa banyak berharap dengan pilihan capres cawapres yang ada sekarang. Calon yang satu peragu dan penakut serta lebih sibuk menjaga citra dan wibawanya dibanding kepedulian dan ketegasan sikap terhadap berbagai permasalahan bangsa ini. Calon yang lain mengaku mau mengedepankan ekonomi kerakyatan dan anti neoliberalisme, lupa bhw pada saat berkuasa dulu sudah terlibat dalam proses penjualan aset-aset bangsa. Calon yang lain lagi seorang Saudagar yang mengaku bisa bertindak cepat dan tegas tapi juga belum terbukti kredibilitasnya, dan dalam masa pemerintahan sebelumnya terlihat ingin berperan lebih besar dibandingkan dengan porsi wewenangnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cawapres yang ada juga tidak lebih baik rekam jejaknya. Beberapa cawapres terbukti pernah melakukan pelanggaran berat HAM, bahkan terlibat dalam penculikan aktivis dan penghilangan nyawa.  Satu cawapres sepintas mungkin terlihat bersih, tapi -sekali lagi- diduga penganut paham neoliberalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mau kita harapkan dari kombinasi capres dan cawapres seperti ini ?  Saya tertarik dengan tulisan Daniel Sparingga di harian Kompas hari ini. Artikelnya berjudul "Apa yang sesungguhnya diperlukan Indonesia ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju sekali dengan pendapat Sparingga dalam artikelnya, bhw yang dibutuhkan adalah "...mengintegrasikan perspektif dan visi ekonomi abad XXI ke dalam kepemimpinan nasional." Kemudian:"...semua prioritas hendaknya diarahkan untuk menggerakkan perekonomian nasional ke arah terciptanya kesempatan berusaha dan lapangan kerja baru melalui pertumbuhan ekonomi yang permanen..."  Lalu juga "...diperlukan tidak hanya pasar yang bebas, tapi juga pasar yang adil; tidak hanya hukum yang tegak tapi juga hukum yang adil..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung-ujungnya Sparingga menuliskan: “...Saya sangat yakin bahwa negeri ini membutuhkan sebuah kepemimpinan politik yang sangat istimewa, tidak konvensional” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan terakhir sangat tepat, itulah jawabannya, negeri ini membutuhkan seorang pemimpin yang tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin seperti apa yang dibutuhkan Indonesia ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-6133764772945738485?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/6133764772945738485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/05/apa-yang-dibutuhkan-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6133764772945738485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6133764772945738485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/05/apa-yang-dibutuhkan-indonesia.html' title='Apa yang dibutuhkan Indonesia'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-7801570211605814437</id><published>2009-04-20T12:05:00.012+07:00</published><updated>2010-02-02T09:10:48.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Perseteruan para Jenderal di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SewFvLi268I/AAAAAAAAADE/a2c8MRCK3uE/s1600-h/sintong-panjaitan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326638767383440322" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 138px; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SewFvLi268I/AAAAAAAAADE/a2c8MRCK3uE/s200/sintong-panjaitan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Era reformasi setidak-tidaknya membawa satu kemajuan yaitu keterbukaan. Sejak "reformasi" tahun 1998, banyak buku yg mengisahkan hal-hal yg di jaman pak Harto dulu mustahil diungkap secara terbuka, sekarang malah para penulis seperti berlomba-lomba. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang paling hangat adalah buku biografi Sintong Panjaitan tulisan wartawan Hendro Subroto, yg berjudul: Perjalanan Seorang Prajurit Parakomando. Yang menjadi sasaran tembak adalah sekali lagi Prabowo. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin menduga-duga dan berspekulasi mana yang benar dan mana yg tidak benar dari catatan-catatan sejarah yg ditampilkan dalam banyak buku yg sdh terbit selama ini. Tapi saya peduli pada satu hal: bahwa hingga saat ini bangsa dan rakyat Indonesia masih menjadi sasaran empuk "pertarungan", "permainan" dan "persaingan" politik para Jenderal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Para Jenderal penguasa yg nota bene segala kehidupan dan tindak tanduknya dibiayai dengan pajak yg dibayar oleh warga negara, ternyata bertindak sekehendak keinginan dan kepentingan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pertanyaan saya: bila seorang militer atau satu kesatuan militer melakukan tindakan pelanggaran HAM berat seperti penculikan (bahkan diikuti dengan penyiksaan) dan penghilangan nyawa atau kelalaian yg menyebabkan kematian, apakah cukup penyelidikan kasus dilakukan oleh institusi militer seperti Mahmil (Mahkamah Militer) atau DKP (Dewan Kehormatan Perwira). Sedangkan Mahmil atau DKP adalah institusi bentukan militer yang melakukan investigasi secara tertutup dan tidak membeberkan secara terbuka hasil temuan dan penyelidikannya ? Bagaimana menjamin bahwa Mahmil dan DKP bisa bertindak independen dan bebas kepentingan ? Padahal - sekali lagi - operasional militer sepenuhnya dibiayai dengan pajak yang dibayar oleh warga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selama hal-hal ini masih menjadi tanda tanya besar dan pihak militer belum bisa membuktikan keberpihakan mereka kepada rakyat (yang dibuktikan dengan publikasi terbuka semua hasil penyelidikan serta sanksi dan hukuman tegas bagi pelanggar HAM), maka selama itu pula rakyat akan dibingungkan dan menjadi bulan-bulanan "permainan politik" para Jenderal.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-7801570211605814437?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/7801570211605814437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/04/perseteruan-para-jenderal-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/7801570211605814437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/7801570211605814437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/04/perseteruan-para-jenderal-di-indonesia.html' title='Perseteruan para Jenderal di Indonesia'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SewFvLi268I/AAAAAAAAADE/a2c8MRCK3uE/s72-c/sintong-panjaitan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-2366859937822136253</id><published>2009-04-07T17:51:00.012+07:00</published><updated>2010-02-01T19:10:41.563+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Ketidakwarasan di Balik Pemilu</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Sd1-5CtlAEI/AAAAAAAAAC0/JcRSgEkiQuo/s1600-h/kami_tdk_butuh_fotomu2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322549853067477058" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 143px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Sd1-5CtlAEI/AAAAAAAAAC0/JcRSgEkiQuo/s200/kami_tdk_butuh_fotomu2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Judul posting ini saya kutip dari satu buah &lt;a href="http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/04/07/Opini/krn.20090407.161683.id.html"&gt;opini&lt;/a&gt; di Koran Tempo edisi Selasa, 7 April 2009. Bukan kata-kata yg terdengar enak di telinga, berkesan kasar dan sinis, tapi apa mau di kata, memang itulah yg saya pikirkan tentang Pemilu Indonesia kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Romandhon dalam opininya menyinggung soal ulah "gila" para Caleg yang narsis dan para calon pemimpin bangsa yang mengumbar janji kosong sambil mencaci lawan politiknya, saya masih berbicara soal aturan Pemilu itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masalah Multipartai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi Pemilu dengan multi hingga (bahkan) puluhan partai sulit diterima akal sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudahan mendirikan partai dan tidak adanya pembatasan, bukannya mencerminkan demokrasi yang baik tapi justru memperlihatkan sikap mau menang sendiri dan tidak adanya musyawarah, sesuatu yg selama ini dibanggakan dalam demokrasi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta menunjukkan bahwa banyak partai baru sebetulnya adalah pecahan dari partai yg sdh ada sebelumnya. Pecahan partai ini terjadi karena adanya konflik kepentingan di antara pengurus partai, yg satu mungkin mau ke kiri yg lain mau ke kanan, karena tidak ada yg mau mengalah akhirnya bubar. Saya kira ini gejala yg menarik. Bila pendiri atau pengurus partai itu mengutamakan kepentingan umum maka saya yakin hal ini tidak akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terlihat jelas di Golkar, yg "pertikaian internal" di dalamnya sdh melahirkan setidak-tidaknya dua partai baru: Hanura dan Gerindra. Karena Wiranto dan Prabowo ingin menjadi calon presiden sementara mereka tidak mendapatkan cukup dukungan dari Golkar, akhirnya mereka mendirikan partai sendiri. Hal yg sama juga terjadi di PDI Perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa di atas menunjukkan bahwa banyak pemimpin kita lebih suka menang sendiri dan tidak mau mengalah. Alih-alih mencari kader terbaik partai untuk dicalonkan menjadi pemimpin bangsa, Wiranto dan Prabowo lebih suka mendirikan partai sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang unik adalah, setelah lahir begitu banyak partai, para politisi ini baru sadar bahwa suara pemilih pasti akan terpecah-pecah, sehingga sulit mendapatkan suara mayoritas. Akibatnya begitu banyak partai yg sdh lahir tadi menjadi sibuk berkoalisi. Yang satu berkunjung ke yang kedua, yg kedua mendekati yg ketiga. Partai keempat membuat kesepakatan dengan partai kelima dst, dst. Kesibukan koalisi ini sy kira tidak perlu terjadi bila jumlah partai dibatasi misalnya hanya tiga atau empat partai saja. Dengan jumlah partai yg terbatas, masing-masing partai akan mempunyai kekuatan cukup dan tidak perlu kasak-kusuk ke sana sini mencari kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masalah Pemilihan Caleg Langsung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua yg ingin saya soroti adalah masalah pemilihan caleg secara langsung. Menurut saya mustahil bhw seluruh pemilih bisa mengenali dengan baik para calon legislatif yg diajukan partai. Akibatnya seperti yg sdh disebutkan oleh Romandhon dalam opininya di Koran Tempo, para caleg menjadi narsis, memajang fotonya di pohon-pohon dan sudut jalan, mengemis minta dukungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada keseragaman dan sesuatu yg monoton serta terasa kosong dalam poster-poster para caleg. Jargon-jargonnya: minta dukungan, mohon doa restu, sekiranya berkenan dst bla bla bla....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya akan jauh lebih bernilai dan bermartabat, bila rakyat cukup memilih partai apa yg disukainya. Masalah siapa yg akan maju menjadi caleg nantinya, biarlah itu menjadi urusan internal partai. Dalam hal ini sekali lagi kita berasumsi bahwa para caleg harus mempunyai kedewasaan berpikir dan bersikap, tidak mau menang sendiri. Harus ada satu mekanisme internal partai, bagaimana menentukan kader terbaik partai untuk menjadi wakil rakyat yg duduk di DPR/DPRD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para caleg sendiri, metode pemilihan seperti ini membuat kampanye menjadi bersifat personal. Para caleg harus merogoh koceknya sendiri dan bila perlu berutang kiri kanan untuk membiayai kampanyenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa untungnya bagi rakyat ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yg paling mendasar, dengan model Pemilu yang kita jalani sekarang ini, keuntungan apa yg didapatkan oleh rakyat ?. Sementara anggaran yg dihabiskan hingga &lt;a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/11/1/kpu-terlalu-berani-tetapkan-besaran-biaya-pemilu-2009/"&gt;puluhan trilyun rupiah&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-2366859937822136253?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/2366859937822136253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/04/ketidakwarasan-di-balik-pemilu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2366859937822136253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2366859937822136253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/04/ketidakwarasan-di-balik-pemilu.html' title='Ketidakwarasan di Balik Pemilu'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Sd1-5CtlAEI/AAAAAAAAAC0/JcRSgEkiQuo/s72-c/kami_tdk_butuh_fotomu2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-6034947270988970471</id><published>2009-02-28T14:18:00.006+07:00</published><updated>2010-02-02T09:11:07.586+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Euforia atas terpilihnya Obama sebagai Presiden AS</title><content type='html'>Kalau bagi Amerika, terpilihnya Obama membuktikan bahwa mereka telah maju selangkah lagi dalam proses demokrasi. Bahwa setelah ratusan tahun akhirnya seorang kulit hitam bisa terpilih menjadi presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Indonesia, naiknya Obama membangkitkan euforia tersendiri, hanya karena Obama kecil dulu pernah tinggal dan bersekolah di Indonesia, lalu banyak orang Indonesia (mungkin) berharap-harap Amerika Serikat akan lebih memperhatikan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan lagi dengan kunjungan Hillary Clinton selaku Menlu, yg penuh senyum dan dengan simpatik mengatakan sangat terkesan dengan makanan Indonesia. Kunjungan Hillary ini menjadi semakin menarik karena biasanya Menlu baru AS mengadakan kunjungan pertamanya ke Eropa, tapi kali ini ke Asia termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin berprasangka buruk. Tapi sejarah membuktikan bahwa dalam relasi Indonesia dengan AS, negara kita selalu berada dalam posisi subordinat, dirugikan, dilecehkan, dimanfaatkan. Dan hal ini bisa terjadi karena pemerintah Indonesia sendiri yg membiarkan dirinya diperlakukan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan hal ini saya ingin mengingatkan bahwa kita tidak boleh larut dengan euforia bhw Obama pernah dibesarkan di negeri ini. &lt;em&gt;So What ? Lalu apa ?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju sekali dengan apa yg dikatakan oleh &lt;em&gt;Bara Hasibuan&lt;/em&gt; (Rubrik Internasional hal. 5 di harian Kompas Minggu, 15 Februari 2009): "Apakah yang kita mau atau kehendaki dari hubungan dengan AS di bawah Obama?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reportase di Kompas tersebut juga memaparkan adanya dugaan bahwa banyak korporasi AS (termasuk yg bekerja di Indonesia) telah melanggar &lt;em&gt;FCPA (Foreign Corrupt Practices Act&lt;/em&gt;). FCPA adalah sebuah peraturan yg melarang semua korporasi AS yg beroperasi di luar negeri untuk menyuap para pejabat di negara dimana mereka bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dugaan ini beralasan ?, lebih jauh Kompas menulis bhw &lt;em&gt;New York Times&lt;/em&gt; edisi19 Januari 2006 pernah melaporkan adanya pengakuan dari eksekutif Freeport Mc Moran Copper &amp;amp; Gold bhw pemerinta AS meneliti kasus suap yg diberikan oleh perusahaannya ke oknum militer Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Huffington Post&lt;/em&gt; edisi 28 Nopember 2008 menyinggung penyuapan yg dilakukan Newmont Mining Company ke oknum militer Indonesia dalam rangka melindungi bisnisnya yg merusak lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira isu FCPA ini bisa menjadi &lt;em&gt;entry point&lt;/em&gt; diskusi kita atau tuntutan kita ke AS. Bila pemerintah AS selalu berkoar-koar soal penegakan HAM, kita juga boleh menuntut mereka secara proaktif mengawasi pelaksanaan aturan FCPA. Karena pelanggaran FCPA berarti AS membiarkan korporasinya melakukan tindakan tidak adil, manipulasi keuangan, merusak lingkungan, pada saat yg sama memberikan keuntungan hanya ke segelintir orang (para oknum militer dan pemerintah), dan itu semua setara dengan pelanggaran HAM berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya adalah apakah pemerintah Indonesia punya kesadaran, keberanian dan niat untuk menyampaikan tuntutan ini ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-6034947270988970471?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/6034947270988970471/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/02/euforia-atas-terpilihnya-obama-sebagai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6034947270988970471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6034947270988970471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/02/euforia-atas-terpilihnya-obama-sebagai.html' title='Euforia atas terpilihnya Obama sebagai Presiden AS'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-8361416519943532745</id><published>2009-02-11T21:05:00.003+07:00</published><updated>2010-02-01T19:10:28.453+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Pemilu Indonesia 2009, sebuah proses Pembodohan</title><content type='html'>Banyak orang menyebut Pemilu di Indonesia sebagai sebuah “Pesta Demokrasi”. Saya tidak sependapat, saya lebih suka menyebutnya proses pembodohan. Mohon maaf saya tidak punya istilah yg lebih halus. Apa yang hendak dicapai dengan sebuah Pemilu yang diikuti oleh 44 partai politik ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira rumusan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Todung Mulya Lubis&lt;/span&gt; dalam kolomnya berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Partai Politik: Nafsu Besar Tenaga Kurang”&lt;/span&gt; di majalah Tempo edisi 5-11 Januari 2009 sangat tepat. Demikian Todung menulis (halaman 112):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“…pemerintahan yang kuat akan sulit terbentuk di negara yang banyak partainya, dan pengalaman kita sejak 1999 menunjukkan kekuasaan pemerintah terus-menerus tergerus. Pemerintah dipaksa melakukan kompromi yang akhirnya membuat banyak program tak berjalan, dan inilah yang juga bakal kita alami pasca Pemilu 2009 nanti. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana mungkin ada partai yang bisa memperoleh suara mayoritas di pemilu yang diikuti 44 partai politik ? Akhirnya, tak bisa dihindarkan, yang bakal terjadi adalah koalisi antarpartai, yang berarti menguatnya transaksi politik antar partai. Yang saya takutkan, pengalaman demokrasi yang tak melahirkan pemerintahan yang kuat dan tak efektif ini akan membuat rasa tidak puas mendorong kembali negara ini ke masa lalu yang otoriter tapi diperintah oleh pemerintahan yang relatif. Kerinduan akan masa lalu yang stabil dan “agak makmur” secara ekonomi memang sudah sering kita dengar, dan kita tak boleh menganggap remeh kerinduan ini”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pokok pikiran Todung di paragraf ini, pertama soal banyaknya partai politik menyebabkan terbentuknya pemerintah yang tidak kuat. Kedua, bahwa pemerintahan yang tidak kuat tadi mendorong menguatnya kerinduan akan pemerintahan yang kuat tapi otoriter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini saya ingin fokus pada pokok pikiran pertama, dan itu saya kira sudah terjadi pada masa pemerintahan SBY saat ini.  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebetulnya terpilih secara mutlak dan memiliki legalitas penuh sebagai presiden, namun di lain pihak harus diakui bahwa SBY tidak mempunyai basis massa. SBY dicalonkan oleh Partai Demokrat yang perolehan suaranya jauh dibawah Golkar dan PDIP misalnya.  Akibatnya adalah SBY sibuk melakukan kompromi dengan partai-partai besar tersebut, karena kekhawatiran tidak akan mendapatkan cukup dukungan oleh legislatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa mudah ditebak akan terulang pada Pemilu 2009 ini. Siapapun yang terpilih sebagai presiden akan sibuk melakukan kompromi politik untuk bisa mendapatkan dukungan dari begitu banyak partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di luar soal di atas, secara sederhana saja sulit masuk di akal saya ada 44 buah partai politik di negara ini, dan itu bisa saja bertambah setiap saat. Begitu mudahnya membentuk sebuah partai, mungkin sama mudahnya dengan membuka satu cabang gerai minimarket, asal ada sejumlah pendukung dan cukup uang, jadilah.  Kemudahan ini saya kira bukanlah sebuah pembelajaran politik yang baik. Yang menariknya lagi, di negeri ini setiap kali terjadi sengketa atau konflik internal partai, begitu mudahnya sekelompok orang memisahkan dirinya dari partai induknya dan mendirikan partai baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak pro Amerika, tapi dalam beberapa hal kita patut belajar pada Amerika.  Di Amerika hanya ada dua partai, dan setiap partai mempunyai pendukung yang loyal pada partainya tersebut.  Pendukung loyal pada partai dan ideologi partai, dan tidak mempunyai agenda pribadi sendiri.  Sehingga sebagai contoh pada saat Hillary Clinton kalah sebagai calon presiden, maka saat itu juga dia langsung dengan besar hati memberikan dukungan penuh kepada Barrack Obama, rivalnya dari satu partai yang sama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-8361416519943532745?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/8361416519943532745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/02/pemilu-indonesia-2009-sebuah-proses.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/8361416519943532745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/8361416519943532745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/02/pemilu-indonesia-2009-sebuah-proses.html' title='Pemilu Indonesia 2009, sebuah proses Pembodohan'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-5950681222884922586</id><published>2009-01-19T15:37:00.006+07:00</published><updated>2010-02-01T19:10:28.453+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia terhadap Timur Tengah</title><content type='html'>Menilik konflik Timur Tengah yang hingga kini belum juga reda, kita mendapatkan kabar "sedikit gembira" bhw pihak Hamas dan Israel sepakat untuk melakukan gencatan senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi dalam menyikapi konflik Arab-Israel atau tepatnya Palestina-Israel, saya ingin mengajak pembaca sekalian untuk melihatnya dari sudut pandang Indonesia, dalam hal ini kita lihat kebijakan politik luar negeri Indonesia terhadap kasus Timur Tengah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira menarik sekali untuk mencermati pendapat &lt;strong&gt;&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/18/0126353/berdebat.di.meja.makan"&gt;Nono Anwar Makarim&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, seorang ahli hukum yang secara intens mengikuti perkembangan Timur Tengah, yg dipaparkan dalam Harian Kompas Minggu edisi 18 Januari 2009 kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga butir menarik dari wawancara dengan Makarim, yg kalau disarikan kira-kira seperti berikut ini:&lt;br /&gt;1. bahwa konflik Israel - Palestina bukanlah konflik agama&lt;br /&gt;2. bahwa kebijakan politik luar negeri Indonesia sudah tepat dengan secara resmi mengutuk dan mengecam tindakan Israel melakukan serangan membabi buta ke penduduk sipil.&lt;br /&gt;3. bahwa kondisi internal Indonesia sangat lemah, ada begitu banyak masalah di dalam negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bahwa konflik Israel-Palestina bukanlah perang agama. Makarim berpendapat bahwa ini bukan perang agama, tapi perang politik dengan latar belakang etnis dengan sejarah yang panjang, tapi kedua belah pihak memang membiarkan kesan seperti itu. Israel ingin menunjukkan bahwa Islam susah diajak ngomong, sementara Palestina merasa lebih mudah memobilisasi dukungan dari mayoritas negara muslim bila ini dianggap sebagai perang agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bahwa kebijakan luar negeri Indonesia sudah tepat dengan menyampaikan kecaman resmi. Setidaknya menurut saya pada momen ini pemerintah Indonesia bersikap cukup cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Makarim mengatakan: "Keadaan kita ini payah...ya ampun ! Kita tak kuat. Kita terlalu banyak problem dalam negeri. Paling dekat Pemilu 2009"  Saya sangat terkesan dan setuju sekali dengan pernyataan ini. Boleh saya tambahkan: Kita terlalu banyak problem dalam negeri, dan seyogyanya kita selesaikan itu dulu sampai kita cukup punya independensi - kemandirian, barulah kita boleh sisihkan perhatian untuk masalah-masalah internasional.  Contoh gamblang: kita harus jadikan negara ini kuat, independen dan percaya diri, barulah boleh bersikap - kalau berani seperti Hugo Chavez dari Venezuela yg dengan lantang menyerukan kritik pedas ke Amerika Serikat. Kapan presiden Indonesia berani bersikap seperti itu ?  Walahualam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-5950681222884922586?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/5950681222884922586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/01/kebijakan-politik-luar-negeri-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5950681222884922586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5950681222884922586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/01/kebijakan-politik-luar-negeri-indonesia.html' title='Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia terhadap Timur Tengah'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-2140679825690128114</id><published>2009-01-08T13:46:00.005+07:00</published><updated>2009-01-08T14:20:47.308+07:00</updated><title type='text'>Lagi, demo anti Israel ?</title><content type='html'>Setiap kali melihat demo anti Israel hati saya selalu tergelitik. Beberapa hari lalu kebetulan saya lewat di depan Kedubes Amerika di Jl Merdeka Selatan, Jakarta, ada lagi demo anti Israel dan Amerika atas serangan udara Israel ke Palestina yg telah menewaskan banyak warga sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya prihatin kepada para pendemo tersebut, bukan karena saya pro Israel atau Amerika, tapi karena saya anggap demo tersebut salah alamat. Hal ini pernah saya ungkapkan dalam posting saya bertanggal 11 September 2006, bahwa &lt;a href="http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/09/mau-anti-israel-yang-penting-mandiri.html"&gt;kalau mau anti Israel maka yang penting adalah mandiri dulu&lt;/a&gt;. Pertama-tama harus disadari dulu bahwa sikap sewenang-wenang Israel hanya bisa terjadi karena adanya dukungan yg sangat kuat dari Amerika Serikat. Artinya bila mau "melawan" Israel maka kita juga harus "melawan" Amerika Serikat. Dengan kata lain selama kita masih "tunduk" pada Amerika Serikat, maka selama itu pula kita akan "tunduk" kepada Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui juga bahwa hingga saat ini kita belumlah independen, ini bahasa yg agak halus dari istilah merdeka. Rasanya kurang nyaman kalau saya tulis kita belum merdeka (meskipun kenyataan mungkin seperti itu). Belum independen dalam arti ketergantungan kita masih sangat besar ke Amerika Serikat. Ketergantungan yg sebetulnya tidak perlu karena JIKA SAJA KITA MAU, maka sebetulnya kita mempunyai kemampuan untuk secara independen mengelola negara kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus disadari bahwa hingga saat ini, meskipun kita yang memiliki kekayaan alam (minyak di Aceh dan Balikpapan, emas di Papua dsb), tapi yang mengambil manfaat terbesar dari sumber-sumber itu adalah Amerika Serikat. Hebatnya lagi, meskipun kita yg memiliki kekayaan tersebut, namun Amerikalah yg mengaturnya, bahkan kita bergantung pada Amerika dan bantuan-bantuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bila Anda ingin berdemo, janganlah demo ke Amerika Serikat, tapi &lt;strong&gt;berdemolah ke pemerintah kita sendiri dan para penyelenggara negeri ini yang membiarkan ketergantungan kita ke Amerika terjadi terus-menerus selama puluhan tahun.&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-2140679825690128114?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/2140679825690128114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/01/lagi-demo-anti-israel.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2140679825690128114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2140679825690128114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/01/lagi-demo-anti-israel.html' title='Lagi, demo anti Israel ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-542750725124926104</id><published>2009-01-05T15:42:00.012+07:00</published><updated>2009-01-06T13:05:30.992+07:00</updated><title type='text'>CIA di Indonesia</title><content type='html'>Terbitnya buku karangan Tim Weiner yang berjudul &lt;em&gt;Legacy of Ashes, The History of The CIA&lt;/em&gt; membawa kehebohan sendiri bagi kita karena adanya isu bahwa Adam Malik adalah seorang agen CIA. Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi &lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Membongkar Kegagalan CIA, Spionase Amatiran sebuah Negara Adidaya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Mengenai isu Adam Malik sebagai agen CIA, tentu ini menimbulkan kontroversi, mengingat reputasi beliau sebagai salah seorang diplomat kawakan Indonesia. Tapi percaya atau tidak biasanya tidak akan ada asap bila tidak ada api. Hasil polling majalah Tempo menunjukkan bahwa mayoritas responden ternyata cenderung percaya dengan pernyataan Tim Weiner di bukunya tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya tidak ingin menuduh Adam Malik, dan menurut saya itu juga bukan hal utama yg seharusnya menjadi keprihatinan kita. Lepas dari benar tidaknya Adam Malik sebagai agen CIA, jauh lebih penting kita menyadari bahwa negara kita sudah menjadi objek kesewenang-wenangan Amerika Serikat, sejak kurun tahun 1950an, bahkan mungkin jauh sebelum itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Informasi yang dipaparkan, termasuk yg bersumber langsung dari dokumen-dokumen resmi yang sdh di-deklasifikasi menunjukkan betapa Amerika bermain kotor di negeri kita. Sadarkah Anda bhw harkat &amp;amp; martabat kita berbangsa dan bernegara telah dilukai. Inipun bukan buku pertama yang secara terang-terangan membeberkan betapa Indonesia (dan banyak negara lain) selama ini telah dijajah dan dihina oleh Amerika Serikat. Bila Anda sudah membaca buku karangan &lt;strong&gt;John Perkins&lt;/strong&gt; yg berjudul &lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Confession of an Economic Hit Man&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, Anda akan semakin menyadari hal ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa yang membuat saya takjub adalah... bahwa pemerintah, wakil rakyat, pihak militer, intelijen dan para penyelenggara negara seolah tidak tahu dengan hal ini. Entah tidak tahu, atau tidak peduli, atau pura-pura tidak tahu atau tahu tapi takut. Hal ini jelas sekali terlihat karena tidak adanya upaya para penyelenggara negara untuk menegakkan harkat dan martabat, kedaulatan kita atas negeri ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya juga tidak sependapat dengan Budiarto Shambazy, wartawan kawakan Kompas yg menulis kata pengantar untuk buku ini. Shambazy terlalu meremehkan CIA. Okelah bahwa CIA melakukan banyak keteledoran/kecerobohan, tapi itu sekali-kali tidak mengurangi bahayanya mereka. Terbukti CIA telah berhasil membentuk dan menguasai Rezim Orde Baru yang menguasai Indonesia selama lebih 30 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampai sekarangpun saya kira CIA masih bermain di Indonesia, selama Indonesia masih mempunyai sumber alam berlimpah yg masih bisa diserap (minyak di Aceh, emas di Papua dsb). Sementara para anggota dewan yang terhormat malah sibuk dengan dirinya sendiri, melakukan studi banding ke berbagai negara, tidakkah asyik sendiri itu sama dengan berbuat cabul ?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-542750725124926104?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/542750725124926104/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/01/cia-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/542750725124926104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/542750725124926104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2009/01/cia-di-indonesia.html' title='CIA di Indonesia'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-2909140585998445237</id><published>2008-11-12T11:36:00.004+07:00</published><updated>2008-11-12T11:58:18.001+07:00</updated><title type='text'>Perang melawan pornografi, perang melawan korupsi ?</title><content type='html'>Apa sebetulnya penyakit paling parah dari bangsa ini ? pornografi atau korupsi ? pornografi merusak akhlak tapi korupsi merusak segala-galanya (termasuk akhlak). Jadi perang melawan korupsi seharusnya didahulukan sebelum kita bicara perang melawan pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribut-ribut pro dan kontra RUU Pornografi selesai begitu RUU ini disahkan "secara sepihak" oleh DPR. Tanpa mempedulikan berbagai masukan dan keberatan dari banyak elemen masyarakat, kekhawatiran disintegrasi bangssa dan sebagainya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi melihat peristiwa ini sebagai dagelan politik, mungkin ada agenda tertentu yg diskenariokan dalam jangka panjang. Kenapa saya berpikiran demikian ?, karena saya tidak melihat urgensi pengesahan UU ini dalam jangka waktu dekat. Dan pula memang bukan di situ letak permasalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menentang pornografi. Sebagai seorang ayah dari dua anak laki-laki yang masih duduk di bangku SD, terus terang saya tidak ingin anak-anak saya mengenal dunia sex dengan cara yang salah. Melalui media yg mengumbar percabulan dan hawa nafsu syahwat. Tapi saya juga tidak setuju dengan tindakan represi negara yang masuk terlalu jauh ke dalam wilayah privat warga negara. Negara tidak berhak mengatur bagaimana seseorang berpakaian dan menampilkan dirinya. Tambahan pula masalahnya memang bukan di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita mau jujur, ancaman pornografi datang dari komersialisasi VCD-VCD porno yang dijual bebas di sembarang tempat atau dari situs Internet, dan bukan dari bagaimana seorang perempuan mengenakan baju di depan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pornografi dibuat oleh laki-laki, dengan standar khayalan laki-laki dan untuk konsumsi laki-laki, pada umumnya merendahkan perempuan sebagai objek pemuas nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pornografi merendahkan perempuan, lalu kenapa mayoritas penentang RUU ini justru perempuan (termasuk GKR Hemas, Permaisuri Sultan HB X) ? Saya kira karena konsep RUU ini tidak jelas, yang katanya hendak melindungi bangsa dari pornografi tapi aturan-aturanya masuk terlalu jauh ke dalam wilayah privat perempuan (yang hendak dilindungi tadi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi bila mau jujur, ancaman pornografi terutama muncul dari penyebaran material VCD-VCD porno, yang sekali lagi bila kita jujur, bisa tersebar luas kemana-mana karena kontrol yang lemah dari aparat kepolisian yang korup.  Jika saja ada kemauan dari pihak aparat kepolisian untuk secara konsisten memberantas peredaran VCD dan majalah porno, pelacuran dan kejahatan susila lainnya, maka saya yakin itu sudah lebih dari bagus sebagai tindakan memerangi pornografi. Pertanyaan saya: apakah itu sudah dilakukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan terakhir sama dengan pertanyaan di awal: manakah lebih penting: memerangi pornografi atau memerangi korupsi ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-2909140585998445237?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/2909140585998445237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/11/perang-melawan-pornografi-perang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2909140585998445237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2909140585998445237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/11/perang-melawan-pornografi-perang.html' title='Perang melawan pornografi, perang melawan korupsi ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-1099167294438119987</id><published>2008-10-15T16:17:00.009+07:00</published><updated>2008-10-17T11:01:40.384+07:00</updated><title type='text'>Neoliberalisme dan kebodohan Indonesia</title><content type='html'>Awal Desember 2007, saya pernah membuat posting berjudul &lt;a href="http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/12/indonesia-bangkrut.html"&gt;Indonesia Bangkrut&lt;/a&gt;. Ada beberapa isu menarik terkait hal itu, terutama paham neoliberalisme yang "dipaksakan" oleh negara-negara maju Amerika Serikat dan Inggris melalui instrumen keuangan seperti IMF dan Bank Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sebagai sebuah negara berkembang yang "bodoh" dan korup, dengan cepat segera masuk ke dalam perangkap yg sudah disediakan para kapitalis global tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide atau paham neoliberalisme ini saya kira sangat perlu kita pelajari, bila ingin memahami bagaimana Indonesia yang sedemikian kaya bisa menjadi begitu terpuruk, jatuh miskin dan bangkrut. Ini adalah buah dari kombinasi antara keserakahan para kapitalis global serta kebodohan dan perilaku korup dari para elit penguasa di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait paham neoliberalisme ini, ada satu acuan yang saya kira sangat bagus: buku berjudul Post Washington Consensus dan Politik Privatisasi di Indonesia, tulisan Tim dari Centre for International Relation Studies Universitas Indonesia, Penerbit Marjin Kiri, 2007.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SPaZAq9FldI/AAAAAAAAAB8/9zoquXbFqSo/s1600-h/postw.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257557851811190226" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SPaZAq9FldI/AAAAAAAAAB8/9zoquXbFqSo/s200/postw.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa yg dimaksud Washington Consensus, tidak lain adalah neoliberalisme itu sendiri dan diberi nama demikian karena memang kelahirannya melibatkan para politisi Kongres, teknokrat, birokrat, pimpinan lembaga finansial dan agen-agen ekonomi pemerintah AS yang semuanya ada di Washington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Post Washington Consensus adalah kritikan dari para ekonom yang melihat kelemahan-kelemahan dari teori neoliberalisme tersebut. Perlu dicatat bahwa penganut Post Washington Consensus tidak sepenuhnya menolak liberalisme, mereka hanya memberi beberapa catatan penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motor dari Post Washington Consensus adalah Joseph Stiglitz, pemenang Nobel Ekonomi tahun 2001.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-1099167294438119987?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/1099167294438119987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/10/neoliberalisme-dan-kebodohan-indonesia.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/1099167294438119987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/1099167294438119987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/10/neoliberalisme-dan-kebodohan-indonesia.html' title='Neoliberalisme dan kebodohan Indonesia'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SPaZAq9FldI/AAAAAAAAAB8/9zoquXbFqSo/s72-c/postw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-3561577558523747689</id><published>2008-10-06T15:52:00.003+07:00</published><updated>2008-10-07T07:55:26.730+07:00</updated><title type='text'>PLTN di Indonesia (1)</title><content type='html'>Semalam saya nonton National Geographic (beruntunglah saya punya akses ke Indovision sehingga masih bisa nonton NG). Kisahnya tentang Bahrain yang sedang membangun gedung Bahrain World Trade Center. Apa yang luar biasa dari gedung ini ? adanya tiga buah turbin pembangkit listrik bertenaga angin yang diletakkan di antara kedua gedung tersebut. Pembangunan gedung ini menunjukkan bhw Bahrain sudah mempunyai visi bagaimana memanfaatkan energi angin yang tersedia berlimpah dan cuma-cuma, tepat pada momen dimana energi fosil sudah menipis dan dunia dilanda pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang yg punya minat besar terhadap hal-hal berbau teknologi, saya sangat mengagumi maha karya Bahrain WTC tersebut, pertama-tama bukan karena kemegahan, kemewahan dan keindahannya, tapi adanya satu visi tentang konservasi energi. Padahal Bahrain sendiri merupakan salah satu negara petrodollar yang kaya raya karena minyak, tapi mereka tidak mau dimanjakan oleh kondisi alam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dan setelah menonton acara tersebut, saya terus merenungkan kekaguman saya, dan tiba-tiba saya teringat pada rencana pemerintah Indonesia membangun pembangkit listrik bertenaga nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait isu ini, sudah banyak pro dan kontra terjadi. Saya sendiri pada awalnya turut mendukung rencana ini. Kisahnya berawal sekitar beberapa tahun yg lalu saat saya menghadiri sebuah seminar tentang Energi Listrik. Pembicara mengatakan bahwa di Indonesia saat ini potensi air sudah habis tergarap (artinya tidak mungkin membangun PLTA lagi), sementara penggunaan batu bara sebagai pembangkit listrik akan menimbulkan polusi udara yang berat, sumber lain seperti panas bumi tidak akan cukup memenuhi kebutuhan sehingga alternatif tersisa adalah nuklir. Waktu itu saya manggut-manggut saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebagai seorang manusia yang mempunyai kemampuan berpikir, saya kira tidak bertanggung-jawab kalau kita menerima begitu saja laporan dari Seminar tersebut. Kalau diibaratkan dengan seorang sakit parah yang datang ke satu dokter dan divonis harus operasi, maka wajiblah kita mencari "second opinion" ke dokter lain. Dokter juga manusia toh ? dan diagnosanya belum tentu 100% benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian argumen dari pihak pro PLTN sdh saya pahami, meskipun masih jauh dari lengkap. Di sinilah sekali lagi kita tidak bisa serta merta percaya pada argumen kelompok pro PLTN. Sehingga kita perlu mencari tahu bagaimana argumen dari pihak kontra. Sebagai acuan saya coba berangkat dari beberapa artikel yang dimuat di majalah Basis edisi Maret-April 2008 lalu, di antaranya tulisan Dr Liek Wilardjo (fisikawan), Dr Karlina Supeli (astronom &amp;amp; dosen) serta Prof Dr Franz Suseno (guru besar ilmu filsafat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;bersambung.....&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-3561577558523747689?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/3561577558523747689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/10/pltn-di-indonesia-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/3561577558523747689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/3561577558523747689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/10/pltn-di-indonesia-1.html' title='PLTN di Indonesia (1)'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-7660665485712038328</id><published>2008-09-16T13:29:00.004+07:00</published><updated>2008-09-16T13:37:58.846+07:00</updated><title type='text'>Impor kereta api bekas disetop</title><content type='html'>Berita bahwa Indonesia lebih suka membeli kereta bekas dari Jepang daripada menggunakan produknya sendiri pernah sy sampaikan di blog ini: &lt;a href="http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/10/indonesia-bisa-mengekspor-kereta-api.html"&gt;http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/10/indonesia-bisa-mengekspor-kereta-api.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu di atas sudah tidak berlaku lagi sejak pemerintah memutuskan untuk menghentikan impor kereta api bekas dari Jepang. Keputusan muncul setelah Menteri Perhubungan Jusma Syafii Djamal dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke PT Industri Kereta Api (INKA) pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita selengkapnya ada di harian Bisnis Indonesia, hari Selasa, 16 September 2008, di rubrik Industri, halaman pertama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-7660665485712038328?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/7660665485712038328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/09/impor-kereta-api-bekas-disetop.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/7660665485712038328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/7660665485712038328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/09/impor-kereta-api-bekas-disetop.html' title='Impor kereta api bekas disetop'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-3553476897087947446</id><published>2008-08-14T10:54:00.004+07:00</published><updated>2010-02-01T18:53:30.480+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Siapa Tan Malaka</title><content type='html'>Pada awalnya saya membuat blog ini dulu, sebetulnya tidak saya maksudkan untuk menjadi sebuah blog sejarah. Blog ini adalah ungkapan keprihatinan saya atas negeri ini, sebuah negeri yang kaya raya, gemah rimah loh jinawi kalau kata orang Jawa, tapi tak diurus dengan baik: hutannya dibabat, hewan-hewannya dibiarkan mati, hasil tambangnya dibiarkan dikuras oleh negara lain, sementara aparat pemerintah sibuk korupsi dan memperkaya diri sendiri. Saya selalu berharap bhw blog ini dikunjungi oleh teman-teman yg mempunyai keprihatinan sama, lalu meninggalkan komentar dan alamat blognya untuk balas saya kunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda cinta seseorang, tentu Anda ingin tahu banyak tentang orang tersebut, sejarahnya, permasalahannya, kepedihannya, keriangannya. Dalam konteks sebuat negara, mungkin bisa kita pakai bahasa muluk patriotisme atau nasionalisme ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan waktu belajar mengenal dan memahami Indonesia, mau tidak mau saya harus belajar tentang sejarah Indonesia, tokoh-tokohnya, bagaimana proses lahirnya negara ini, bagaimana perjuangannya. Dan ketika saya belajar sejarah, saya baru sadar bahwa ternyata banyak bagian dari Sejarah ini yg ditutup-tutupi, digelapkan supaya tidak diketahui orang dan akhirnya dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Malaka adalah salah satu bagian dari sejarah Indonesia yg ditutup-tutupi. Siapa dia, tak banyak orang tahu, meskipun pada tahun 1966 Tan Malaka telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional, tapi kenyataan namanya telah dihapus dari buku-buku pelajaran sejarah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-3553476897087947446?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/3553476897087947446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/08/siapa-tan-malaka.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/3553476897087947446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/3553476897087947446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/08/siapa-tan-malaka.html' title='Siapa Tan Malaka'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-5281161411516526516</id><published>2008-07-29T08:49:00.012+07:00</published><updated>2010-02-01T18:53:30.480+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Apa yang terjadi 1965 (3) ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SJJjBa9RQVI/AAAAAAAAAB0/KWnkKLQfsTQ/s1600-h/roosa-c.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229350993397891410" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SJJjBa9RQVI/AAAAAAAAAB0/KWnkKLQfsTQ/s200/roosa-c.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Misteri 1965 belum terungkap sampai saat ini, dan mungkin tidak akan pernah terungkap sampai kapanpun. Namun beruntunglah bahwa sejak jatuhnya Soeharto pada 1998, banyak penulis dan ahli sejarah yg bisa dengan leluasa menyampaikan analisis mereka, sehingga kita tidak dipenjara lagi hanya pada satu gagasan bhw peristiwa 1965 semata-mata karena ulah PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini telah terbit satu buku baru karangan &lt;strong&gt;John Roosa&lt;/strong&gt; berjudul &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Dalih Pembunuhan Massal, Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, terbitan Hasta Mitra, Jakarta 2008. Buku ini adlh terjemahan dari &lt;em&gt;Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Soeharto's Coup d'Etat in Indonesia&lt;/em&gt;, Univ of Wisconsin Press, USA, 2006. Bagi Anda yang peduli pada kebenaran (dan keadilan) saya kira buku ini cukup menarik. Dibandingkan dengan buku lain dengan tema sama, John Roosa menampilkan beberapa informasi baru, antara lain "Dokumen Supardjo" dan beberapa wawancara dengan pelaku G30S, yang karena alasan keamanan, identitas pelaku harus dirahasiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yg menarik adalah adanya satu bab pembahasan tersendiri untuk Sjam dan Biro Chususnya. Seperti kita tahu, Sjam Kamaruzaman adalah tokoh kunci dalam peristiwa G30S, dia adalah Ketua Biro Chusus PKI yang bertugas menggalang perwira-perwira ABRI. Namun beberapa analis justru curiga Sjam adalah intel ABRI yang disusupkan ke PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun siapapun itu Sjam, sangat jelas bahwa klaim Rezim Soeharto bahwa PKI bertanggung-jawab atas peristiwa G30S tidak bisa diterima, karena banyaknya fakta yang kabur dan tidak logis. Juga karena "pelaku utama" DN Aidit tidak pernah diberi kesempatan untuk membela diri, dia sudah ditembak mati tanpa proses pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 6 tentang Suharto dan relasinya dengan Angkatan Darat dan Amerika Serikat, saya kira juga sangat menarik. Banyak hal yang tidak diketahui publik diungkap di sini, tentang bagaimana Amerika Serikat menjalin relasi begitu intens dengan AD. Roosa menyebutkan sbb:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;...Dari 1958 sampai 1965 Amerika Serikat melatih, mendanai, memberi nasihat dan memasok Angkatan Darat sebegitu rupa sehingga dapat mengubahnya menjadi negara di dalam negara. Di bawah Nasution dan Yani Angkatan Darat berangsur-angsur memperluas kekuasaannya, mengonsolidasi korps perwiranya, dan menjadikan institusi ini sebagai pemerintahan dalam penantian. Selama bulan-bulan Oktober 1965 Amerika Serikat dan Angkatan Darat menginginkan terjadi suatu peristiwa semacam G30S...&lt;/em&gt; (halaman 252).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih detail lagi Roosa mengungkapkan "konspirasi" antara Angkatan Darat dan Amerika Serikat yang menginginkan satu momen tepat untuk menjatuhkan Soekarno. Demikian ditulisnya di halaman 268:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;...Agar sebuah kudeta berhasil di Indonesia, ia harus diberi kedok yang sebaliknya: usaha untuk menyelamatkan Presiden Soekarno. Angkatan Darat harus tampil sebagai penyelamat Soekarno dan bukan sebagai penggali liang kubur baginya. Masalahnya bagi Angkatan Darat adalah bahwa kudeta berkedok seperti itu memerlukan adanya suatu dalih. ….Dalih untuk kup yang paling masuk akal haruslah merupakan percobaan kup oleh PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Di halaman berikutnya 269, tertulis demikian:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;….Duta Besar itu, sesuai dengan tugasnya melapor kepada atasannya di Islamabad bahwa suatu “kup komunis prematur” yang “sengaja dirancang untuk gagal” akan memberi “kesempatan yang sah dan memuaskan bagi Angkatan Darat untuk menghancurkan komunis dan membikin Soekarno sebagai tawanan niat baik Angkatan Darat.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;posting sebelumnya: &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/10/apa-yang-terjadi-1965-2.html"&gt;Apa yang terjadi 1965 (2) ?&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/11/apa-yang-terjadi-1965.html"&gt;Apa yang terjadi 1965 ?&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-5281161411516526516?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/5281161411516526516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/07/apa-yang-terjadi-1965-3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5281161411516526516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5281161411516526516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/07/apa-yang-terjadi-1965-3.html' title='Apa yang terjadi 1965 (3) ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SJJjBa9RQVI/AAAAAAAAAB0/KWnkKLQfsTQ/s72-c/roosa-c.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-4581226040589573529</id><published>2008-06-19T09:01:00.002+07:00</published><updated>2008-06-19T09:09:57.414+07:00</updated><title type='text'>Ada apa dengan negara ini ?</title><content type='html'>Bila kita membaca berita tentang Indonesia di surat kabar atau majalah, maka lebih banyak hal buruk yg diberitakan. Mulai dari harga BBM naik,  BLT tidak tepat sasaran, kecelakaan bus menabrak truk, kereta api anjlok, kebakaran pasar, penjarahan hutan, banjir karena air pasang, kekeringan dsb.  Masih ditambah lagi kegagalan tim piala Thomas, lumpur Lapindo, penyelenggaraan UAN, dsb. Khusus di sekitar minggu ini berita yang paling ramai adalah masalah Ahmadiyah dan kasus persekongkolan Kejaksaan Agung dengan tersangka kasus suap Artalyta Suryani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai Ahmadiyah, kasusnya bermula di Monas ketika demonstrasi dama yg digelar Aliansi Kebangsaan diserang oleh massa dari Forum Pembela Islam (FPI).   Kasus ini berbuntut dengan kecaman berbagai pihak terhadap FPI, bahkan tuntutan pembubaran atas kelompok tersebut.  Di lain pihak, FPI dan massa simpatisannya juga tidak tinggal diam, mereka melakukan demo-demo menuntuk pembubaran Ahmadiyah, bahkan di beberapa daerah seperti di NTB warga menyegel masjid Ahmadiyah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-4581226040589573529?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/4581226040589573529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/06/ada-apa-dengan-negara-ini.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/4581226040589573529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/4581226040589573529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/06/ada-apa-dengan-negara-ini.html' title='Ada apa dengan negara ini ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-1079005261019845053</id><published>2008-05-05T10:20:00.003+07:00</published><updated>2008-05-05T10:22:17.892+07:00</updated><title type='text'>Nuklir ?</title><content type='html'>Salah satu isu yg berkembang akhir-akhir ini adalah rencana Indonesia membangun PLTN di Gunung Muria, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isunya menjadi ramai karena tingginya penolakan masyarakat, sementara di lain pihak pemerintah tidak dapat memberikan penjelasan yg memuaskan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-1079005261019845053?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/1079005261019845053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/05/nuklir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/1079005261019845053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/1079005261019845053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/05/nuklir.html' title='Nuklir ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-92192610992653005</id><published>2008-03-17T15:29:00.006+07:00</published><updated>2008-12-10T17:05:21.668+07:00</updated><title type='text'>Sukab Intel Melayu gagal membongkar Kasus Harta Centini</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SFI6JAjg0YI/AAAAAAAAABs/w7nvVDUiqWo/s1600-h/sukab2r.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211291645263270274" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SFI6JAjg0YI/AAAAAAAAABs/w7nvVDUiqWo/s200/sukab2r.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada awalnya nama Seno Gumira Ajidarma tidak terasa familiar bagi saya, sampai kira-kira bulan lalu saat Pak Harto dirawat di rumah sakit dan Butet membacakan cerita pendek berjudul &lt;em&gt;Kematian Paman Gober&lt;/em&gt; karya Seno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukab Intel Melayu adalah sebuah komik karya bersama Seno bersama dengan seorang pelukis, berkisah tentang seorang agen Intel yg konyol dan selalu gagal dalam menjalankan tugasnya. Yang menarik sebetulnya bukan kisah Si Sukab itu sendiri tapi kasus yg hendak dibongkarnya. Dalam lakon Misteri Harta Centini, Sukab mendapat tugas untuk membongkar kasus Harta Centini yang dikumpulkan dari berbagai sumber (entah secara legal atau tidak) oleh seorang penguasa bernama Suroto. Suroto ini bersama dengan keluarga dan kroni-kroninya membentuk suatu imperium bisnis yang menguasai sejumlah besar aset kekayaan; yang kemudian disebut sebagai Harta Centini. Sebuah media asing bernama Quantum membuat reportase lengkap tentang kisah harta ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-92192610992653005?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/92192610992653005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/03/sukab-intel-melayu-gagal-membongkar.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/92192610992653005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/92192610992653005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/03/sukab-intel-melayu-gagal-membongkar.html' title='Sukab Intel Melayu gagal membongkar Kasus Harta Centini'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/SFI6JAjg0YI/AAAAAAAAABs/w7nvVDUiqWo/s72-c/sukab2r.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-808596740977432365</id><published>2008-02-20T12:58:00.005+07:00</published><updated>2010-02-01T18:54:52.628+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Indonesia Bangkrut (2)</title><content type='html'>Dalam bahasa guyonan, ada ungkapan "...jual celana beli nasi...", itu sebetulnya ejekan buat orang yg gak bermodal, gak punya pekerjaan, gak punya apa-apa, sehingga untuk membeli nasi saja harus menjual celana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Indonesia saat ini mungkin sudah seperti itu. Akhir-akhir ini ada berita di media (majalah Gatra edisi no. 14, 14-20 Februari 2008) tentang rencana pemerintah menjual beberapa BUMN untuk menutup defisit APBN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah lo ! Bangkrut !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat ada 44 perusahaan yg masuk dalam daftar jual....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-808596740977432365?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/808596740977432365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/02/indonesia-bangkrut-2.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/808596740977432365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/808596740977432365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/02/indonesia-bangkrut-2.html' title='Indonesia Bangkrut (2)'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-6002946284234188718</id><published>2008-02-04T17:06:00.000+07:00</published><updated>2008-02-04T17:29:18.802+07:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan Pak Harto</title><content type='html'>Mantan presiden kedua Indonesia, bapak Soeharto telah wafat dan dimakamkan minggu lalu. Media mewartakan secara besar-besaran, pejabat negara nampak berduka, upacara besar diselenggarakan, bahkan SBY menetapkan selama satu minggu sebagai minggu berkabung nasional dan bendera dikibarkan setengah tiang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin mengajak Anda untuk membenci Soeharto, sebagai sesama manusia kita sama-sama berdosa, belum tentu saya atau Anda lebih suci dibandingkan Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengajak Anda semua untuk membuka mata, mengamati apa yg terjadi dan mengingat apa yg sudah terjadi, bagaimana dulu Bung Karno wafat, bagaimana beliau begitu disia-siakan di akhir hidupnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada Pak Harto, sebagai sesama manusia mari kita mohonkan ampun untuk beliau, namun kita juga harus mempunyai ketegasan sikap atas warisan beliau. Tetap perlu dilakukan investigasi atas kekayaan Pak Harto, khususnya yg dikelola oleh Yayasan-yayasan beliau; dari mana atau bagaimana kekayaan itu didapatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Pak SBY mempunyai keberanian dan kebijaksanaan untuk bersikap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-6002946284234188718?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/6002946284234188718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/02/selamat-jalan-pak-harto.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6002946284234188718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6002946284234188718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2008/02/selamat-jalan-pak-harto.html' title='Selamat Jalan Pak Harto'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-5776589436550865535</id><published>2007-12-03T12:46:00.008+07:00</published><updated>2010-02-01T18:54:52.628+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Indonesia Bangkrut !</title><content type='html'>Indonesia Bangkrut !, itu judul buku yang baru saja saya beli. Pengarangnya Boy Nugroho - bukan nama yg sdh umum dikenal -. Kata-kata Indonesia Bangkrut diakhiri dengan tanda seru bukan tanda tanya, jadi si penulis menyatakan keyakinannya bhw Indonesia memang sudah bangkrut, bukan keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini diawali dengan paparan tentang sejarah penjajahan barat terhadap negara-negara timur, lahirnya mesin uap yg segera disusul dengan revolusi industri pada awal abad 19. Lahirnya kapitalisme (paham dimana pemilik modal akan mencari keuntungan sebesar-besarnya) dan liberalisme (paham yg menekankan besarnya kebebasan individu akan segala hal termasuk kepemilikan modal dan alat produksi di lain pihak ada keterbatasan wewenang pemerintah untuk mengatur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liberalisme runtuh pada 1929 ketika terjadi resesi ekonomi yg sebetulnya disebabkan karena adanya salah kelola bursa saham di Amerika, dimana nilai saham dan kredit meningkat pesat namun tidak didukung oleh sektor riil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ganti liberalisme, berikutnya dunia berkiblat pada teori Keynesian, ciptaan John Maynard Keynes, yang pada intinya adalah ekonomi campuran dimana baik pemerintah maupun sektor swasta memegang peranan penting. Negara tidak hanya berwenang menciptakan peraturan tapi juga melakukan intervensi fiskal, khususnya untuk menggerakkan sektor riil dan menciptakan lapangan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia kembali goncang pada tahun 1973 ketika terjadi krisis minyak yang dipicu oleh perang Arab-Israel. Arab mengadakan embargo minyak dan Amerika menyadari betapa tergantungnya mereka akan minyak dari Timur Tengah. Pada saat inilah ide liberalisme muncul kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Margaret Thatcher (PM Inggris) dan Ronald Reagan (Presiden Amerika) yg dengan gencar melontarkan ide pasar bebas, privatisasi dan penjualan sektor layanan publik ke swasta, atau dengan kata lain melahirkan Neoliberalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham Neoliberalisme inilah yang digunakan oleh pihak barat (Amerika) untuk melakukan penjajahan gaya baru menggunakan instrumen-instrumen keuangan seperti World Bank, WTO (World Trade Organization) dan IMF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, Indonesia terjebak pada perangkap utang yang dibuat oleh World Bank dan IMF, hal ini diperparah dengan perilaku KKN (kolusi, korupsi dan nepotisme), sehingga akhirnya menjadi bangkrut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-5776589436550865535?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/5776589436550865535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/12/indonesia-bangkrut.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5776589436550865535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5776589436550865535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/12/indonesia-bangkrut.html' title='Indonesia Bangkrut !'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-507302067092174221</id><published>2007-11-19T14:32:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T17:05:21.858+07:00</updated><title type='text'>Sarimin, potret buram hukum dan keadilan di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div&gt;Sebetulnya saya bukanlah penggemar theater, tapi beruntunglah saya pada hari Minggu malam, tgl 18 Nopember 07 kemarin seorang teman mengajak saya menonton lakon monolognya Butet berjudul Sarimin di Graha Bhakti Budaya, TIM. Beruntung karena tontonan tersebut lucu menghibur sekaligus mengingatkan saya bahwa masih banyak orang yg peduli terhadap negeri ini. Peduli dengan caranya sendiri, menyampaikan kritik dengan gayanya sendiri....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, lakon ini berkisah tentang hukum dan keadilan di Indonesia yang terbolak-balik, benar jadi salah, salah jadi benar, salah karena benar, karena Sarimin benar maka dia jadi salah sehingga harus masuk bui, untuk meringankan hukumannya, pengacara menganjurkan Sarimin untuk mengaku salah (meski Sarimin tidak bersalah), Sarimin yg lugu (bahkan membaca tulis saja tak bisa), tak dapat memahami logika hukum seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika aparat hukum (dlm hal ini diwakili polisi dan hakim agung) ya terbolak-balik pula. Pedoman hukum bukanlah keadilan itu sendiri tapi siapa atau apa yang berkuasa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146860688449626770" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/R21ShuN2YpI/AAAAAAAAABk/tcp3krmn8XM/s200/polisisarimin3.jpg" border="0" /&gt;    Bicara tentang hukum dan keadilan, sudah pasti kita akan bicara pula tentang polisi. Polisi yang citranya begitu suram di negeri ini. Lakon ini menampilkan sentilan khusus bagi institusi kepolisian yang sosoknya di satu sisi sangar menakutkan, namun di lain pihak tak ada wibawa, karena dia tidak berpihak pada kebenaran dan keadilan, tapi pada "kuasa" (baca: uang). Gambar memperlihatkan wajah polisi dalam lakon Sarimin.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-507302067092174221?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/507302067092174221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/11/sarimin-potret-buram-hukum-dan-keadilan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/507302067092174221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/507302067092174221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/11/sarimin-potret-buram-hukum-dan-keadilan.html' title='Sarimin, potret buram hukum dan keadilan di Indonesia'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/R21ShuN2YpI/AAAAAAAAABk/tcp3krmn8XM/s72-c/polisisarimin3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-3494154255872760427</id><published>2007-11-16T15:10:00.000+07:00</published><updated>2007-11-16T16:42:35.509+07:00</updated><title type='text'>Rindu Indonesia...</title><content type='html'>Saya selalu mencintai Indonesia, betapapun seperti apa negeri ini. Dua kali saya ke Singapura, satu kali ke Bangkok dan satu kali ke Hong Kong, melihat berbagai kemajuan dan kemegahan negara-negara lain (yg masih tetangga kita), saya selalu teringat negeri ini. Pada saat pesawat mendarat kembali di Cengkareng, selalu miris hati saya melihat bagaimana sebuah negara yg begitu kaya akan sumber alam, bisa menjadi begitu miskin, dihimpit hutang, diinjak-injak martabatnya oleh negara lain (yg bahkan lebih kecil dari kita).....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu para elite politik tak peduli, tetap saja sibuk dengan kepentingan dirinya sendiri... Korupsi jalan terus bahkan semakin marak, hukum (keadilan) dijungkirbalikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagi saya (dan mudah-mudahan bagi Anda juga) selalu ada dalam hati ini, rindu akan Indonesia, Indonesia yg hutannya rimbun, yg tidak macet kota-kotanya, yang tidak lagi jadi juara korupsi internasional, yang rakyatnya gak mati kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tiba-tiba teringat hal ini setelah melihat iklan Garuda Indonesia (yg ditujukan untuk orang Indonesia yg tinggal di LN), tentang bagaimana kerinduan akan Indonesia bisa diobati dengan terbang naik Garuda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-3494154255872760427?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/3494154255872760427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/11/rindu-indonesia.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/3494154255872760427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/3494154255872760427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/11/rindu-indonesia.html' title='Rindu Indonesia...'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-425882799042027763</id><published>2007-11-07T11:58:00.001+07:00</published><updated>2007-11-08T14:02:32.931+07:00</updated><title type='text'>Halo Polisi ?</title><content type='html'>Apa Anda masih ingat iklan rokok menggambarkan seorang anak perempuan bandel yg menerobos lampu merah, lalu ditangkap "polisi" yang menyamar jadi pohon. Ironis memang, tapi begitulah yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun yg lalu, seorang teman yg tinggal di Cengkareng terbakar rumahnya. Penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik pada AC. Yang aneh, pada waktu melapor ke polisi, korban kebakaran ini malah dimintai uang, alhasil teman saya ini harus merogoh koceknya tidak kurang dari enam ratus ribu rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kisah yg kita dengar membuat kita kehilangan kepercayaan pada institusi kepolisian, hingga slogannya "melindungi dan melayani" jadi tak berarti sama sekali, yg ada justru kecurigaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ada berita menarik di Jakarta Post edisi 3 Nopember 2007, judulnya &lt;strong&gt;Tough questions for police in Batam over drug factories&lt;/strong&gt;. Inti beritanya kira-kira begini: si penulis menyampaikan keheranan bahwa polisi dengan cepat bisa menangkap pengguna beberapa butir pil ecstasy tapi pabrik ecstasy berskala raksasa bisa beroperasi bertahun-tahun tanpa terdeteksi. Di lain pihak rasio jumlah polisi di Batam dibandingkan jumlah penduduknya relatif lebih baik dibandingkan dg daerah lain (di dunia), selain itu pulau Batam juga relatif tidak terlalu luas (hanya 415 km2) sehingga sungguh aneh bahwa aktivitas pabrik ecstasy tidak terdeteksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, Jakarta Post menulis: &lt;em&gt;...That police failed to spot the presence of an international drug syndicate has resulted in rumors that some officers were on the payroll of the drug ring...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tentu saja langsung dibantah oleh pihak kepolisian dlm hal ini BrigJen Indradi Tanos, Direktur Divisi Narkotik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana yg benar, walahualam kita tdk akan pernah tahu, kita berdoa saja supaya polisi Indonesia bisa "membersihkan" dirinya sendiri sebelum melakukan tugas membersihkan orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-425882799042027763?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/425882799042027763/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/11/halo-polisi-indonesia.html#comment-form' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/425882799042027763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/425882799042027763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/11/halo-polisi-indonesia.html' title='Halo Polisi ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-2832316973097639818</id><published>2007-10-30T13:50:00.000+07:00</published><updated>2007-10-30T14:25:32.553+07:00</updated><title type='text'>Orang-orang yang Peduli Indonesia</title><content type='html'>Saya selalu tertarik setiap kali mendengar berita tentang orang-orang Indonesia yang membuat inovasi atau prestasi tertentu. Ada orang yang begitu besar pedulinya pada lingkungan hidup sehingga dengan sukarela melakukan penghijauan kecil-kecilan (misalnya Abdus Samad). Ada orang yg punya visi, kemampuan dan jiwa wirausaha mengembangkan usaha produksi misalnya handphone Nexian (&lt;strong&gt;Harijadi Budimartono&lt;/strong&gt;), peralatan elektronik Polytron atau komputer Zyrex (&lt;strong&gt;Timothy Siddik&lt;/strong&gt;). Adalagi orang yang menaruh perhatian besar pada bidang ilmu tertentu misalnya &lt;strong&gt;Prof Yohanes Surya&lt;/strong&gt; yg telah berhasil mendampingi beberapa pelajar Indonesia memperoleh medali emas pada Olimpiade Fisika Internasional. Adapula beberapa sejarawan terkemuka yang dengan tanpa henti terus mengupayakan dikuaknya kebenaran sejarah (&lt;strong&gt;Asvi Warman Adam, Baskara Wardaya&lt;/strong&gt;). Di bidang IT ada &lt;strong&gt;Onno Widodo Purbo&lt;/strong&gt;, mantan dosen ITB yg menelurkan ide RT-RW Net, sebuah solusi akses Internet murah yg digarap masyarakat secara swadaya. Di bidang perfilman ada &lt;strong&gt;Garin Nugroho&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Ari Sihasale&lt;/strong&gt;. Di bidang politik kita kenal &lt;strong&gt;Kwin Kian Gie&lt;/strong&gt; seorang keturunan Tionghoa tapi sekaligus nasionalis tulen.  Kita juga mengenal &lt;strong&gt;Munir&lt;/strong&gt;, seorang tokoh pejuang kemanusiaan yang akhirnya mati dibunuh "penguasa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin diluar daftar ini masih ada banyak tokoh lainnya yang karena keterbatasan saya belum saya ketahui atau belum dapat dicantumkan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua mereka menjalankan peran dan kontribusinya masing-masing bagi negeri ini, dengan cara dan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu tertarik membaca dan mengenalkan kisah mereka, bagi Anda yang punya info tentang orang-orang seperti itu, saya akan sangat berterima kasih bila diberitahu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-2832316973097639818?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/2832316973097639818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/10/orang-orang-yang-peduli-indonesia.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2832316973097639818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2832316973097639818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/10/orang-orang-yang-peduli-indonesia.html' title='Orang-orang yang Peduli Indonesia'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-54306130621074874</id><published>2007-10-25T14:57:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T17:05:22.056+07:00</updated><title type='text'>Abdus Samad, pelestari kantong semar</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/RySBQ2Q8wVI/AAAAAAAAABc/sxj7M9i5ufQ/s1600-h/samad+rot+cr3.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5126364402298962258" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/RySBQ2Q8wVI/AAAAAAAAABc/sxj7M9i5ufQ/s320/samad+rot+cr3.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di antara keburukan selalu saja ada kebaikan, itulah Abdus Samad, seorang pahlawan pelestari lingkungan hidup dari Kabupaten Landor, Kecamatan Landak, Kalimantan Tengah. Melihat kekayaan hutan yg mengalami perusakan terus menerus, Abdus Samad terpanggil untuk melestarikan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah tanaman karnivora kantong semar (&lt;em&gt;Nepenthes sp&lt;/em&gt;.) sejenis anggrek yang ujung daunnya berbentuk kantong untuk memperangkap serangga makanannya, yg menjadi obyek &lt;a href="http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0710/25/Sosok/3930663.htm"&gt;&lt;strong&gt;konservasi oleh Samad&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahlawan lingkungan hidup lainnya adalah....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-54306130621074874?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/54306130621074874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/10/abdus-samad-pelestari-kantong-semar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/54306130621074874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/54306130621074874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/10/abdus-samad-pelestari-kantong-semar.html' title='Abdus Samad, pelestari kantong semar'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/RySBQ2Q8wVI/AAAAAAAAABc/sxj7M9i5ufQ/s72-c/samad+rot+cr3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-1244305306920302765</id><published>2007-10-05T09:04:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T18:53:30.480+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Apa yang terjadi 1965 (2) ?</title><content type='html'>Apa yang sesungguhnya terjadi pada tahun 1965 hingga saat ini masih menjadi tanda tanya besar. Saya mengundang Anda semua untuk bersikap kritis dan netral, melihat persoalan secara jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alternatif cara melihat kasus 1965 ditawarkan oleh Asvi Warman Adam di Rubrik Kolom Majalah Tempo edisi 7 Oktober 2007 berjudul "Aidit dalam Bingkai Nawaksara".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asvi mengatakan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;...Peran seseorang atau kelompok dalam suatu kegiatan berbanding lurus dengan keuntungan yang (akan) diperolehnya. Dalam peristiwa 1965 itu, Soekarno adalah pihak yang dirugikan karena selanjutnya ia kehilangan jabatannya, sedangkan Soeharto sangat diuntungkan. Ia yang selama ini kurang diperhitungkan berpeluang meraih puncak kekuasaan karena para seniornya telah terbunuh dalam satu malam. Yang sangat dirugikan pula adalah Bangsa Indonesia secara keseluruhan karena enam Jenderal, empat perwira, seorang gadis cilik dan sekitar setengah juta orang terbunuh setelah peristiwa tersebut. Yang paling diuntungkan dari tragedi nasional tersebut tak lain dari Nekolim...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Saya kira apa yang dikatakan Asvi sungguh tepat, pihak Nekolim (Amerika dan sekutunya) yang di era Soekarno ditolak mentah-mentah, setelah berkuasanya Soeharo mendapatkan berbagai privelese yg sangat menguntungkan.  Arus modal asing (hutang) segera masuk, dan Freeport sudah masuk di Tembagapura pada 1967 hanya satu tahun setelah jatuhnya Soekarno.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-1244305306920302765?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/1244305306920302765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/10/apa-yang-terjadi-1965-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/1244305306920302765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/1244305306920302765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/10/apa-yang-terjadi-1965-2.html' title='Apa yang terjadi 1965 (2) ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-4689267366836938992</id><published>2007-09-24T13:16:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T17:05:22.307+07:00</updated><title type='text'>Indonesia terus merusak hutannya</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Rvd5TMTjH7I/AAAAAAAAABU/esJtYGO7gjA/s1600-h/ayo_tanam.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113689272530182066" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Rvd5TMTjH7I/AAAAAAAAABU/esJtYGO7gjA/s320/ayo_tanam.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pemanasan global sudah menjadi isu internasional, tapi Indonesia seolah tidak peduli. &lt;a href="http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0709/24/utama/3864997.htm"&gt;Perusakan hutan terus dilakukan &lt;/a&gt;dan pemerintah entah tidak tahu atau tidak peduli karena terlalu sibuk dengan korupsi. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-4689267366836938992?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/4689267366836938992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/09/indonesia-terus-merusah-hutannya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/4689267366836938992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/4689267366836938992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/09/indonesia-terus-merusah-hutannya.html' title='Indonesia terus merusak hutannya'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Rvd5TMTjH7I/AAAAAAAAABU/esJtYGO7gjA/s72-c/ayo_tanam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-2459857171529773686</id><published>2007-08-23T22:14:00.001+07:00</published><updated>2010-02-01T19:10:54.293+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Hidup'/><title type='text'>Cintai Bumi, Cintai Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Rs2kU9Tb_HI/AAAAAAAAABM/X54fB08Ii6M/s1600-h/poster-c.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101914632841067634" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Rs2kU9Tb_HI/AAAAAAAAABM/X54fB08Ii6M/s320/poster-c.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Film An Inconvenient Truth, a global warming&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-2459857171529773686?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/2459857171529773686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/08/cintai-bumi-cintai-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2459857171529773686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/2459857171529773686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/08/cintai-bumi-cintai-indonesia.html' title='Cintai Bumi, Cintai Indonesia'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Rs2kU9Tb_HI/AAAAAAAAABM/X54fB08Ii6M/s72-c/poster-c.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-4215814854312536039</id><published>2007-08-06T12:14:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T17:05:25.453+07:00</updated><title type='text'>Denias, senandung di atas awan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Rra-XxHfl5I/AAAAAAAAAA4/POfSCVhXJjc/s1600-h/deniasc.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095469343947331474" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Rra-XxHfl5I/AAAAAAAAAA4/POfSCVhXJjc/s320/deniasc.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Denias, kisah tentang seorang anak miskin Papua yg harus menghadapi begitu banyak kesulitan untuk bisa bersekolah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebuah film yg memperlihatkan potret buram pendidikan di Indonesia - tidak hanya pendidikan- tapi juga pengelolaan negeri ini. Ironi bagi saudara-saudara kita di Papua, yg alamnya begitu kaya akan sumber-sumber alam, tapi warganya begitu miskin dan terbelakang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Struktur tidak adil yg membuat Papua begitu miskin dan terbelakang, ternyata didukung juga oleh tetua warga di kampung Denias, bahkan orang Papua yg menjadi guru di kota juga turut menghalangi niat Denias untuk bersekolah. Noel, salah satu teman main Denias sejak kecil juga terus membuat ulah untuk menghalanginya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam kondisi seperti ini bagaimana saudara-saudara Papua kita bisa maju ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salut untuk Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen. Bagi Anda yg peduli Indonesia, khususnya terhadap pendidikan dan kemajuan saudara-saudara kita di Papua, saya anjurkan menonton film ini, versi VCD hanya Rp 29.000.- versi DVD Rp 49.000.- &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-4215814854312536039?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/4215814854312536039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/08/denias-senandung-di-atas-awan_06.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/4215814854312536039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/4215814854312536039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/08/denias-senandung-di-atas-awan_06.html' title='Denias, senandung di atas awan'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/Rra-XxHfl5I/AAAAAAAAAA4/POfSCVhXJjc/s72-c/deniasc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-5205116727298712822</id><published>2007-07-30T10:00:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T18:52:52.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Apa yang terjadi 1998 (3)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/RrC6XBHfl2I/AAAAAAAAAAc/D996TpKQUU0/s1600-h/cover1022.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5093776083155654498" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/RrC6XBHfl2I/AAAAAAAAAAc/D996TpKQUU0/s320/cover1022.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tidak terasa sudah 10 thn Indonesia mengalami krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997. Majalah TEMPO terbitan 23 Juli 2007, berupa edisi khusus 10 Tahun Krisis Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ulasan menarik di situ yg bisa menjadi pelajaran buat kita semua, termasuk yg kemudian terkait dg kerusuhan berdarah pada 1998, yg berujung dengan kejatuhan Soeharto. Tidak bisa dipungkiri memang, bahwa kerusuhan 1998 berawal dari kondisi perekonomian Indonesia yg memburuk, menyusul jatuhnya nilai tukar rupiah, dari sekitar Rp 2.500 per US$ menjadi sekitar Rp 10.000 per US$&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urutan kejadian adlh sbb:&lt;br /&gt;- Juli 1997, mulainya krisis moneter di Thailand, yg terus berlanjut ke Indonesia&lt;br /&gt;- September 1997 Indonesia menandatangani LoI (Letter of Intent) dengan IMF&lt;br /&gt;- Nopember 1997 atas rekomendasi IMF, 16 bank dilikuidasi&lt;br /&gt;- 5 Mei 1998 kenaikan harga BBM&lt;br /&gt;- 12 Mei 1998 kerusuhan massal di berbagai kota&lt;br /&gt;- 21 Mei 1998 Soeharto menyatakan mundur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita simak salah satu artikel dalam majalah TEMPO tsb yaitu "Guncangan Ekonomi , Akankah Terulang" tulisan Goei Siauw Hong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hong menyebutkan bhw krisis ekonomi tsb tdk lepas dari banyaknya uang yang masuk ke Asia, yg antara lain disebabkan karena tingginya suku bunga relatif dibandingkan dengan di negara maju dan optimisme pasar yg berlebihan terhadap prospek ekonomi Indonesia. Investor (atau spekulan ?) memasukkan sejumlah besar dana dalam US$ dengan harapan mendapat keuntungan ganda dari suku bunga tinggi. Ketika dana itu masuk, rupiah menguat dan suku bunga menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya ketika dana tersebut ditarik keluar (secara mendadak), rupiah langsung kolaps, suku bunga naik dan harga sekuritas anjlok, dan itulah yang terjadi di Indonesia. Banyak orang percaya bahwa George Soros adalah aktor utama yg bermain dalam spekulasi rupiah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bermaksud mengajak Anda untuk menyalahkan George Soros, harus diakui bahwa krisis terjadi karena fundamental ekonomi kita yg lemah, aparat yg korup dan hukum yg nyaris tidak ada. Soros hanyalah satu orang lihai memanfaatkan situasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Konspirasi ?&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Indonesia akhirnya mengundang IMF untuk membantu keluar dari krisis. Siapa sangka justru kehadiran IMF semakin memperburuk perekonomian Indonesia. Rekomendasi IMF berupa penutupan 16 bank semakin memperburuk keadaan, masyarakat panik, sehingga beramai-ramai menarik dana mereka termasuk dari bank-bank yg sebetulnya sehat. Pada akhirnya hal ini menyebabkan kehancuran sistem perbankan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik adalah pernyataan Hong bahwa: &lt;em&gt;"Peran negatif IMF mungkin disengaja karena pada saat itu, fokus Amerika Serikat dan IMF memang menjatuhkan rezim Soeharto",&lt;/em&gt; sebuah pernyataan yang saya kira sangat masuk akal, terlebih apabila Anda sdh memahami apa yg terjadi dengan &lt;a href="http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/11/apa-yang-terjadi-1965.html"&gt;kejatuhan Soekarno pada 1965&lt;/a&gt;.    Satu hal yg belum jelas, kenapa Amerika menghendaki kejatuhan Soeharto, silakan ini menjadi bahan analisa lebih lanjut para penganut teori konspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa konspirasi ini menjadi semakin masuk akal apabila kita mencari tahu lebih dalam siapa itu George Soros, spekulan global asal Yahudi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi Soros dan IMF ini hanya merupakan langkah pembuka saja dalam rangkaian &lt;a href="http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/11/apa-yang-terjadi-1998.html"&gt;peristiwa 1998&lt;/a&gt;, penutupnya dikerjakan sendiri oleh anak bangsa ini yang haus kekuasaan dan kekayaan sehingga saling bertikai dan tidak segan-segan mengorbankan nyawa ratusan atau ribuan rakyat Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-5205116727298712822?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/5205116727298712822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/07/apa-yang-terjadi-1998-3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5205116727298712822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/5205116727298712822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/07/apa-yang-terjadi-1998-3.html' title='Apa yang terjadi 1998 (3)'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/RrC6XBHfl2I/AAAAAAAAAAc/D996TpKQUU0/s72-c/cover1022.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-6905161432288284161</id><published>2007-07-24T12:43:00.000+07:00</published><updated>2007-07-30T16:40:17.389+07:00</updated><title type='text'>SBY is Mr Doubtful, JK is Mr Greed</title><content type='html'>Anda yg terbiasa membaca harian Kompas, Republika atau Koran Tempo mungkin tidak akan menemukan judul di atas di koran-koran tersebut. Tapi cobalah sesekali Anda baca harian The Jakarta Post, saya kira mereka berani menampilkan berita dg cara yg lebih "berani", dari sudut pandang yg kritis dan berbeda tanpa takut. Mungkin karena menggunakan bahasa Inggris, maka pihak penguasa juga tidak terlalu khawatir dengan berita di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu (saya lupa tanggalnya), Jakarta Post menampilkan foto Komandan KOPASSUS Mayjen Rasyid Aquari menunduk penuh hormat dan mencium tangan Tommy Suharto yg hadir pada saat acara ulang tahun KOPASSUS. Menarik sekali membaca komentarnya, yg kira-kira bunyinya : "siapa yang berkuasa ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan judul kolom ini muncul di Jakarta Post edisi tanggal &lt;a href="http://www.thejakartapost.com/yesterdaydetail.asp?fileid=20070720.A04"&gt;20 Juli 2007 &lt;/a&gt;lalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-6905161432288284161?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/6905161432288284161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/07/sby-is-mr-doubtful-jk-is-mr-greed.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6905161432288284161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/6905161432288284161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/07/sby-is-mr-doubtful-jk-is-mr-greed.html' title='SBY is Mr Doubtful, JK is Mr Greed'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-7280071618587835586</id><published>2007-07-16T11:20:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T19:02:20.476+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Tidak ada tempat bagi Kapitalisme di Indonesia ?</title><content type='html'>Setelah banyak melakukan tebar pesona, dilanjutkan dengan tebar tangis (kasus lumpur Lapindo), kemudian tebar sumpah (kasus interpelasi Iran), sekarang bapak SBY melakukan tebar komentar, khususnya terkait kapitalisme di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Ideologi berbasis kapitalisme dan neoliberalisme tidak mempunyai tempat di Indonesia"&lt;/strong&gt;, (Kompas, Jumat, 13 Juli 2007 halaman 15), demikian antara lain bunyi pidato Bapak SBY pada acara Peringatan Hari Koperasi ke-60 di Komplek Garuda Wisnu Kencana, Bali, Kamis, 12 Juli 2007 lalu. Wah, ini sungguh pernyataan mengejutkan, apa mungkin tidak ada kapitalisme di Indonesia ? Atau jangan-jangan pemahaman pak SBY tentang kapitalisme berbeda dengan yg diyakini banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum saya mengartikan kapitalisme sebagai sebuah aliran dalam ilmu ekonomi yang menekankan betapa kuatnya peranan kapital (modal), yang dengan berbagai cara terus berusaha untuk memperkaya dirinya sendiri dengan memaksimalkan keuntungan yang didapat dan meminimalkan pengeluaran. Apabila pengertian ini yang dijadikan sebagai acuan, maka jelaslah bahwa pernyataan pak SBY perlu diklarifikasi lebih lanjut, bagaimana pemahaman beliau tentang kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya apa yg dimaksud dengan neoliberalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wikipedia Indonesia menyebutkan demikian:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Neoliberalisme yang juga dikenal sebagai paham ekonomi neoliberal mengacu pada filosofi ekonomi-politik yang mengurangi atau menolak campur tangan pemerintah dalam ekonomi domestik. Paham ini memfokuskan pada metode &lt;/em&gt;&lt;a title="Pasar bebas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_bebas"&gt;&lt;em&gt;pasar bebas&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;, pembatasan yang sedikit terhadap perilaku bisnis dan hak-hak milik pribadi.&lt;br /&gt;Dalam kebijakan luar negeri, neoliberalisme erat kaitannya dengan pembukaan pasar luar negeri melalui cara-cara politis, menggunakan tekanan ekonomi, diplomasi, dan/atau intervensi militer. Pembukaan pasar merujuk pada &lt;/em&gt;&lt;a title="Perdagangan bebas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_bebas"&gt;&lt;em&gt;perdagangan bebas&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Demikian rumusan dari Wikipedia, kalau kita mengacu pada rumusan tersebut maka konsepsi pasar bebas, AFTA dan WTO semuanya merujuk ke neoliberalisme. Apa benar Indonesia akan menolak paham tersebut ?, hal ini saya kira perlu klarifikasi lebih lanjut dari pak SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi setuju bahwa kita harus kritis terhadap ideologi kapitalisme dan neoliberalisme, tapi saya kira kita juga harus realistis, apakah mungkin menolak paham tersebut. Bahkan negara komunis seperti Cina sekalipun sadar atau tidak menganut kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya bukan terletak di: apakah kapitalisme (dan neoliberalisme) akan diberi tempat atau tidak di Indonesi, tapi adalah bagaimana Indonesia harus bersikap dalam dunia yang SUDAH dikuasai oleh kapitalisme dan neoliberalisme. Kenyataan menunjukkan bahwa kapitalisme dan neoliberalisme itu sudah dan akan terus menguasai dunia termasuk Indonesia. Bagaimana Indonesia bisa bertahan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. &lt;em&gt;...bersambung...&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-7280071618587835586?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/7280071618587835586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/07/tidak-ada-tempat-bagi-kapitalisme-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/7280071618587835586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/7280071618587835586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/07/tidak-ada-tempat-bagi-kapitalisme-di.html' title='Tidak ada tempat bagi Kapitalisme di Indonesia ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-7867596053569955588</id><published>2007-07-12T14:33:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T19:02:20.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Kiprah TEMASEK di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/RpXcv6cx7qI/AAAAAAAAAAM/inJ4eKrkFmU/s1600-h/temasek+di+astra2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5086214069886774946" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/RpXcv6cx7qI/AAAAAAAAAAM/inJ4eKrkFmU/s320/temasek+di+astra2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bahwa Indonesia dijajah oleh Belanda selama 350 tahun dan Jepang selama 3,5 tahun, kita semua sudah tahu, sudah masuk dalam pelajaran sejarah di Sekolah Dasar. Tapi bahwa saat ini kita ternyata sedang, sudah atau masih dijajah oleh Singapura (Temasek); jangankan masuk buku sejarah, para petinggi di LEMHANNAS saja belum tentu sadar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Silakan baca beberapa reportase yg lengkap dan sangat menggugah dari majalah TRUST.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. &lt;a href="http://www.majalahtrust.com/fokus/fokus/495.php"&gt;Awas bahaya Temasek !&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. &lt;a href="http://www.majalahtrust.com/fokus/fokus/1301.php"&gt;Pekatnya bau Temasek di Astra.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Reportase terkait Temasek tidak hanya sebatas dua tulisan di atas, Anda bisa search sendiri di &lt;a href="http://www.majalahtrust.com/"&gt;Majalah Trust&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-7867596053569955588?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/7867596053569955588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/07/kiprah-temasek-di-indonesia.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/7867596053569955588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/7867596053569955588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/07/kiprah-temasek-di-indonesia.html' title='Kiprah TEMASEK di Indonesia'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Myrkaf09bZk/RpXcv6cx7qI/AAAAAAAAAAM/inJ4eKrkFmU/s72-c/temasek+di+astra2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-1349308574759388353</id><published>2007-07-02T15:21:00.000+07:00</published><updated>2007-07-02T15:27:24.506+07:00</updated><title type='text'>Indonesia sudah bisa membuat CNC</title><content type='html'>Seb etulnya ini bukan berita baru, karena Kompas sudah memberitakan ini pada April 2007 yang lalu. Sebuah akademi di Solo telah berhasil membuat mesin produksi berbasis CNC (computer numerical control). Salut kita untuk ATMI (Akademi Teknik Mesin dan Industri). Berita selengkapnya ada di &lt;a href="http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/14/utama/3456488.htm"&gt;Kompas&lt;/a&gt; edisi 24 April 2007.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-1349308574759388353?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/1349308574759388353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/07/indonesia-sudah-bisa-membuat-cnc.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/1349308574759388353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/1349308574759388353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/07/indonesia-sudah-bisa-membuat-cnc.html' title='Indonesia sudah bisa membuat CNC'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-116842660409782926</id><published>2007-01-10T17:55:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T19:02:20.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Siapa bilang Indonesia miskin ?</title><content type='html'>Siapa bilang Indonesia miskin ?, nyatanya banyak orang kaya kok di Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-116842660409782926?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/116842660409782926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/01/siapa-bilang-indonesia-miskin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/116842660409782926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/116842660409782926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/01/siapa-bilang-indonesia-miskin.html' title='Siapa bilang Indonesia miskin ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-116787967378845643</id><published>2007-01-04T09:56:00.000+07:00</published><updated>2007-01-15T15:39:19.086+07:00</updated><title type='text'>Orang-orang Hebat dari Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7415/2549/1600/395352/jtetukoss.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7415/2549/320/584852/jtetukoss.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Majalah Tempo edisi khusus akhir tahun 2006 berkisah tentang 10 orang hebat dari Indonesia yang punya prestasi hebat di berbagai bidang, mulai dari kemanusiaan sampai teknologi tinggi. Mereka adalah:&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://www.perspektifbaru.com/wawancara/543/"&gt;&lt;strong&gt;Ade Purnama&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, seorang pencinta museum dan sejarah.&lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;Usman Hamid&lt;/strong&gt;, tokoh HAM&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;Erna Ismail Choirun Nisa&lt;/strong&gt;, aktifis kaum miskin dan perempuan.&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://www.danamon.co.id/content_c.php?idCon=491&amp;lng=1&amp;amp;bn=54"&gt;&lt;strong&gt;Septi Peni Wulandari&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, penemu metode jarimatika.&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://www.gemari.or.id/cetakartikel.php?id=2157"&gt;&lt;strong&gt;Basuki Tjahaja Purnama&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, Bupati Belitung yang menggratiskan pendidikan SD s/d SMA di Kabupatennya.&lt;br /&gt;6. &lt;a href="http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&amp;amp;1167182875"&gt;&lt;strong&gt;Warsito&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, penemu teknologi tomografi.&lt;br /&gt;7. &lt;a href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/n/nelson-tansu/index.shtml"&gt;&lt;strong&gt;Nelson Tansu&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, ahli optoelektronika yang menjadi asisten profesor di Lehigh University, Amerika Serikat.&lt;br /&gt;8. &lt;a href="http://www.lead.org/member/129"&gt;&lt;strong&gt;Tri Mumpuni&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang hebat orang-orang Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain yang tersebut di atas,ternyata masih ada lagi (dan mungkin masih banyak...). Salah satunya adalah Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, yg sekarang menjadi Associate Professor sekaligus Kepala Lab. Microwave Remote Sensing di Chiba University, Jepang. Kisah lengkap ada di &lt;a href="http://kompas.com/kompas-cetak/0701/02/Sosok/3190237.htm"&gt;http://kompas.com/kompas-cetak/0701/02/Sosok/3190237.htm&lt;/a&gt;. Tampak foto Tetuko yg diambil dari &lt;a href="http://www2.cr.chiba-u.jp/lab/jtetukoss/"&gt;http://www2.cr.chiba-u.jp/lab/jtetukoss/&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-116787967378845643?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/116787967378845643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/01/orang-orang-hebat-dari-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/116787967378845643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/116787967378845643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/01/orang-orang-hebat-dari-indonesia.html' title='Orang-orang Hebat dari Indonesia'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-116470835793630072</id><published>2006-11-28T17:05:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T19:01:59.120+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Apa yang terjadi 1965 ?</title><content type='html'>Anda yg cinta Indonesia, tentulah ingin tahu kebenaran sejarah dari bangsa ini. Dan untuk itu dibutuhkan sikap kritis, tidak hanya semata-mata percaya pada satu sumber informasi saja. Juga untuk kasus 1965, saya mengajak Anda untuk mencoba menelusuri beberapa sumber alternatif, berbeda dengan yg selama ini secara resmi disiarkan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa buku alternatif adalah: Bayang-bayang PKI terbitan ISAI, 1996 atau Menyingkap Kabut Halim 1965 terbitan Pustaka Sinar Harapan, 1998.  Buku-buku tersebut tidak mudah didapat di toko buku.  Sebagai alternatif lain coba simak artikel karangan Peter Dale Scott berjudul The United States and the Overthrow of Sukarno, 1965-1967 di  &lt;a href="http://www.namebase.org/scott.html"&gt;http://www.namebase.org/scott.html&lt;/a&gt;   Artikel inilah yg mengawali berkembangnya berbagai teori tentang kejadian tahun 1965.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-116470835793630072?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/116470835793630072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/11/apa-yang-terjadi-1965.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/116470835793630072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/116470835793630072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/11/apa-yang-terjadi-1965.html' title='Apa yang terjadi 1965 ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-116411685291441510</id><published>2006-11-21T20:45:00.000+07:00</published><updated>2006-11-21T20:47:32.930+07:00</updated><title type='text'>Untuk apa Bush datang ke Indonesia ?</title><content type='html'>Kedatangannya membuat heboh, jalanan macet (karena toll ditutup dan karena demo-demo) sementara daun teratai di Kebun Raya Bogor terbalik-balik terkena angin dari heli Blackhawk.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-116411685291441510?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/116411685291441510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/11/untuk-apa-bush-datang-ke-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/116411685291441510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/116411685291441510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/11/untuk-apa-bush-datang-ke-indonesia.html' title='Untuk apa Bush datang ke Indonesia ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-116338335925364459</id><published>2006-11-13T08:57:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T18:52:52.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Apa yang terjadi 1998 (2) ?</title><content type='html'>Iseng-iseng ke Gramedia, sy nemu buku tulisan Eros Djarot berjudul "Siapa Sebenarnya Soeharto". Buku ini cukup banyak peminatnya, terbukti sejak diterbitkan Juli 2006, pada Nopember 2006 sudah cetakan keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab berjudul "Konflik Internal Soeharto dan AD" sangat menarik perhatian saya (halaman 61). Di situ tertulis: "... Rupanya Prabowo ingin mencoba model kudeta yang pernah dilakukan oleh mertuanya dulu, di tahun 1965. Hanya targetnya yang berbeda. Kalau Soeharto mengincar jabatan tertinggi (baca: presiden), Prabowo cukup menargetkan jabatan Pangab, dan mungkin hanya KASAD..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terserah pada Anda apakah akan percaya pada teori ini, tapi kalau kita simak seluruh fakta yg terjadi, kemungkinan ini adalah sangat masuk akal dan mudah dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berlanjut ke &lt;a href="http://peduli-indonesia.blogspot.com/2007/07/apa-yang-terjadi-1998-3.html"&gt;Apa yang terjadi 1998 (3)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-116338335925364459?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/116338335925364459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/11/apa-yang-terjadi-1998-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/116338335925364459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/116338335925364459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/11/apa-yang-terjadi-1998-2.html' title='Apa yang terjadi 1998 (2) ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-116235032485043321</id><published>2006-11-01T10:02:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T18:52:52.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Apa yang terjadi 1998 ?</title><content type='html'>Terbitnya buku Habibie yang berjudul "Detik-detik Yang Menentukan" menimbulkan polemik di kalangan para pelaku 1998. Isu yang paling ramai diperdebatkan adalah apakah benar Letjen Prabowo sempat mencoba melakukan kudeta terhadap presiden baru BJ Habibie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti-bukti atas tuduhan Habibie tersebut memang tidak ada, namun bila Anda jeli mengamati fakta di seputar kejadian 1998, Anda bisa memperkirakan benar tidaknya tuduhan tersebut. Perlu diingat pula bahwa Prabowo terlibat dalam penculikan aktivis pro demokrasi, pada kasus itu itu muncul pula nama Mucdi Pr, Danjen Kopassus. Belakangan nama Muchdi disebut-sebut lagi pada saat penyelidikan kematian Munir. Karena selama beberapa hari menjelang dan setelah kematian Munir, telah terjadi sejumlah pembicaraan telepon antara Pollycarpus dengan Muchdi yg saat itu menjabat deputi Ketua BIN (Badan Intelijen Negara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal misteri 1998, bila berminat Anda bisa membaca lebih jauh di &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0610/12/teropong/3019869.htm"&gt;http://www.kompas.com/kompas-cetak/0610/12/teropong/3019869.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun isu tentang ada tidaknya usaha kudeta oleh Prabowo itu sebetulnya hanyalah satu bagian kecil saja dari misteri 1998. Masih banyak misteri lain yang belum terjawab, seperti misalnya apakah kerusuhan yang terjadi 1998 itu semata-mata kerusuhan biasa yg dipicu oleh kemarahan rakyat yang sudah terlalu lama hidup susah (bercampur dengan kejahatan) atau telah direkayasa dan diatur oleh seorang dalang yg memang mempunyai skenario tertentu. &lt;em&gt;Ctt: bila Anda membaca dokumen laporan Tim Relawan Kemanusiaan, yang menghimpun data dari berbagai lokasi, jelas terlihat bahwa itu sebuah kerusuhan yang direkayasa.&lt;/em&gt; Pertanyaan lanjutannya adalah siapakah dalang tersebut ? apakah ada kaitan dengan pihak asing ? Apakah ada keterlibatan petinggi militer ? Apakah benar ada persaingan atau konflik internal di TNI AD, Apakah ada keterlibatan atau peranan Soeharto dalam kasus tersebut ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-116235032485043321?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/116235032485043321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/11/apa-yang-terjadi-1998.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/116235032485043321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/116235032485043321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/11/apa-yang-terjadi-1998.html' title='Apa yang terjadi 1998 ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-116217813384460960</id><published>2006-10-30T10:14:00.000+07:00</published><updated>2006-10-30T11:19:53.263+07:00</updated><title type='text'>Kapan ya Indonesia bisa cinta produk sendiri ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7415/2549/1600/APRVPINDAD.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7415/2549/320/APRVPINDAD.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bengpuspalad bekerja sama dengan FTUI sudah berhasil membuat desain panser sendiri (baca majalah Commando edisi 2004), tidak hanya itu PT PINDAD juga sudah mampu membuat panser, tapi TNI AD lebih tertarik membeli panser VAB rekondisi (bekas) dari Perancis. ITB sudah mampu membuat pesawat mata-mata tanpa awak, tapi lagi-lagi TNI lebih tertarik membeli pesawat serupa buatan Israel. Sementara KRL buatan PT INKA juga tidak dilirik oleh PT KAI, karena mereka lebih tertarik pada kereta rel bekas dari Jepang. Kapan ya Indonesia mulai mencintai produk buatannya sendiri, siapa akan mencintai produk kita kalau bukan mulai dari diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar memperlihatkan panser APR-1 V1 buatan PINDAD. Sejumlah 40 panser seperti ini dikirim ke Aceh pada th 2004.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-116217813384460960?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/116217813384460960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/10/kapan-ya-indonesia-bisa-cinta-produk.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/116217813384460960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/116217813384460960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/10/kapan-ya-indonesia-bisa-cinta-produk.html' title='Kapan ya Indonesia bisa cinta produk sendiri ?'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-116010108020751967</id><published>2006-10-06T09:11:00.000+07:00</published><updated>2006-10-06T09:18:00.210+07:00</updated><title type='text'>Indonesia bisa mengekspor Kereta Api lho !</title><content type='html'>Di antara hal-hal buruk dan menyedihkan, selalu saja ada kabar baik, seperti setitik oase di padang gurun.   Di majalah TRUST edisi 2-8 Oktober 2006 ada berita PT INKA berhasil mendapatkan pesanan sejumlah 50 gerbong KA dari Bangladesh senilai US$ 37 juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya ini sungguh kejutan yg menggembirakan, karena berita sebelumnya menyebutkan bhw daripada menggunakan produk PT INKA, PT KAI lebih suka mengimpor kereta bekas dari Jepang. Bahkan 24 gerbong KRL yang dibeli PT KAI dari PT INKA pada tahun 2003, hingga saat ini belum lunas dibayar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-116010108020751967?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/116010108020751967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/10/indonesia-bisa-mengekspor-kereta-api.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/116010108020751967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/116010108020751967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/10/indonesia-bisa-mengekspor-kereta-api.html' title='Indonesia bisa mengekspor Kereta Api lho !'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-115857378259790134</id><published>2006-09-18T16:55:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T19:11:24.326+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Keterlibatan Indonesia pada Pasukan PBB di Lebanon</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7415/2549/1600/VAB_indonesia_01.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7415/2549/320/VAB_indonesia_01.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi masih berkaitan dengan sengketa antara Israel dengan Hisbullah, Indonesia jauh-jauh hari sudah menyatakan kesanggupan untuk turut serta dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon sejumlah 1.000 tentara, lengkap dengan kendaraan lapis baja pengangkut pasukan VAB buatan Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar memperlihatkan type panser VAB milik Marinir Indonesia yg digunakan di Aceh (sumber: &lt;a href="http://armyreco.ifrance.com"&gt;http://armyreco.ifrance.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari panser VAB yang dikirim ini memang sudah dimiliki Indonesia, namun sebagian lagi sejumlah 32 buah merupakan panser yang baru dibeli dari Perancis dan dikirim langsung ke Lebanon. Biaya untuk membeli panser rekondisi ini sekitar Rp 250 Milyar, pls cek &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0609/10/utama/2942538.htm"&gt;http://www.kompas.com/kompas-cetak/0609/10/utama/2942538.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan kalangan DPR meributkan proses pembelian panser tersebut yg dianggap melanggar prosedur karena tidak menggunakan tender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau menurut saya masalahnya jauh lebih besar dari itu, bukan hanya soal prosedur pengadaan, tapi jauh lebih penting dari itu adlh soal keterlibatan Indonesia dalam pasukan PBB itu sendiri. Bukan soal peran aktif Indonesia dalam perdamaian dunia, tapi ini soal kondisi ekonomi kita yang ambur adul. Bijaksanakah dalam kondisi ekonomi morat-marit dan rakyat kelaparan seperti sekarang; kita membelanjakan 350 Milyar Rupiah untuk mendukung pasukan PBB, sementara biaya pengganti yang disediakan PBB hanya Rp 35 Milyar saja ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-115857378259790134?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/115857378259790134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/09/keterlibatan-indonesia-pada-pasukan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/115857378259790134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/115857378259790134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/09/keterlibatan-indonesia-pada-pasukan.html' title='Keterlibatan Indonesia pada Pasukan PBB di Lebanon'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-24579011.post-115796783674339105</id><published>2006-09-11T16:41:00.000+07:00</published><updated>2007-08-02T00:11:37.354+07:00</updated><title type='text'>Mau Anti Israel ?, yang penting mandiri dulu !</title><content type='html'>Minggu-minggu terakhir ini, TV dan koran dipenuhi dengan berita pertempuran antara serdadu Israel dengan para pejuang Hizbollah, yang dilanjut dengan serbuan tank Merkava dan pemboman membabi buta jet-jet tempur Israel ke pemukiman sipil di Lebanon Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terima email dari seorang teman, bagaimana seharusnya kita sebagai orang Muslim bersikap terhadap kasus seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jawab demikian, nggak usah pusingkan perilaku Israel di timur tengah sana, lebih baik kita pikirkan Indonesia saja. Kalau mau punya sikap dan pendirian, Indonesia harus mandiri dulu, dan mandiri itu berarti tidak tergantung pada Amerika Serikat yang merupakan sponsor utama Israel. Mandiri dari antek-antek AS seperti Bank Dunia, IMF dan segala bantuan dan kredit lainnya. Lebih lanjut lagi, kalau mau mandiri, berarti Indonesia harus bersih dari korupsi.... Bebas dari tekanan dan penjajahan AS, harus menghentikan kerja sama pengelolaan Blok Cepu, kerja sama Freeport dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah bebas dari cengkeraman AS, barulah mari kita bicara soal perilaku Zionis Yahudi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24579011-115796783674339105?l=peduli-indonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/feeds/115796783674339105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/09/mau-anti-israel-yang-penting-mandiri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/115796783674339105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/24579011/posts/default/115796783674339105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peduli-indonesia.blogspot.com/2006/09/mau-anti-israel-yang-penting-mandiri.html' title='Mau Anti Israel ?, yang penting mandiri dulu !'/><author><name>Peduli Indonesia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
